
Di rumah orang tua nya Leli di sidang, duduk berempat di ruang tamu. Sekarang ayah yang bertanya pada Leli anak perempuan nya.
"Leli...tadi Andi ke sini dan mencari mu."kata ayah.
"iya ayah..tadi bang Faisal juga bicara seperti itu."jawab Leli.
"oh... berarti kamu sudah tau...jadi sekarang ayah yang bertanya pada mu dan jawab lah yang jujur."kata ayah.
"iya ayah..."jawab Leli lagi.
Ayah melihat anak perempuan nya yang sekarang seperti jadi tersangka.
"Leli...apa benar kamu tadi ke rumah Andi?"
Leli menjawab dengan cara mengangguk saja sehingga membuat Faisal sangat marah tapi tak mungkin dia membentak di depan orang tua istrinya.
Tapi ayah pun tidak menerima jawaban Leli yang seperti itu.
"ayah minta di jawab bukan hanya mengangguk seperti itu, apa kamu mengerti?"kata ayah.
"mengerti ayah..."jawab Leli
"kalau begitu kamu jawab pertanyaan ayah tadi."kata ayah
"pertanyaan yang mana ayah?"kata Leli.
"astaghfirullah hal'azim...anak ini...!"kata ayah
Mamak yang melihat ayah seperti nya sudah marah, jadi dia pun yang menggantikan bertanya pada Leli.
"Leli...apa benar kamu tadi ke rumah Andi?"
"siapa yang bilang mak?"tanya Leli
"ya Andi sendiri... dia tadi ke sini sangat sedih dan kecewa sama kamu...dia tidak percaya dengan apa yang di lihat nya tadi."kata mamak
"emang nya bang Andi lihat apa? dan apa yang di katakan nya?"sengaja Leli bertanya kembali
"Leli...kamu tidak usah berbelit-belit seperti itu, jawab ya atau tidak saja susah sekali dari mulut mu."kata Faisal karena sudah kesal dengan tingkah istrinya itu.
Melihat Faisal yang sudah emosi membuat mamak takut melihat nya sementara Leli masih santai saja, tidak takut sedikit pun.
__ADS_1
"Leli... jawab saja pertanyaan itu, ayah dan Faisal pertanyaan nya sama..
jadi kamu tinggal jawab saja."kata mamak.
Leli yang memang tidak mau mengakui karena orang nya saja tidak ada di sini dan tidak ada saksi waktu itu.
"mak...aku tidak mau menjawab pertanyaan itu karena bang Andi tidak ada , bisa saja dia menuduh ku sembarangan."kata Leli dengan santai.
Semua yang ada di ruangan saling pandang dan marah dengan perkataan Leli, terutama Faisal yang langsung menggenggam tangan nya. Sementara mamak sedih mendengar semua itu karena tak menyangka kalau anak perempuan nya sendiri yang balik menuduh Andi yang abang nya sendiri.
Dengan geramnya Faisal pun berkata
"Leli...kamu jujur saja kalau mau selamat, masa kamu tega mengadu domba bang Andi, kamu dan kedua orang tua kalian. Jangan membuat bingung kedua orang tua, tapi kalau aku di tanya...aku percaya dengan bang Andi.,"kata Faisal
Leli pun jadi marah karena dia tak bisa terima kalau Faisal lebih memihak ke Andi.
"bang...kamu itu harus membela istri mu...masa berpihak kepada bang Andi."kata Leli.
"terserah kalau kamu mau marah... yang pasti aku berpihak ke yang benar."kata Faisal
Mamak dan ayah melihat pertengkaran antara anak dan menantu, sedih rasanya melihat semua ini, tapi memang anak sendiri yang sebenarnya salah.
"sudah... sudah... kalian jangan bertengkar...dan sekarang sudah malam...malu di dengar tetangga."kata mamak
"maaf mak... kalau setiap hari seperti ini sikap Leli...aku sudah enggak sanggup...apa lagi yang mamak katakan tadi siang aku enggak memberikan uang belanja sama dia."kata Faisal.
Leli yang juga keras kepala dan mau menang sendiri pun menjawab perkataan suaminya.
"memang kamu tidak bisa di andalkan... setiap hari ngasi hanya sedikit... hanya bisa untuk makan...aku kan perlu baju, sepatu, tas dan hang out bersama teman teman ku."kata Leli lagi
Mamak dan ayah baru sadar kalau selama ini memang anak nya lah yang salah, selama ini Faisal selalu mengalah dan sabar melihat tingkah laku Leli.
"Leli... ngomong apa kamu? istighfar nak... istighfar..."kata mamak
Leli yang sudah kesal dan marah pada Faisal sementara mamak meminta nya untuk baca istighfar.
"apa lagi mamak...mau membela bang Faisal? jadi semua nya pada menyalahkan aku?"kata Leli
"bukan begitu nak... sekarang coba tenang dulu... jangan marah..."kata mamak pada anaknya.
"sudah lah...mamak itu sama saja sama semua...aku capek...mau istirahat."kata Leli.
__ADS_1
Dia meninggalkan rumah mamak dan kembali ke rumah nya semula."percuma saja aku di sini...hanya untuk di pojokan dan di marahi... sudah malam ..aku pulang dulu."kata Leli kembali ke rumah.
Tinggal mamak, ayah dan Faisal di ruangan.
Ayah yang merasa gagal mendidik Leli.
"Faisal... sebagai orang tua ayah minta maaf atas kelakuan Leli... ayah seperti tak percaya mendengar semua ini."kata ayah
Faisal yang sebenarnya sudah tidak tahan dengan sikap Leli, semakin hari tidak bisa di kasi tau dan selalu membantah.
"bukan salah ayah dan mamak, memang si Leli saja yang seperti itu...aku sabagai seorang seperti tak ada harga dirinya."kata Faisal.
Mamak yang juga shock dengan perlakuan anaknya dan tak menyangka apa yang dikatakan tadi.
"mamak harap kamu bersabar dan kami sebagai orang tua akan berusaha untuk membimbing Leli manjadi istri yang baik."kata mamak.
Mamak berkata seperti itu membuat hati Faisal merasa bersalah juga karena sebagai suami dia seperti tak bisa membimbing istri nya.
"mamak dan ayah tak salah kok... hanya saja mungkin Leli yang tidak bisa menerima kenyataan punya suami seperti aku."kata Faisal.
Hening sejenak dan hari pun sudah mulai larut malam, maka Faisal pun permisi pada kedua mertuanya.
"ayah...mamak... sudah malam jadi Faisal permisi dulu."
"ya... silahkan...lagian besok kamu mau kerja."kata mamak.
Faisal pun berjalan kembali ke rumah nya, dia yang masih kesal dengan Leli...Tak mau tidur di kamar bersama istri maka dia pun ke kamar anak anak nya.
"lebih baik aku tidur dengan Dio dan adek saja... dari pada sama dia...aku takut khilaf."kata Faisal dalam hati.
Sementara mamak dan ayah juga masuk kamar, mereka kembali teringat tentang kelakuan anak mereka tadi.
"mak...Leli kenapa bisa seperti itu ya... padahal kita selalu mendidik nya dengan baik."kata ayah.
"enggak tau lah ayah... mungkin pengaruh dari teman anaknya di sekolah, setiap hari dia selalu ngumpul di paud untuk bertemu dengan para geng nya."kata mamak
"Leli... Leli...kenapa kamu seperti itu nak..."kata ayah.
"jangan terlalu di pikiran ayah... nanti bisa sakit..."kata mamak mengingatkan
BERSAMBUNG
__ADS_1
*****