Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.285


__ADS_3

Sore hari Mila sudah bersiap mau pergi ke praktek dokter Lukman tapi Andi belum juga sampai ke rumah.


"ck...jam berapa ya bang Andi sampai? pasti lama di jalan karena naik mobil."kata Mila ngomong sendiri sambil menunggu kepulangan suami nya.


Mila pun keluar dari kamar dengan pakaian yang sudah rapi,mama melihat anaknya yang mondar mandir sehingga pusing melihat nya seperti setrika yang lagi di pakai.


"Mila...kamu ngapain mondar-mandir seperti itu? kayak setrika saja."kata mama


Melihat mama yang duduk sambil menjahit baju yang robek, jadi Mila ikut duduk di sana.


"nungguin bang Andi ma... rencana mau ke praktek dokter."kata Mila


"capek mama melihat mu seperti itu, mending bantuin sini..."kata mama


Mila melihat mama yang lagi menjahit, seperti nya enak juga lihat mama menjahit seperti itu. Dia pun duduk bersama mama.


"mama lagi ngapain?"


"ini ada baju yang robek...jadi mama jahit, kan sayang masih bisa di pakai."kata mama


"ada yang mau di jahit? biar aku bantu."kata Mila


"boleh...cari saja mana yang perlu di perbaiki."kata mama menunjukkan baju yang mau di tambal


Mila memang sudah bisa menjahit pakaian yang robek tapi biasanya dia tidak begitu peduli, yang robek selalu mama yang menambalnya.


"tumben kamu mau bantu mama... biasanya enggak peduli."kata mama


"enggak tau ma... dari pada nganggur saja."jawab Mila


Akhirnya Mila dan mama menjahit baju yang robek, ada juga baju daster Mila di sana, untuk ganti ganti kalau dia tidur di rumah orang tua nya.


Tak terasa sudah hampir selesai semua nya dan sudah mau masuk magrib, jadi mereka selesai mengerjakan nya.


Suara mengaji di mesjid sudah terdengar, Andi pun baru sampai rumah, Mila membukakan pintu rumah, melihat suaminya yang pulang wajah Mila jadi cemberut.


"bang...kok baru sampai? abang lupa... apa janjinya?"tanya Mila


Melihat istrinya cemberut hati Andi senang melihat nya."maaf... jalanan macet, lagian abang bawa mobil."jawab Andi


"besok pakai sepatu motor Mila saja,. biar cepat sampai ke rumah."kata Mila


Mereka masuk ke dalam kamar karena Andi mau bersih bersih dulu."setelah magrib kita baru jalan ya..."kata Andi


"mmmhhh...abang mandi sana..."kata Mila


Masuk ke dalam kamar mandi, Andi takut kalau Mila mencium aroma badannya akan mual lagi.


"Abang magrib di mesjid sama ayah... boleh?"tanya Andi

__ADS_1


Mana mungkin Mila menjawab tidak untuk melaksanakan ibadah sholat magrib berjamaah di mesjid pula.


"ya... jangan lama...kita belum dapat nomor antrian."kata Mila


"baik...abang jalan dulu."kata Andi yang sudah berpakaian rapi dengan baju Koko yang dia ambil di rumah.


Mila mengumpulkan baju kotor yang baru Andi letakkan di lantai, masukkan ke dalam plastik untuk di loundry. Untuk saat ini Mila tidak bisa mencuci dan di masukkan ke loundry lalu magrib di rumah.


Setelah selesai magrib sesuai dengan kesepakatan mereka akan ke tempat praktek dokter. Mila yang sudah rapi saat Andi sudah kembali dari meajid.


"bang...kita pergi sekarang?"tanya Mila


"iya... abang ambil kunci mobil dulu ."jawab Andi dan masuk ke kamar.


Ayah dan mama yang mau makan malam tapi mereka mengajak anak dan mantu ikut makan juga.


"makan dulu... takut nya nanti lama menunggu di sana ."ajak mama


"tapi ma..."jawab Mila


"apa yang mama katakan ada benarnya, sebaiknya makan dulu... menunggu di praktek dokter kandungan itu lama... lebih baik kita makan dulu."kata ayah.


Mila berpikir sejenak karena apa yang di katakan orang tua nya ada benarnya juga.


"ya sudah...kita makan dulu dari pada kelamaan menunggu dan perut kosong."kata Andi


Akhirnya Mila mengikuti nasehat yang di katakan orang tua nya dan suaminya.


Makan bersama dengan menu seadanya tapi enak, mama yang masak dengan bumbu yang komplit tanpa ada micin di dalam masakan.


"mama pandai memasak jadi pantesan saja masakan Mila enak juga."kata Andi dalam hati.


Sementara Mila makan hanya sedikit dan tak lupa buah apel hijau yang dari kemarin menemani nya untuk makan.


"jangan terlalu banyak makan apel itu, nasi mu dulu habiskan."kata mama pada anaknya


"mmmhhh iya...ini juga sudah banyak lho ma..."jawab Mila.


Setelah selesai makan akhirnya mereka pergi juga dengan mobil yang Andi bawa dari kemarin.


"hati hati di jalan dan setelah selesai langsung pulang."pesan mama


"iya ma...Mila juga malas lama lama di luar.",


Menjalankan mobil menuju praktek dokter , di dalam perjanjian Mila lebih banyak diam jadi Andi lah yang selalu mengajak nya untuk bicara.


"Mila... bagaimana perasaan mu saat ini? kira kira kamu hamil atau..."tanya Andi pada istrinya.


", abang ngomong apa...?"tanya Mila yang kurang konsentrasi nya.

__ADS_1


Menarik nafas panjang karena ternyata Mila tidak mendengarkan dia bicara.


"bagaimana perasaan mu saat ini? kira kira kamu hamil atau tidak?"tanya Andi kembali


"oh...itu... seperti nya iya...kan sudah telat satu bulan setengah, mama bilang telat satu minggu saja sudah hamil satu bulan."jawab Mila


Mendengar jawaban dari istrinya seperti mendapatkan durian runtuh, senang rasanya mendengar hal tersebut.


"Alhamdulillah... mudah mudahan saja kamu memang hamil."kata Andi


tak berapa lama mereka pun sampai di sana, melihat dari luar sudah banyak kendaraan yang parkir, dari sepeda motor sampai mobil.


"aduh... panjang juga antrian nya... bakalan lama di sini."kata Andi dalam hati.


Setelah memarkirkan mobil mereka masuk ke dalam, tampak pasangan dari yang muda sampai yang sepertinya sedikit berumur.


Langsung ke bagian administrasi untuk mendaftar, setelah itu mencari tempat duduk yang kosong dan nyaman.


Ternyata tempat duduk nya ada di paling pojok atau di sudut.


"masih panjang penantian antrian jadi tak masalah kalau begitu."kata Andi lagi dalam hati.


Sementara Mila sudah stress melihat banyak nya orang yang ada di sana.


"tuh kan...ini semua gara gara abang sih...lama kali tadi pulang nya."kata Mila pada suaminya sambil berbisik.


"maaf... enggak apa apa kita di sini sampai malam kan sudah makan tadi."kata Andi


Mendapat posisi duduk yang nyaman untuk istri nya sementara Andi terpaksa berdiri karena ternyata tidak muat duduk untuk dua orang.


"Nd...kamu di sini juga... kenapa istri mu ? terdengar suara seseorang yang dia kenali sambil menepuk pundak Andi, di lihat nya orang tersebut...dan ternyata...


BERSAMBUNG


***


Jangan lupa


like


subscribe


komentar yang membangun


serta


bintang lima nya


terima kasih

__ADS_1


🙏🙏🙏


__ADS_2