
Setelah selesai pertemuan di balai desa yang tidak mendapat kesempatan bersama,hanya sepihak saja yang di untungkan. Dedy,Siska dan Bu Zubaidah kembali ke rumah.
Dedy yang seperti masih kesal karena tidak mencapai kesepakatan mufakat, terlihat dari wajahnya."Dedy... tidak usah di pikirkan dengan kejadian tadi, anggap saja angin lalu"kata Bu Zubaidah.
"Mak... enggak bisa seperti itu, kita harus lawan dia. Dedy takut kalau seandainya kami kembali ke kota,malah mamak, Rahma dan Tito jadi sasaran nya"kata Dedy.
Bu Zubaidah diam karena apa yang di katakan Dedy benar adanya,pak Anto tak segan segan melampiaskan amarahnya pada saudara yang lain.
Berbeda dengan Siti anaknya yang santun,sopan dan Soleha. Makanya Bu Zubaidah suka dan mempunyai rencana untuk menjodohkan pada anaknya Dedy.
Sementara Siska yang di dalam mobil hanya diam saja karena bingung mau ngomong apa dan juga tapi solusi terbaik untuk masalah ini hanya memberi sogokan untuk pak Anto.
"Mas... lebih baik kamu bayar saja pak Anto itu tapi tidak sesuai dengan permintaan nya."kata Siska
Bu Zubaidah melihat ke arah menantunya."Siska... dari mana kita ada uang sebanyak itu,Dedy baru saja renovasi kamar kalian berdua"jawab mamak dengan lugu karena dia tidak tau kalau Siska adalah anak seorang konglomerat di kota.
"Siska ada sedikit tabungan Mak...tapi jangan sebanyak seratus juta kita berikan,"kata Siska.
Dedy yang mendengar usulan istrinya bingung mau bicara apa karena Siska memang mempunyai tabungan yang cukup banyak, walaupun Dedy tidak pernah mengetahui jumlah nominal nya.
"terima kasih atas sarannya Siska... pulang ke rumah saja kita dulu sambil menjemput kedua adik adik yang sekolah, nanti malam saja kita bahas kembali karena mamak mau istirahat"kata Bu Zubaidah.
Menjemput Rahma dan Tito dari pulang sekolah yang tak jauh dari rumah, Dedy memutar balik mobil keluar dari desa sehingga membuat yang isi mobil saling pandang, dan Rahma yang berani menanyakan pada Dedy.
"bang... kita mau kemana?kok enggak jalan ke rumah?"tanya Rahma.
"mamak tadi enggak masak, jadi kali ini kita makan di luar saja"jawab Dedy.
Seisi mobil diam saja mendengar jawaban dari Dedy, karena terdengar azan Zuhur maka mobil di belokkan ke mesjid yang mereka lewati.
Turun dari mobil mengambil wudhu dan masuk ke dalam untuk melaksanakan sholat Zuhur berjamaah. Setelah selesai azan dan melaksanakan sholat qabliah Zuhur, tidak ada yang maju menjadi imam.
Akhirnya Dedy yang maju untuk menjadi imam."saf lurus dan rapat"kata Dedy sebelum mengangkat takbir untuk sholat berjamaah.
Setelah selesai semua sholat berjamaah dan sholat sunah ba'diah, Dedy masuk terlebih dahulu sambil menunggu yang lain.
Siska yang sudah duluan selesai masuk mobil dan duduk di sebelah suaminya."mas... jangan emosi gitu...aqu seram lihat nya"kata Siska.
"kamu belum pernah melihat mas marah?"tanya Dedy kembali
__ADS_1
Siska melihat dan memperhatikan suaminya"pernah sih lihat mas marah...tapi tidak seperti ini..."jawab Siska.
"maksudnya...?"tanya Dedy penasaran.
"marah kali ini menyeramkan..."kata Siska berbisik pada suaminya.
"mas pusing dengan masalah tadi..."kata Dedy sambil memijat kepalanya sendiri
Kasihan melihat suaminya memijat kepala sendiri, sehingga Siska membantu memijit nya."mana yang sakit ..?"tanya Siska sambil memijit kepala suaminya.dan Dedy menikmati pijitan tersebut sehingga pikiran nya traveling kemana"enaknya kalau sekarang kita pijit plus-plus"kata Dedy sambil tangannya bergerilya ke bagian dada istrinya.
"mas... itu mamak,Rahma dan Tito sudah mau masuk. tangannya kondisi kan, sampai rumah kita pijit plus-plus"kata Siska.
"sampai rumah kita pijit plus-plus"kata Dedy mengulangi ucapan istrinya sambil tersenyum dan membuat dirinya kembali semangat."janji ya... nanti mas tagih, kalau pulang nanti batal jadi berbunga dua kali lipat"kata Dedy.
"apanya yang dua kali lipat?"tanya Siska penasaran
"pijit plus-plus dua kali ronde la..."jawab Dedy.
"what...."kata Siska tak percaya.
Tiba tiba pintu mobil di buka oleh Bu Zubaidah dan melihat Dedy yang di pijit Siska kepalanya."kamu sakit nak..."tanya Bu Zubaidah sambil masuk mobil di ikuti Rahma dan Tito
"enggak mak... hanya sedikit pusing saja, sebentar lagi juga hilang"jawab Dedy.
"enggak apa apa mak...Dedy juga lagi pingin makan bersama di luar"jawab Dedy.
Dua puluh menit kemudian mereka pun sampai di tempat makan lesehan, tidak begitu mewah di bandingkan di kota. Tapi di kampung Dedy ini adalah tempat yang sudah mewah.
Pesan ikan bakar tiga dan sayur capcay dua dan tempe goreng tepung dua piring juga. Karena sudah lapar mereka pun makan dengan lahap dengan minuman air putih dan lemon tea hangat."bang... terima kasih atas traktiran nya, sering sering saja ya..."kata Rahma.
"kamu itu... ngomong apa kamu nak... lebih sehat kalau di masak sendiri"kata Bu Zubaidah.
"enggak apa apa mak...kan kita sekali kali kita makan di luar"kata Dedy.
Satu jam mereka di tempat makan lesehan tersebut setelah itu kembali ke rumah, dalam perjalanan wajah Dedy tidak seperti tadi saat pergi dia melihat ke arah Rahma adiknya."Rahma... mulai saat ini...kamu tidak usah berteman dengan si Siti..."pesan Dedy pada adik nya.
Rahma yang penasaran menanyakan kembali pada Dedy karena tidak ada alasannya."kenapa enggak boleh... karena dia selalu baik sama Rahma. masa di larang enggak ada alasan."kata Rahma.
"sssstttt... enggak usah banyak tanya,iya kan saja karena nanti mamak yang kasi tau alasannya di rumah"jawab Bu Zubaidah biar tidak banyak pertanyaan.
__ADS_1
Karena Bu Zubaidah yang menjawab seperti itu,maka Rahma tidak menanyakan langsung"pasti ada sesuatu"kata Rahma dalam hati.
Menempuh waktu tiga puluh menit akhirnya mereka sampai kembali ke rumah lalu kembali masuk ke dalam kamar masing masing.
Dedy yang memang pusing sebenarnya lalu dia ke tempat tidur untuk rebahan tanpa mengganti pakaian.
Siska yang ganti baju terlebih dahulu dan setelah itu dia ke tempat tidur untuk mengganti baju suaminya.
Yang di bukakan baju seperti nya sudah pasrah dan membiarkan Siska mengganti baju."wah .. roti sobeknya...aqu enggak kuat"kata Siska dalam hati.
Setelah itu di bagian celana Siska bukakan sampai bawah, setelah terbuka di bagian CD suaminya ada yang berdiri di dalam sana ingin di sentuh.
Setelah selesai Siska yang mau menutup dengan selimut, tiba tiba tangan Siska di tarik oleh Dedy."tadi siapa yang janji mau kasi pijit plus-plus...?"kata Dedy.
Siska melihat suami nya dan tersenyum"ih... berarti mas pura pura tidur..."kata Siska.
Akhirnya Siska pasrah... karena kalau di tolak akan mendapatkan hukuman dua kali lipat...
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like...
add favorit...
komentar yang membangun...
bunga mawar yang bermekaran
secangkir kopi hangat
serta
vote... vote... vote...
Terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏
.