
Hari ini adalah acara aqiqah anak Dafi dan Nadya di laksanakan di tempat kediaman Dafi. Dari hari sebelumnya sudah membuat heboh semua keluarga.
Acara yang sangat meriah sampai sampai EO di kerahkan, catering dan dekorasi yang meriah sekali. Bu Nani melakukan karena saat menikah dia tidak membuat ngunduh menantu. Jadi saat ini sekalian di buat untuk mengumumkan kalau Dafi sudah menikah dan punya anak.
Bu Nani yang tidak kalah heboh, mempersiapkan untuk acara mengundang anak yatim-piatu dari panti asuhan. Itu di lakukan rasa syukur bertambah anggota keluarga yaitu cucu laki laki pula.
Aqiqah sekaligus penabalan nama baby boy, acara di laksanakan pagi hari cara inti dan setelah itu undangan untuk teman sejawat dan rekan bisnis Dafi.
Bu Nani yang sengaja mengundang rekan bisnis karena waktu acara pernikahan Dafi terlalu sederhana, itu terjadi waktu menikah Nadya yang kecelakaan dan pernikahan di percepat.
Andi selaku tangan kanan Dafi juga sangat sibuk membantu terlaksananya acara agar berjalan dengan lancar. Baby boy di beri nama Muhammad Arkansyah. Dan nama itu di buat oleh Dafi dan Nadya sebagai orang tua.
Acara Aqiqah, penabalan nama dan santunan anak yatim-piatu berjalan dengan lancar.
Dafi sekeluarga memakai baju copelan seragam bersama para orang tua kedua belah pihak.
Pak Arif dan Bu Nilam sampai menginap di rumah Dafi untuk ikut mempersiapkan acara cucu laki-laki tersayang.
Nadya yang juga di sibuk kan antara mendampingi Dafi menyambut para tamu dan memberi ASI eksklusif pada baby boy.
Seperti saat ini Pak Kusuma beserta keluarga datang sebagai tamu kehormatan untuk mereka karena selain rekan bisnis juga pak Kusuma dan Bu Nani berteman baik saat masa kuliah.
Nadya pun terpaksa membawa baby Arkan ,itu permintaan dari Bu Nani. katanya biar tidak di tanya oleh pak Kusuma.
Siska yang lagi mengandung langsung mendekati bayi arkan dan gemas melihat nya.
"aduh...baby nya ganteng banget...mirip siapa yah..."sambil menggendong Arkan.
"mirip orang tua nya... perpaduan pak Dafi dan Bu Nadya..."Bu Mona yang juga gemas melihat nya.
"wah...jeng Mona... pasti jadi enggak sabar menunggu bayi Siska"Bu Nani yang melihat istri temannya itu sangat senang melihat cucu nya.
"sepertinya begitu jeng..."
Begitu lah kehebohan dua keluarga yang rekan bisnis sekaligus sahabat.
Sementara itu Mila yang datang bersama dengan teman kerja Nadya dahulu, yaitu teman mengajar Nadya dulu dan juga guru Nisa di sekolah.
Melihat sahabatnya datang Nadya jadi meninggalkan keluarga pak Kusuma lalu mendatangi sahabat nya.
"Alhamdulillah...ibu ibu guru pada hadir semua, terima kasih ya..."Nadya menyapa dan menyalim satu persatu.
"Mana mungkin kami enggak datang Bu..."Bu Tati yang berkomentar.
"Ya sudah... silahkan di nikmati makanan yang tersedia, jangan malu malu ya..."
__ADS_1
"pasti... rugi dong kami kalau malu malu"Bu Tati yang menjawab lalu mengajak yang lain untuk makan.
Nadya sengaja menahan temannya Mila karena ada sesuatu yang dia minta tolong.
"Mila... nanti kamu pulang nya malam saja ya...temani aqu" Nadya yang merasa dirinya sibuk.
"oke... enggak apa apa...tapi kenapa?"Mila yang penasaran.
"Aqu bolak balik ke dalam dan keluar,mana tau enggak ada yang lihat Arkan. bisa kan?"
Nadya yang memang tidak menyewa jasa baby sitter karena dia juga ibu rumah tangga.
"oke..."
"Terima kasih... nanti malam pulang mu aqu minta tolong bang Andi saja yang antar...ya sudah kamu makan saja dulu "
Nadya yang tidak mengetahui hubungan antara Mila dan Andi begitu Dafi yang tidak menyadari juga . Mereka berdua sibuk dengan anggota keluarga baru jadi lupa dengan cerita sahabat mereka sendiri.
Akhirnya Mila jadi tinggal di rumah Nadya sampai sore, saat baby arkan tidur di kamar Mila di temani Nisa menjaga nya.
Andi yang tidak mengetahui kalau Mila juga ada di rumah Dafi.
Saat Mila datang bersama teman malah Andi lagi membeli sesuatu barang yang kurang, dengan cekatan Andi membeli barang yang di perlukan.
Mereka datang dengan mobil yang di bawa suami Leli. Bu Nani yang sudah kenal dan yang mengundang langsung mendatangi keluarga Andi tersebut.
"mamak Andi... Alhamdulillah datang juga"
menyambut kedatangan orang tua sahabat anaknya.
"mana mungkin kami enggak datang... nanti Andi bisa di pecat sama nak Dafi"
"mana mungkin itu...ya sudah... silahkan di nikmati, jangan malu malu...ya kan Leli..."
"bisa aja Tante...tuh krucil qu sudah ngambil duluan tuh..."Leli menunjukkan anaknya yang lagi mengambil makanan.
Mereka pun makan bersama secara lesehan di dalam rumah enggak mau di luar rumah sebab mamak dan ayah lebih suka duduk.
Andi yang mengetahui keluarga nya datang... mendekati mereka.
"mamak...kenal enggak telpon tadi..." Andi pun jadi ikut makan karena dari tadi enggak selera mungkin karena keluarga nya datang jadi terasa lapar.
"kamu itu kan sibuk...untung si Faisal enggak kemana mana jadi dia yang bawa kami.
Menikmati makanan hajatan yang semuanya enak sampai bingung mau makan yang mana.
__ADS_1
Anak Leli yang bolak balik mengambil makanan.
"kalian itu kalau makan jangan sampai tidak habis ya... kalau tak habis... sampai rumah...mama akan habisi"leli memperingatkan anaknya.
"iya ma..." dua anak laki laki yang berusia SD.
Di kamar Arkan menangis karena kelaparan jadi Mila di kamar menggendong bayi tersebut dan membawa keluar untuk memberikan pada Nadya.
Membawa arkan yang di temani Nisa keluar kamar dan mencari keberadaan Nadya. Mila yang tidak memperhatikan di sekitar hanya konsentrasi mencari Nadya, tanpa di sadari melewati Andi yang lagi makan bersama keluarga.
Andi yang melihat Mila sedikit kaget dan memperhatikan nya sambil membawa arkan."lho... berarti Mila sudah dari tadi di sini"Andi berkata dalam hati.
Mamak melihat reaksi saat melihat seorang perempuan keluar sambil membawa bayi,mamak enggak mengetahui kalau itu bayi Dafi.
"Andi...kamu kenapa melihat orang yang membawa bayi seperti itu... nanti suaminya marah..."mamak berkata pada anaknya
"apaan sih Mak...itu anaknya Dafi..."Andi menjawab sambil masih menikmati makanan.
"jadi...itu siapa? saudara Dafi atau.."
"teman Nadya Mak... istri Dafi."
"oh... temannya...kamu naksir sama dia?"mamak mencari informasi dari anaknya tapi Andi belum mau menceritakan.
"mamak... ngomong apa sih..."kata Andi yang salah tingkah dengan omongan mamaknya.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like....like...like...
add favorit..
komentar yang membangun...
serta
vote... vote... vote..
terima kasih
🙏🙏🙏
__ADS_1