Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.33


__ADS_3

Ba'da magrib di rumah Dafi sudah sibuk Bu Nani mempersiapkan untuk bersiap siap. Tak lupa membawa sekedar kue dan buah yang sudah di parsel. Dari dalam kamar Dafi keluar dengan memakai baju batik sedikit formil.


Bu Nani yang berada di ruangan keluarga melihat Dafi sudah siap, lalu mencari keberadaan cucu-nya. "Nisa sudah siap mba Marni?"Bu Nani bertanya.


Dari dalam Nisa pun keluar dengan rapi dengan memakai gaun panjang ala Cinderella yang berbahan paduan antar cifon dan katun, sehingga nyaman di pakai anak."Oma Nisa sudah siap"


"Alhamdulillah kalau princess sudah siap" kata Bu Nani.


"ma... sudah siap semua,ayo kita jalan"ajak Dafi


"ya"jawab Bu Nani sambil memeriksa buah tangan yang mau di bawa.


"mba Marni sudah di masukkan ke mobil semua? tanya Bu Nani sama mba Marni


",Dafi...ada yang mau di bawa lagi? tanya Bu Nani pada anaknya.


"oh ...ya hampir lupa,bentar di ambil"jawab Dafi


Dafi langsung masuk ke kamar untuk mengambil paper bag yang di beli tadi bersama Nadya.


"apa itu" tanya Bu Nani penasaran melihat paper bag yang Dafi bawa


"ada deh mama"jawab Dafi.


Bu Nani langsung mengerutkan keningnya karena penasaran langsung di tanyakan lagi pada Dafi."mam enggak mau ikut kalau pakai rahasia segala"kata Bu Nani


"mama...ini hanya cincin, Dafi memberi ini ke Nadya tanda keseriusan Dafi" jawab Dafi


"bilang cincin aja susah, mama juga enggak minta"kata Bu Nani


"mama kita mau dinner tempat calon mantu, jangan cemberut ya..."Kata Dafi pada Bu Nani


"mama enggak cemberut kok, hanya penasaran aja, makanya ngomong dong" kata Bu Nani


"Tadi Dafi beli di toko perhiasan langganan kita" kata Dafi


"ukuran jari nya sudah cocok?" tanya Bu Nani


"sudah ma, tadi Nadya juga ikut" kata Dafi


"Alhamdulillah kalau seperti itu" kata Bu Nani


"ayo kita jalan, Nisa sudah menunggu di dalam mobil" kata Dafi


Mereka pun masuk mobil dan menuju rumah Nadya. Tak memakan waktu lama mereka pun sampai di tempat tujuan. Mereka pun masuk rumah, tapi ternyata ada Bu Bedah yang lagi di depan rumah karena dia melihat mobil seperti parkir di depan rumah nya jadi merasa itu tamu nya dia.

__ADS_1


Sementara di rumah Nadya ada ibu ibu yang sering membantu pekerjaan Bu Nilam kalau ada acara,dia ke depan rumah mau membukakan pagar agar mobil Dafi parkir di dalam halaman saja.


Setelah mobil masuk ibu yang membukakan pintu di panggil Bu Bedah."mbok Sumi siapa yang datang"tanya Bu Bedah.


"kurang tau Bu, seperti nya tamu Bapak" jawab mbok Sumi


"tamu pak Arif atau Nadya" tanya Bu Bedah mencari informasi.


"maaf Bu saya enggak tau,permisi saya masuk dulu karena ada pekerjaan yang belum selesai"mbok Sumi masuk ke dalam untuk membantu Bu Nilam yang lagi repot di dalam.


Keluarga Bu Nani di sambut hangat, pak Arif senang melihat kedatangan mereka karena Dafi menunjukkan keseriusan untuk datang malam ini.


"masuk Bu Nani, Dafi"kata pak Arif setelah menjawab salam dari Dafi. mereka pun masuk ke dalam dan duduk di kursi tamu.


Dari dalam Bu Nilam melihat tamu sudah datang, langsung ke ruang tamu."eh...tamu yang di tunggu sudah datang" Kata nya sambil mendatangi Bu Nani salaman dan cepika cepiki. Tak lupa Bu Nani menyerahkan kue dan Patel buah yang di bawa nya dari rumah.


"ini ada sedikit tadi Dafi beli"kata Bu Nani


"terima kasih nak Dafi"kata Bu Nilam dan melihat Nisa di sebelah Bu Nani langsung menyapa."eh...si cantik ikut juga" kata Bu Nilam


"iya Oma, mama mana"Nisa bertanya


"maksudnya mama siapa? Bu Nadya?" tanya Bu Nilam


"iya Oma" jawab Nisa


"sudah enggak sabar punya mama"jawab Bu Nani


wkwkwkwk mereka pun tertawa


Nadya mendengar sudah rame di ruang tamu maka dia menghampiri, dan ternyata tamu yang di tunggu sudah datang. Nadya ke depan dan menyalami Bu Nani dan menyapa Nisa.",eh...Nisa sudah datang" kata Nadya mendekati dan duduk dekat Nisa.


Nisa pun memeluk Nadya",mama cantik sekali malam ini"kata Nisa. Mendengar perkataan Nisa pipi Nadya merah merona sambil melirik Dafi yang sudah duduk dekat ayahnya.


"Sudah siap semua Nadya"tanya Bu Nilam


"sudah ma"jawab Nadya


"kalau begitu kita langsung ke ruang makan aja"ajak pak Arif ayah Nadya. Mereka pun ke ruang makan yang di dahului jalan pak Arif,Bu Nilam,Bu Nani,Nisa lalu Dafi dan Nadya di belakang.


Melihat Nadya cantik Dafi jalan dekat nya"sweet heart cantik malam ini, sombong ya enggak dekat tadi"Dafi berkata pelan


"Abang...mana mungkin dekat dekat ada ayah,mama"jawab Nadya pelan juga.


Makan malam di rumah Nadya hanya mereka aja, enggak ada tamu yang lain. Makan malam yang khidmat, tidak ada komentar apa pun untuk menikmati dinner hari ini.

__ADS_1


Setelah makan bersama mereka pun kembali ke ruangan tamu, untuk membicarakan hal yang penting tentang Dafi dan Nadya. Pak Arif sebagai tuan rumah memulai pembicaraan.


"Bu Nani, terima kasih atas kehadiran ibu dan keluarga datang ke rumah kami untuk acara dinner kalau kata anak sekarang"kata pak Arif


"ya pak Arif, kami senang sekali undangan dinner malam ini"jawab Bu Nani


"saya mau menanyakan pada Dafi, bagaimana keseriusan nya pada anak saya Nadya?"tanya Pak Arif sambil melihat ke arah Dafi dan ke Nadya.


Mendengar itu Nadya hanya diam dan menunduk, tapi Dafi melihat ke arah pak Arif dan berkata"insha Allah saya serius dengan Nadya"


"Alhamdulillah kalau begitu, sudah yakin"tanya pak Arif sekali lagi.


"insha Allah yakin pak kalau Nadya jadi istri saya"jawab Dafi mantap.mendengar itu Nadya tersenyum dengan wajah merah merona. Sementara itu pak Arif melihat ke arah Nadya dan bertanya"bagaimana dengan kamu Nadya?"


"kalau saya insha Allah yakin pak", jawab Nadya


"Alhamdulillah kalau Kalau kalian berdua sudah yakin, kapan kira kira peresmian nya" tanya pak Arif lagi


Bu Nilam langsung menjawab"ayah mereka masih dalam ta'aruf atau saling pengenalan"


"Tapi Bu, kalau mereka sudah yakin kenapa di perlama? nanti timbul yang tidak di inginkan dan fitnah orang"kata pak Arif lagi


"Kalau saya setuju sama pak Arif, lebih cepat lebih baik"Bu Nani berkata.


"ya Bu jangan lama-lama,apa lagi kemarin Dafi sudah memperkenalkan pada rekan bisnis nya bahwa Nadya itu istri nya. Terus terang ayah keberatan"kata pak Arif panjang lebar


"oh... kalau masalah itu saya minta maaf pak" jawab Dafi


"Kira kira berapa lama kalian ta'aruf? satu bulan?tiga bulan?6 bulan?"tanya pak Arif lagi


Mendengar itu Dafi melihat Nadya, mamanya,Bu Nilam."paling lama tiga bulan"jawab Dafi mantap dan tegas


"Apa???"


Dalam waktu tiga bulan ?itu terlalu cepat untuk sebuah hubungan. Bagaimana kelanjutan nya ???? Bagaimana pendapat Nadya??? Bagaimana reaksi Bu Nani dan Bu Nilam???


BERSAMBUNG


****


Terima kasih


jangan lupa like... like... like...


add favorit...

__ADS_1


komentar yang membangun


🙏🙏🙏


__ADS_2