Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.252


__ADS_3

Mila yang masih penasaran lingerie yang tidak di temukan nya dari semalam ,jadi dia pun mau menanyakan lagi pada Andi.


Kalau malam hari di tanyakan itu... pasti pemikiran Andi sudah traveling kemana,jadi biar aman di saat mereka berdua sarapan pagi.


Setelah selesai semua maka mereka berdua pun sarapan pagi bersama, Mila pun menceritakan tentang keluh kesah nya.


"bang...aku mau kasi tau."


"mmmhhh mau tanya apa?"tanya Andi


"ada beberapa barang yang hilang di rumah ini."


"apa saja yang hilang?"


"itu loh bang... lingerie yang pilihan aku, trus tadi pagi rencana masak nugget biar cepat juga enggak ada, saos di lemari juga enggak ada. Apa setan yang ambil? Tapi aku enggak pernah di ganggu kalau lagi sendiri."kata Mila


Andi tersenyum mendengar Mila mengatakan ada setan si zaman sekarang ini.


"uang ada yang hilang? tanya Andi


Melihat Andi yang tersenyum, membuat Mila jadi kesal.


"uang... enggak ada, lagian seperti nya abang tak percaya dengan cerita ku."kata Mila


Melihat Mila yang sepertinya marah, Andi pun jadi lebih serius.


"pagi pagi enggak boleh marah, jadi maunya kamu apa ?"


"mmmhhh enggak tau bang...tapi bagaimana kok bisa hilang? atau kita pasang CCTV?biar aman."kata Mila


Andi berpikir sejenak karena mereka mau pindah dari sini, ngapain harus memasang CCTV.


"bukannya abang enggak setuju, rencana kan mau cari rumah yang lebih besar. Nanti abang cari solusi ya... sekarang kita mau kerja."kata Andi


Mila jadi sedikit tenang karena Andi mendengarkan nya dan setidaknya dia memikirkan solusi apa yang akan dia lakukan.


"ya sudah...abang masih sedikit sarapan nya...sini biar aku suapkan."kata Mila mengambil piring Andi.


Mengambil piring suaminya yang masih setengah, kebiasaan Andi makan sambil liat HP. Mila sempat marah pada awalnya tapi karena alasan nya membaca berita di pagi hari maka dia pun enggak masalah lagi.


Setahu Mila kalau ayahnya membeli koran setiap hari,tapi Andi berlangganan tapi melalui elektronik.


"biar cepat...di suap saja... mulutnya di buka."kata Mila.


Mengikuti apa yang Mila katakan, memang kalau di pagi hari Andi tidak begitu selera untuk sarapan tapi tidak boleh pula perut kosong.


"terima kasih ya sayang... kalau tau seperti ini nikmat nya menikah... pasti dari dulu."

__ADS_1


"mmmhhh... mulai lagi...jangan nanti jadinya enggak kerja..."kata Mila.


"sebentar saja... nanti abang yang permisikan."kata Andi yang sudah melihat istrinya bergairah.


"jadi abang enggak kerja?"


"datang nya agak siang...kan enggak masalah... boleh ya...ya..."kata Andi merayu istri nya.


"kan...dia kerja...aku malah di rumah seharian... sendiri lagi..."kata Mila


"enggak gitu... nanti ikut abang...sore kita lihat rumah yang mau kita tempati itu."kata Andi.


Akhirnya Mila pun luluh juga... perjuangan Andi merayu istri membuahkan hasil,makan selesai.lalu membawa istrinya ke kamar lagi...


Entah kenapa Andi kali ini mengunci kamar mereka berdua sehingga membuat Mila menjadi bingung.


"kenapa kamarnya di kunci? bukannya hanya kita berdua yang tinggal di sini?"tanya Aldo


"enggak ada masalah apa apa, sesekali di kunci... enggak masalah kan... lebih baik mencari pahala dari suami.?"jawab Andi


Mila pun enggak ada masalah juga dari pada membahas yang tidak penting...


"bang Andi selalu saja alasan mendapat pahala...."kata Mila yang sudah pasrah dengan sentuhan suaminya.


Sementara Itu di rumah mamak seperti biasa kalau pagi hari akan mengantarkan anaknya ke sekolah.


Tidak ada terdengar jawaban dari anaknya maka mendatangi ke rumah mamak dan ayah. Ternyata Dio masih mau makan.


"Dio... sudah jam berapa? kamu masih mau makan?"kata Leli.


Mamak mendengar cucunya di marahi sedikit emosi dan menjawab.


"biar Dio makan dulu... seharusnya kamu siapkan sarapan pagi untuk anak mu."kata mamak.


"mamak pun...kok lama kali masak nya... padahal hanya nugget aja.",kata leli.


Tidak mau berdebat dengan anaknya mamak hanya membantu cucunya untuk makan lebih cepat.


"kenapa mamak lama masak?"tanya Leli dengan nada membentak.


Karena di bentar oleh Leli membuat mamak jadi emosi.


", seharusnya kamu yang bangun cepat dan menyiapkan semua ini untuk keluarga mu...mamak dan ayah pagi ini mau sarapan lontong sayur."jawab mamak


Mendengar penjelasan mamak seperti itu...Leli bukannya takut tapi malah semakin marah pada orang tua nya.


"kenapa enggak bilang kalau mau beli lontong... belikan nya lebih pagi lagi...cucu biar tidak terlambat."kata leli

__ADS_1


"Astaghfirullah hal'azim.. istighfar kamu...apa salah ku ya Allah..."kata mamak seperti mau menangis


Dio melihat neneknya sedih mendekati untuk memberikan dukungan padanya.


"nenek jangan nangis..."kata Dio


"ih... nanti kalau di lihat ayah atau dan bang Andi...aku lagi di salahkan...Dio... cepat makan dan mami tunggu lima menit lagi."kata Leli dan dia pun pergi.


Tinggal mamak dan Dio di sana.


"nenek enggak apa-apa, cepat makan... nanti terlambat...atau nenek buatkan bekal mu."kata nenek.


Dio yang suka dengan nugget dan masih tiga sendok makan jadi menyetujui saran dari nenek.


"iya nek...Dio mau... tolong buatkan untuk adek juga."kata Dio


Mamak membuatkan bekal untuk kedua cucunya dan memberikan pada cucunya.


"Dio ini ada dua... satu untuk adek ya..."


"baik nek... terima kasih."jawab Dio.


Ternyata Leli sudah menunggu di depan,Dio pun langsung naik ke atas sepeda motor.


seperti biasa...Dio dulu di antar ke sekolah.


"mami...ini satu untuk adek..."kata Dio dan langsung turun.


Leli pun mengantar adek ke sekolah,saat melewati rumah Andi,di lihatnya sudah sepi dan tidak ada mobil di depan rumah.


"sudah pergi kerja mereka... setelah ini aku mau ke sana lagi...mana tau ada yang bisa di bawa pulang."batin Leli berkata.


Hari ini adek tidak ada masalah untuk di tinggal,jadi Leli pun dengan cepat ke rumah Andi, tapi sepeda motor nya tetap di sekolah paud adek.


Berjalan dengan sedikit cepat...lalu di lihat nya kiri,kanan dan suasana dekat rumah Andi tidak ada orang.


"sepi...bisa dengan cepat masuk ke dalam."kata Leli dalam hati ."


Dengan cepat dia pun membuka pintu rumah yang memang Andi lepas kunci nya tadi pagi, jadi dengan mudah Leli masuk ke dalam.


Saat masuk ke dalam,di lihat nya kendaraan kepunyaan Andi di dalam...dan menarik nafas panjang.


"sepeda motor nya ada di dalam parkir...kenapa enggak di titipkan ke rumah saja...kan bisa bang Faisal pakai."kata Leli dalam hati.


BERSAMBUNG


*****

__ADS_1


__ADS_2