Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab 79


__ADS_3

Di kantor Raja Pratama ada dua orang pria yang sedang berada di ruangan meeting masih memeriksa semua nya, jadi apa bila meeting dengan Siska lagi jadi Dafi dan Andi sudah siap dan tinggal pihak perusahaan Dewa Kusuma yang memeriksa kembali.


"Alhamdulillah... sudah selesai juga akhirnya"kata Dafi


"iya, jadi apabila Siska datang tidak lama seperti ini lagi"jawab Andi


Ternyata di luar sudah dari tadi ada yang menunggu Dafi, karena dia berpesan tidak boleh di ganggu pada sekertaris kantor jadi Nadya di persilahkan menunggu di ruang tunggu. Alasan Nadya ke kantor mau mengantar makan siang dan sekertaris tidak mengenal bahwa dia istri dari bos yang punya kantor.


Karena sudah selesai Dafi dan Andi keluar dari ruang meeting, pas mau masuk ruangan di lihatnya Nadya yang duduk menunggu di ruang tunggu tamu. Andi juga melihat keberadaan Nadya dan berkata"bos kok ada Nadya di sana?"tanya Andi.


"iya kok enggak di kabari"kata Dafi yang berjalan mendekati istrinya.


"sweet heart, sudah lama? kok enggak ngabari?"tanya Dafi.


"tadi kata sekertaris abang lagi meeting enggak boleh di ganggu,trus HP abang juga enggak di angkat waktu di call"jawab Nadya


"Astaghfirullah...iya abang berpesan tidak boleh di ganggu dan HP di ruangan abang, maaf ya..."kata Dafi


Dafi menarik tangan Nadya untuk masuk ruangan tapi sebelum nya mereka berhenti di depan meja sekertaris kantor."Risma...lain kali kalau ibu ini datang nunggu nya di ruangan kerja saya dan kabari saya karena dia adalah istri saya"kata Dafi pada sekertaris


Mendengar penjelasan dari Dafi bahwa tamu tadi istri nya, sekertaris bingung dan takut pada bos nya."m...a...a...f pak , saya tidak tahu kalau ibu ini istri bapak."kata Risma dan beralih melihat Nadya"i...b...u...saya minta maaf karena enggak tahu"kata Risma lagi.


"iya...kita kan belum saling kenal, saya Nadya"kata Nadya


"saya Risma Bu, tapi sepertinya saya pernah melihat ibu, di mana ya?"Risma berpikir sejenak


dan langsung menemukan jawaban.


"oh...iya, di TK Bintang Bu"kata Risma


"iya...saya dulu kerja di sana, siapa nama keponakan nya?"tanya Nadya


"indah Bu"jawab Risma


"oh...iya Indah anaknya itu ramah dan perhatian sama orang, nanti kalau ketemu titip salam rindu untuk dia"kata Nadya


"iya Bu"jawab Risma


"saya masuk dulu ya Risma"kata Nadya yang mengikuti Dafi yang masuk ke ruangan nya.


"iya Bu silahkan"jawab Risma.


Nadya memasuki ruang kerja Dafi, di lihat nya ruangan yang besar dan asri. ada meja kerja z sofa yang empuk, di sudut ruangan ada tanaman hias dan bunga di sudut meja kerja dan meja sofa dengan perpaduan warna yang cantik dan terlihat elegan.


"kok bengong gitu,ayo masuk"perintah Dafi

__ADS_1


Nadya memasuki ruangan dan duduk di sofa."ruangan yang cantik dan elegan"kata Nadya


Dafi mendekati Nadya dan melihat bawaan di rantang"kamu sudah makan sweet heart"


"belum bang, tadi rencana lunch bersama.abang sudah makan?"tanya Nadya


Dafi merasa bersalah jadi dia sedikit berbohong dan menjawab"sudah tapi sepertinya masih lapar karena banyak yang di periksa ternyata membutuhkan energi yang banyak, ayo kita makan"kata Dafi


"berbohong demi kebaikan tidak apa apa"kata Dafi juga dalam hati


Nadya membuka bekal untuk lunch bersama Dafi dengan semangat karena dia sebenarnya sudah lapar"ayo bang kita makan, tadi aqu yang masak"kata Nadya


"lho...mba marni jadi ngapain?"tanya Dafi


"ya bantu jugalah bang"jawab Nadya


"tapi tugas utama mu sweet heart bukan memasak,harus selalu standby dengan suami"kata Dafi memencet hidung istri nya


"siap pak suami, selalu standby di mana dan kapan pun. gitu kan?"kata Nadya


Dafi tersenyum dengan senyuman licik mendengar jawaban istri nya dan berkata"dimana dan kapanpun, kalau sekarang?"kata Dafi


"ih... apaan sih kalau disini enggak bisa, ini kantor"jawab Nadya


"enggak janji"jawab Nadya


"ehem"


Andi memasuki ruangan sambil berdehem


"bang Andi ayo kita makan, aqu bawa banyak kok"kata Nadya menawarkan pada sahabat suaminya.


"silahkan tadi baru siap makan, bos aqu hari ini izin pulang cepat karena mama qu mau check up ke praktek dokter sore"kata Andi


"oh...ya sudah, pulang lah"jawab Dafi


mana tega hati Dafi mendengar alasan sahabatnya untuk pulang, tentu dia beri izin.


Andi pun pulang kerja lebih cepat hari ini karena menemani mamanya untuk berobat.


Setelah makan siang selesai, Dafi kembali melanjutkan pekerjaan nya."bang, aqu pulang dulu ya..."kata Nadya


"kita pulang sama saja, sebentar lagi abang juga selesai"jawab Dafi sambil bekerja di kursi nya.


"tapi aqu bosan kalau begini saj"jawab Nadya

__ADS_1


"lihat berita, FB atau sosmed yang lain saja di sofa. Kalau jenuh kamu berbaring saja sweet heart"kata Dafi yang matanya masih ke laptop sambil berbicara.


Bagaimana lagi, akhirnya Nadya mendengar usulan dari suaminya dan sampai ketiduran di sofa. Dafi melihat Nadya tertidur hanya melihat dari jauh dan tidak menggangu nya."biar saja dia tidur, mungkin kecapean dari rumah tadi"kata Dafi dalam hati.


Tak terasa ternyata sudah sore dan karyawan sudah pada pulang semua,jam menunjukkan pukul lima. Dafi juga tidak menyadari nya, akhirnya Nadya yang terbangun melihat di sekeliling dan melihat jam di HP."Astaghfirullah hal'azim ,sudah jam 5 aqu belum sholat. Abang kok enggak membangun kan, mana belum sholat lagi"kata Nadya sambil ke toilet.


"tadi kamu tidur nyenyak jadi enggak tega, sholat saja dulu kamu"kata Dafi


"Abang sudah sholat?",tanya Nadya


"sudah"jawab Dafi.


Nadya pun mengambil mukena di tas nya yang selalu di bawa. Setelah sholat dia merapikan alat sholat nya dan Dafi juga sudah selesai kerja melihat Nadya."sweet heart sini"panggil Dafi dengan genit


Nadya mendekati suaminya dan berkata"ada apa bang"tanya Nadya


"duduk sini"kata Dafi menunjuk pahanya.


Nadya melihat Dafi sedikit manja pun tersenyum"seperti nya ada sesuatu ni..."kata Nadya sambil duduk di atas paha suaminya.


"tau aja, rindu sama squisy kembar. boleh yah..."kata Dafi


Nadya tidak menjawab hanya menunduk menyatakan setuju. Mereka pun saling berhadapan di atas kursi, jadi squisy kembar sudah dekat dan gampang di sentuh dengan b*b*r nya Dafi.


Mendapat sentuhan di bagian sensitif nya Nadya m*n*e*a*, yang membuat Dafi lebih dan lebih dari itu.


"keluar kan saja suara, jangan di tahan"kata Dafi di dekat telinga Nadya dengan tangan yang masih di Squisy kembar Nadya. Begitulah dua sejoli yang lagi mabuk asmara melakukan di tempat kerja.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like...


add favorit...


serta komentar yang membangun


vote...vote...vote...


Terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2