
Tak berapa lama mereka sampai di rumah sakit harapan kita Mila dan Andi langsung menuju ruang ICU. Di depan ruang ICU ada Dafi dan kedua orang tua Nadya yaitu Pak Arif dan Bu Nilam.
"maaf bos baru sampai",kata Andi pada Dafi. Tak lupa Andi menyalim Pak Arif dan Bu Nilam."ya udah enggak apa-apa" kata Dafi."ini bos pesanan Bos tadi" Andi memberikan plasdis pada Dafi.", terima kasih"kata Dafi
"Di kantor aman bos, jangan terlalu di pikirkan. Insha Allah aman" kata Andi. Tapi Dafi hanya mengangguk.
Sementara Mila mendekati Bu Nilam."Tante yang sabar ya..." kata Mila pada Bu Nilam dan mereka pun saling berpelukan serta tak terasa air mata jatuh di pipi."Do'akan Nadya semoga cepat sembuh"kata Bu Nilam."masih kritis Nadya Bu ?" tanya Mila lagi."Alhamdulillah sudah terlewati masa kritis, masih tahap observasi agar bisa di pindahkan ke ruang kamar pasien"Bu Nilam menjelaskan panjang lebar."semoga Nadya cepat sembuh" kata Mila pada Bu Nilam."a...min..." kata Pak Arif mendengar doa dari Mila.
Perawat keluar dari ruangan ICU.", keluarga pasien atas nama Nadya Salsabila"tanya perawat.
Tanpa di sadari Dafi mendatangi perawat tersebut"saya suster"kata Dafi. Tapi karena pak Arif juga mendekati perawat maka Dafi mundur dan mempersilahkan orang tua nya saja."saya ayah nya" kata pak Arif.
"jadi kalau bapak ini"tanya perawat
",saya yang bertanggung jawab"kata Dafi
"oh... seperti itu, begini jam 5 sore nanti pasien Nadya mau di pindahkan di ruangan pasien.mohon selesaikan administrasi-nya" kata perawat
"sudah saya deposit tadi ke bagian administrasi"jawab Dafi
",oke, baik lah. terima kasih",kata perawat sambil masuk ke dalam ruang ICU kembali.
Bu Nilam menghampiri bapak Arif dan Dafi."pak apa kata Suster?tanya Bu Nilam
"Nadya sudah mau di pindahkan ke ruangan" kata pak Arif
"Alhamdulillah... berarti masa kritis Nadya sudah lewat" Bu Nilam memeluk pak Arif karena senang mendapat kabar perkembangan Nadya.
Setelah suster memberi tahu perkembangan Nadya, Dafi langsung ke bagian Administrasi memesan kamar rawat inap VVIP untuk merawat Nadya."suster saya mau pesan atas nama Nadya Salsabila ruangan rawat inap super VVIP" kata Dafi ke bagian administrasi.
"ada pak" jawab suster bagian administrasi
"saya pesan untuk pasien atas nama Nadya Salsabila, kemungkinan sore sudah masuk ruangan"kata Dafi
"baik pak"jawab suster sambil mengetik pesanan di komputer.
"tadi saya sudah deposit, kalau masih kurang saya bayar"kata Dafi dengan tegas.
"masih cukup kok pak"jawab perawat sambil melihat kelengkapan administrasi di komputer
"oke saya mau lihat ruangan nya"kata Dafi
"masih di rapikan kembali dan di bersihkan dulu, 30 menit lagi baru bisa ke kamar rawat inap"jawab perawat panjang lebar.
"terima kasih atas informasinya, 30 menit lagi saya ke sana"kata Dafi
"baik pak"jawab perawat kembali.
__ADS_1
Setelah memesan kamar untuk rawat inap Nadya, Dafi kembali ke ruangan ICU. Di sana dia permisi sama Bu Nilam, untuk melihat rekaman CCTV dari sekolah."Bu...saya permisi ke kantin dulu, karena saya mau lihat rekaman CCTV dari sekolah yang di bawa Andi"kata Dafi
"ya...pergi lah, lagian kamu juga dari tadi di sini. Nak Dafi sudah makan?" tanya Bu Nilam
"belum Bu, saya enggak selera"jawab Dafi
"enggak boleh seperti itu, kamu harus makan. jaga kesehatan"kata Bu Nilam
",ya Bu,ini ke kantin mau sekalian makan"jawab Dafi
"oke"kata Bu Nilam.
"kalau ada apa apa saya di kantin ya Bu"kata Dafi
"iya"jawab Bu Nilam sambil tersenyum.
Lalu Dafi dan Andi ke kantin rumah sakit, Mila juga di ajak. karena Dafi melihat kasian kalau hanya di depan ruang ICU. Mereka pun pergi ke kantin. Di kantin mereka duduk di sudut karena mau melihat kejadian tadi pagi melalui rekaman CCTV.
Sampai di kantin Pelayan kantin datang menanyakan mau pesan apa."saya pesan nasi sop iga, minumnya jeruk hangat dengan sedikit gula"kata Dafi."saya sama aja pesan nya"kata Andi."Mila pesan apa?" tanya Dafi "just jeruk kalau ada kentang goreng aja"jawab Mila. "ada kok Bu"jawab pelayan. "ya sudah,siap kan aja pesanan kami.enggak pakai lama"kata Dafi
"baik pak"jawab pelayan sambil berjalan menyiapkan pesanan.
"pak Dafi kenapa bisa kejadian seperti ini ya?"tanya Mila.
Dengan menarik nafas panjang Dafi menceritakan kejadian tadi pagi. Andi dan Mila mendengarkan cerita dari Dafi dengan serius. Setelah selesai menceritakan kejadian tersebut, Dafi minta tolong pada Andi untuk mengambil laptop, agar bisa melihat rekaman CCTV dari sekolah."Andi, tolong ambilkan laptop di mobil. letaknya di belakang tadi". perintah Dafi
Sementara Andi mengambil Laptop, pesan makanan mereka pun datang. Pelayan menyajikan di meja."silahkan pak, ini semua pesanan nya",kata pelayan.
"terima kasih"jawab Dafi. Pelayan pun pergi meninggalkan mereka.
"Bu Mila, silahkan di makan" kata Dafi
"iya pak" jawab Mila
Pas waktu mau makan, Andi sudah datang membawa Laptop pesanan Dafi."sudah dapat ? ayo kita makan dulu"ajak Dafi."wih...enak seperti nya"kata Andi."kamu belum makan tadi siang?" tanya Dafi."enggak sempat bos.jam istirahat tadi setelah Zuhur langsung otw ke TK."jawab Andi.
"Lho... tadi pak Andi belum makan siang? kalau tadi di ambil kan makanan anak TK"kata Mila
"malu la saya Bu,mana tadi baru pertama ke sekolah"jawab Andi.
"ya sudah kalau kurang nanti, boleh pesan lagi" kata Dafi.
Mereka pun makan dengan lahap sementara Mila memakan camilan kentang goreng.
Setelah selesai menyantap makanan yang di pesan, Dafi memanggil pelayan untuk mengambil tempat makan mereka.karena mereka mau melihat rekaman CCTV. Andi pun membuka laptop, sementara Dafi ke kasir untuk membayar semua tagihan makan mereka.
Laptop sudah terpasang semua dan memasukkan plasdis ke laptop. Lalu Dafi dengan serius melihat rekaman tersebut."berarti tadi sudah ada yang memperhatikan kami"kata Dafi. "Seperti nya begitu bos", jawab Dafi
__ADS_1
"Seperti nya aqu pernah melihat mobil itu Ndi, tapi di mana ya?" kata Dafi
"yang benar bos, kalau pernah melihat mobil itu, coba ingat dimana ?"tanya Andi
"nanti coba qu ingat ingat lagi"kata Dafi
"Tapi pak setahu saya Nadya itu enggak ada musuh, rutinitas nya juga hanya dari rumah ke sekolah"kata Mila.
"jangan jangan ada yang enggak suka sama bos"kata Andi.
"seingat qu, rekan bisnis enggak ada yang bermasalah"kata Dafi
""Nanti qu perhatikan siapa yang punya mobil itu"kata Dafi lagi.
"Semoga cepat di temukan"kata Mila
"a...min..."jawab Dafi dan Andi
Begitulah percakapan mereka sambil melihat rekaman CCTV. Tak terasa hari sudah mulai sore,maka Mila pun berpamitan mau pulang ke rumah."seperti nya sudah sore pak, saya pamit dulu"kata Mila
"iya Bu, terima kasih banyak"Jawab Dafi
"titip salam sama Tante Nilam", kata Mila
"iya Bu,insha Allah saya sampaikan. Andi, tolong antarkan Bu Mila" kata Dafi pada Andi.
"enggak usah di antar,saya bisa naik ojek online"jawab Mila
"iya Bu Mila,mari saya antar sekalian pulang kok"kata Andi
Karena Dafi dan Andi memaksa, maka Mila pun di antar Andi sampai ke rumah. Sementara Dafi kembali ke ruangan ICU untuk melihat perkembangan Nadya.
BERSAMBUNG
*****
Jangan Like...
Favorit
vote... vote... vote....
komentar yang membangun...
Terima Kasih...
🙏🙏🙏
__ADS_1