
Setelah selesai pemeriksaan terhadap Nadya di dokter kandungan, ternyata Yusuf masih ada di luar. Saat berpapasan mau pulang Nadya tak enak kalau cuekin lagi kakak kelasnya itu,dia pun menyapa terlebih dahulu.
"kak Yusuf...terima kasih banyak atas bantuannya"kata Nadya.
"kamu itu... seperti orang lain saja, kalau perlu bantuan jangan segan segan.seharusnya kakak yang berterima kasih karena percaya dengan istri"kata Yusuf merendah.
Dafi yang merasa bersalah akhirnya ikut masuk dalam obrolan."tapi kalau pak Yusuf tidak turun langsung kami alamat besok baru datang lagi"kata Dafi.
"pak Dafi bisa aja... kandungan Nadya baik baik saja kan?"tanya Yusuf.
"Alhamdulillah... sehat..."jawab Nadya.
"sudah kelihatan jenis kelaminnya?"tanya Yusuf lagi.
"masih sembunyi pak...bulan depan coba di lihat lagi"kata Dafi.
"oh... berarti bulan depan dia minta di lihat lagi"kata Yusuf.
Hari sudah malam dan Nisa pun di gendong oleh ayahnya,jadi Nadya berinisiatif untuk pamitan."kami permisi dulu ya kak, kasian Nisa sudah ngantuk"kata Nadya.
"oh...iya... hati hati di jalan"kata Yusuf.
"mari pak Yusuf... Assalamualaikum..."kata Dafi.
"ya pak Dafi... wa'alaikum salam...."jawab Yusuf.
Nadya pun jalan duluan sementara Dafi dengan kesusahan mengejar sambil menggendong Nisa. Dari kejauhan Dafi menghidupkan kunci alarm mobil agar Nadya bisa langsung masuk ke dalam.
Karena sudah di buka kuncinya Nadya langsung masuk mobil,dia duduk di sebelah Dafi karena Nisa yang sudah tidur akan memborong kursi tengah semua.
Nisa sudah aman di belakang saat nya Dafi masuk mobil dan menghidupkan mesin mobil. Dafi melihat Nadya yang sengaja melihat ke arah luar."sweet heart... maaf... jangan lama marah nya..."kata Dafi mengambil tangan istrinya lalu menggenggam tangan tersebut.
"siapa yang enggak marah...masa aqu lagi hamil di cemburui,mana ada yang mau wanita hamil bang..."kata Nadya.
"itu kan pandangan kamu sweet heart,lain dengan abang"kata Dafi yang tidak mau di salahkan.
"mmmhhh...kan... mulai lagi, intinya abang itu percaya dengan aqu.biasanya juga enggak cemburuan gitu,apa kabar kak Yusuf teman sekolah qu dulu?"tanya Nadya.
Dafi yang takut emosi kembali akhirnya diam saja, tidak menjawab pertanyaan Nadya. Dia pun menjalankan mobil keluar dari tempat praktek dokter kandungan.
Nadya tidak mempermasalahkan kalau suaminya itu tidak menjawab pertanyaan nya."kan dia cemburu karena kak Yusuf teman sekolah qu dulu, sudah lah jangan di perpanjang lagi"kata Nadya dalam hati.
__ADS_1
Mobil pun berjalan dengan orang Edi dalam diam diaman,tanpa ada sepatah kata pun setelah pertanyaan Nadya tidak di jawab.
Dafi membelokkan mobilnya ke arah tempat jualan makanan di malam hari, tepatnya wisata kuliner di malam hari.
Banyak aneka makanan di jual di sana, dari makanan ringan seperti martabat Bangka, martabat telur,roti canai sampai jualan makanan berat seperti mie Aceh,nasi goreng,sate dan lain sebagainya.
Dafi akhirnya memulai percakapan di antara mereka berdua."abang lapar,mau bawa pulang makanan.kamu mau apa sweet heart?"tanya Dafi.
"Abang mau beli apa?"tanya Nadya kembali.
"seperti nya mau beli mie Aceh,kamu mau?"
"mau sama pesan martabak bangka rasa keju dan coklat"kata Nadya.
"oke...mama dan mba marni bagaimana?"tanya Dafi karena bingung mau di belikan atau tidak.
"belikan saja kalau mereka tidur ya masukkan kulkas saja"kata Nadya.
"oh... gitu ya...abang pesan dulu,kamu dan Nisa di dalam saja. Tapi mobil di kunci saja"pesan Dafi.
"ya bang"jawab Nadya
Dafi pun ke tempat mie Aceh dan ternyata lumayan banyak yang pesan. Akhirnya dia pun mengantri membeli pesanan nya.
Orang yang ada di rumah nya memang ramai karena dia dari keluarga yang banyak anak. Rumah kakak dan abangnya juga berdekatan dengan rumah orang tua mereka,jadi banyak keponakan yang ada di rumah.
Kamar yang di tempati Andi tidak boleh ada yang masuk tanpa sepengetahuan nya kecuali mamanya sendiri, itupun kalau untuk membersihkan hanya Andi yang melakukan sendiri.
Di kamar tersebut dia duduk di meja kerja sambil memeriksa satu persatu lalu memasukkan data tersebut ke laptop. Semua sudah dia periksa dan masukkan data tersebut ke laptop. Tapi ada satu map yang tadi belum jumpa, padahal map itu yang awalnya dia mau kerjakan di rumah.
Akhirnya Andi keluar kamar mencari keberadaan mama nya."mama...mama..."kata Andi sambil mencari mamanya.
"kirain si Didi yang cari mama tapi ternyata kamu,ada apa Andi cari mama malam begini!"kata mama Andi yang berada di depan televisi.
"Andi mau tanya ma..."kata Andi
"mau tanya apa kamu?"kata mamak sambil sibuk menonton televisi kesayangan nya.
Dengan ragu Andi ngomong karena takut di marahi mamak, takut kalau pertanyaan nya itu menuduh mama nya sendiri."ma...ada orang yang masuk kamar Andi?"tanya Andi.
Mamak Andi melihat ke arah anaknya "mana ada yang berani masuk ke kamar kamu, hanya mama yang boleh,itu pun jarang sekali mama masuk ke kamar mu. ada apa? ada yang hilang?"tanya mama Andi.
__ADS_1
Andi bingung menjawab dari mana karena dia merasa menuduh mama nya sendiri." bukan ma...Andi mencari sesuatu tapi tidak ketemu"kata Andi menjelaskan.
"ya sudah...kamu cari pelan pelan saja,mana tau ketinggalan di kantor"kata mama
"seperti nya enggak mungkin ketinggalan di kantor karena Andi yakin tadi bawa pulang"kata Andi.
"waktu pulang ke rumah kamu singgah di mana? atau kamu lagi menabrak seseorang terus mapnya terbawa oleh orang tersebut.Tu dia iklannya lagi lewat"kata mama menunjukkan iklan di Televisi.
Andi yang merasa mama nya korban iklan hanya geleng kepala dan melihat iklan tero."mama ini korban iklan.sudah ah Andi mau ke kamar mana tau nyelip"kata Andi masuk kamar.
"ya sudah... kalau begitu periksa ulang lagi"kata mama
Pas masuk kamar Andi kok jadi kepikiran omongan mamanya tentang iklan di Televisi."aduh...di mana berkasnya ya...masa iya seperti di televisi?"kata Andi ngomong sendiri.
"Astaghfirullah hal'azim...apa kebawa dengan orang yang tabrakan dengan qu tadi?"kata Andi ngomong sendiri.
"aduh...kenapa enggak minta nomor Hp nya tadi? siapa dia itu ya...kerja di bagian apa ya .."kata Andi sambil berpikir.
"ya sudah... besok aqu harus cari dia, harus datang paling awal kalau mau jumpa dia"kata Andi lagi.
BERSAMBUNG
****
jangan lupa
like...like ..like...
add favorit...
komentar yang membangun
bunga mawar yang bermekaran
secangkir kopi hangat
serta
vote... vote... vote...
Terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏