Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.228


__ADS_3

Pagi hari di kamar Andi masih hening karena tadi malam jadi juga akhirnya jadi memadu kasih sehingga keduanya kecapean setelah beberapa kali menyatukan dua hati.


Mereka berdua masih tertidur di dalam kamar, Mila di atas tempat tidur sementara Andi di bawah. Terdengar suara ribut di luar kamar membuat Mila terbangun lebih dahulu.


Membuka mata perlahan mengumpulkan kesadaran yang masih melayang.


"di mana ini?"kata Mila sambil duduk melihat badan di dalam selimut .


Tapi tak ada jawaban karena Andi masih tidur di bawah."lho...tadi malam aku kan tidur di bawah, pasti bang Andi yang pindahkan."kata Mila lagi dan bangkit mau ke kamar mandi.


Mandi membersihkan badan di kamar mandi, tak memakan waktu lama dia pun keluar mau memakai baju. Andi ternyata sudah bangun dan lagi duduk melihat Mila yang sudah mandi.


"sudah bangun bang?"tanya Mila


"mmmhhh...mana handuk?"tanya Andi.


Mila mencari di dalam koper tapi tidak di temukan lalu dia mau melihat ke dalam lemari Andi,mana tau ada. Tapi ternyata Andi yang memakai sarung mendekati Mila , memeluk dari belakang.


"abang... sebentar di cari kan handuk nya."kata Mila


"sebentar...mau mencium harum yang baru mandi."kata Andi dan membimbing ke atas tempat tidur dan Mila mengikuti keinginan suaminya.


Mila lalu terjatuh di tempat tidur dan Andi berada di atas."katanya mau mandi..."mila mengingatkan


"setelah ini ya...kita baru mandi."kata Andi.


Tidak menjawab karena juga sudah percuma, dengan leluasa Andi melanjutkan niat nya saat melihat Mila memakai handuk sudah tidak sabar untuk melanjutkan aksi seperti tadi malam.


Mila memejamkan mata karena mengikuti irama yang Andi ciptakan dan terdengar suara rintihan kenikmatan.


Tok...tok...tok...


"Andi... bangun...biar sarapan kita..."kata mamak.


"aduh... baru juga mulai..."kata Andi.


"bang... jawab... nanti kirain mamak kita masih tidur."


"iya...mak... duluan saja...sebentar lagi kami keluar kamar."jawab Andi dengan suara keras biar kedengaran suara ke luar.


"ya sudah... sekarang abang mandi sana..."kata Mila.


"aduh... sudah enggak bisa...nih...coba lihat?"kata Andi menunjukkan daerah inti nya.


"enggak enak bang...lama keluar kamar...makanya kita cari rumah... jadi aku akan standby untuk abang...di mana saja dan kapan saja..."kata Mila mau berdiri tapi di tahan oleh Andi.

__ADS_1


"sebentar saja... sudah nanggung nih..."kata Andi yang seperti memohon.


Mila kasian melihat suaminya jadi dia pun pasrah saja mengikuti keinginan dari suaminya.


Setelah memakan waktu dua jam untuk menuntaskan hasrat suaminya baru lah mereka keluar dari kamar, karena malu jadi Mila memakai hijab keluar dari kamar.


Mamak yang ada di dapur melihat pasangan pengantin baru, tidak mau menanyakan karena mamak juga maklum dengan pengantin baru.


Andi berbasa-basi pada mamak melihat ada makanan di meja."Mak...kita makan yuk."


"mamak sudah makan tadi sama ayah...kalian makan saja..."kata mamak


"oh...iya Mak...kami makan ya..."kata Andi menggaruk kepala yang tak gatal dan merasa tak enak hati."betul apa yang di katakan Mila... nanti kami lihat rumah...biar besok langsung pindahan."kata Andi dalam hati.


"tuh kan bang...aku jadi enggak enak kan..."kata Mila


"bagaimana lagi? dosa Lo kalau tidak mengikuti keinginan suami,jadi tadi kamu dapat pahala."kata Andi membela diri.


"iya...lah...tadi aku dapat pahala... Alhamdulillah... sekarang kita makan saja "kata Mila mengambilkan makanan untuk suaminya.


Setelah sarapan pagi Andi melihat keadaan ayah sementara Mila membantu membereskan piring dan meja makan.


Di kamar melihat ayah yang masih berbaring di atas tempat tidur, panas memang sudah turun tapi masih tak berdaya membuat hati Andi sedikit cemas.


"ayah... masih lemas?"tanya Andi


"tapi sebaiknya kita berobat ke dokter saja ayah...biar tidak lemas lagi dan bisa beraktivitas kembali."kata Andi.


Mamak yang dari dapur masuk ke kamar membawakan air putih hangat untuk ayah.


"Mak... kita bawa ayah ke rumah sakit?"tanya Andi.


"terserah kamu saja...tapi ayah mu itu kan keras... enggak mau ke rumah sakit."jawab mamak.


Andi berpikir bagaimana cara biar ayah di bawa ke rumah sakit."ya sudah kalau dia tidur nanti...kita bawa saja"kata Andi


"kasihan Andi...sore saja kita paksa kalau masih lemas dan panas badannya turun naik."kata mamak.


"huhhhh ya sudah... berarti Andi pergi dulu keluar karena mau lihat rumah."kata Andi.


"kalian mau pindah rumah? tidak tinggal di sini?"tanya mamak.


"enggak Mak...biar mandiri dan adil juga... tidak di sini atau pun rumah orang tua Mila"kata Andi.


"mau rumah mana yang kamu tempati?"tanya mamak.

__ADS_1


"rumah mu ada beberapa di sewakan hanya satu yang kosong tapi itupun kecil, yang tipe 36."kata mamak.


"kalau untuk tinggal berdua itu sudah pas untuk kami."jawab Andi.


Andi memang banyak memiliki rumah untuk investasi,ada yang di sewakan atau pun di jual. Yang di sewakan mamak dan Leli yang mengelola sementara untuk jual beli Andi sendiri yang memegang nya . Jadi mamak maupun Leli tidak mengetahui nya, berapa banyak rumah Andi mereka tidak tau.


"kamu sudah cerita dengan istri mu?"tanya mamak.


"belum Mak... rumah yang mamak kelola dengan Leli selama ini Andi tidak akan ganggu gugat dan Mila juga tidak tau."kata Andi.


"kenapa kamu tidak cerita nak ?"


"Andi tidak mau ribut mak... kelola dan sewa nya untuk mamak saja, sekarang Andi sudah berkeluarga , jangan gara gara harta jadi ribut. Insha Allah gaji Andi bisa untuk keluarga dan bantu mamak."kata Andi.


"Andi... mulai sekarang kamu tidak usah terlalu pusing memikirkan keuangan keluarga, apa lagi untuk Leli...biar dia yang kelola sewa rumah mu itu sudah cukup. kalau mengikuti keinginan nya terlalu banyak, lagian dia sudah punya suami."kata mamak


"iya Mak...tapi bagaimana Andi kasian, kerjaan Faisal yang tidak tetap,mana anak sudah dua."


"mobil yang kamu belikan untuk mamak biar di buatkan taxi online saja,biar ada kerjaan nya."kata mamak


"bagus juga itu Mak..."


"yang di luar itu mobil siapa? mobil kantor?"tanya mamak


"mobil Andi ma... selama ini kantor yang sewa, tapi setelah nikah Dafi kembalikan karena dia bilang kasihan Mila dan dia juga bilang bahagiakan istri biar murah rezeki."kata Andi.


"betul apa yang kamu katakan, dengan keluarga kamu sudah sangat sayang dan berkorban...jadi sekarang saatnya membina rumah tangga dan bahagiakan keluarga mu..."pesan mamak.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like...


add favorit...


komentar yang membangun


serta


vote... vote... vote...


terima kasih

__ADS_1


🙏🙏🙏


__ADS_2