
Di lihat Siska orang di sebelah nya, betapa terkejutnya dia ada seseorang di sebelah nya.
"kamu?"kata Siska
Siska melihat di sekeliling nya juga"mama?apa yang terjadi?"Siska kebingungan dengan keadaan nya.
Mami Siska sangat marah mendengar perkataan anaknya, emosi sekali melihat anaknya itu
Plak...Plak...
Sebuah tamparan melayang di pipi anaknya"Sadar kamu...mami lah bertanya pada mu apa yang terjadi padamu?kata mami Siska yang sangat marah sekali.
Dedy masih saja tertidur nyenyak, karena tempat tidur yang empuk dan ada AC membuat dia tidur nyenyak. Sementara mami Siska sudah emosional melihat Dedy yang masih tertidur juga"bibi... ambil kan air mineral botol di meja"perintah mami
Bibi mengambil air mineral botol dan membukakan, di berikan nya air tersebut"nyonya ini minum nya sebentar saya ambilkan pipet nya"
"enggak perlu bi..."mami menumpahkan air mineral itu pas di atas wajah dan kepala Dedy.
Orang yang masih tertidur itu tiba tiba kaget dan terbangun"hujan...hujan...hujan..."kata Dedy yang mendapat hujan lokal.
Dedy pun duduk dan melihat di sekeliling kamar tersebut dan ada bos besar yang lagi duduk di sana.
Bu Mona adalah maminya Siska mendekati Dedy dan berkata"Siapa kamu? pacar Siska atau orang bayaran?"tanya Bu Mona.
"maaf Bu...maaf Bu...saya bisa jelaskan" kata Dedy.
Bu Mona masih berpikir baik akhirnya dia memerintahkan Dedy."pakai baju kamu"
Dedy mencari bajunya, ternyata sudah robek dan celana nya juga.
"maaf Bu...baju saya sudah robek di buat Bu Siska"jawab Dedy dengan ketakutan.
"Siska..."teriak Bu Mona melihat baju yang sudah robek semua dengan wajah yang marah karena itu pasti perbuatan anaknya, betapa malunya dia melihat baju tersebut
Siska yang di sudut tempat tidur sudah ketakutan dengan mami dan papi nya
"Bibi tolong kasi baju dan celana, punya pak Aan pinjamkan"perintah Bu Mona pada bibi untuk mengambilkan baju suaminya.
"baik nyonya"jawab bibi yang langsung ke bawah mengambil pakaian.
"kamu pakai baju di bawah tapi jangan lari, tamu tau konsekwensinya kalau kabur"kata Bu Mona
__ADS_1
"iya Bu"jawab Dedy turun dari tempat tidur memakai bad cover untuk menutupi tubuhnya. Untung saja di tempat tidur ada dua bed cover.
Setelah Dedy turun hanya ada tinggal Siska, pak Kusuma, Bu Mona. Sebagai orang tua pak Kusuma dan Bu Mona sangat malu, anak gadis nya melakukan hal seperti itu di rumah mereka sendiri. Mungkin karena pergaulan bebas dari luar negeri membuat Siska gampang saja melakukannya.
Setelah tinggal bertiga Bu Mona lemas terduduk dan menangis."aaaaaaaaa.."kata Bu Mona menjerit."Siska... apa salah mami dan papi sehingga kamu melakukan hal seperti itu di rumah kita"kata Bu Mona menangis.
Siska takut melihat maminya tapi di dekati juga"maaf mami... Siska khilaf.."kata Siska
Bu Mona hanya diam, pak Kusuma yang duduk di kursi mendekati anak dan istrinya yang lagi menangis.
"siapa dia itu Siska?"tanya pak Kusuma.
Dengan tarikan nafas yang panjang Siska menjawab pertanyaan dari papinya.
"Dia...dia...Dedy karyawan yang kerja di kantor"jawab Siska
"kenapa kamu bisa melakukan hal seperti itu nak? kamu itu perempuan, sebagai orang tua papi dan mami sangat malu melihat kejadian ini. Apa lagi melihat baju dia yang robek semua,itu pasti perbuatan mu"kata pak Kusuma.
"papi... jangan di teruskan, mami enggak sanggup mendengar nya."kata Bu Mona
Pak Kusuma tidak melanjutkan perkataannya lebih lanjut"mandi kamu, kami tunggu di bawah"perintah pak Kusuma.
Bu Mona dan pak Kusuma keluar dari kamar Siska dan turun ke bawah untuk menemui Dedy. Tapi sebelum jumpa dengan Dedy pak Kusuma menelpon seseorang di kantor untuk mencari informasi tentang Dedy.
Dia adalah karyawan yang kerja di tempat kita, masih beberapa bulan di tempat kita kerja. Dia berasal dari kampung, seperti nya dia tulang punggung keluarga nya, belum menikah. Dia di tempat kan di divisi Bu Siska karena permintaan Bu Siska sendiri"
Itulah pesan dari orang kepercayaan pak Kusuma di kantor.
Chat wa tersebut di perlihatkan pada istrinya dan langsung di baca."papi bagaimana sebaiknya?"tanya Bu Mona
"papi sudah dapat keputusan,tapi mami tolong dukung. Siska ini memang harus selalu di jaga, kalau tidak entah apa lagi yang di lakukan nya setelah ini."kata pak Kusuma
"mami dukung keputusan papi"kata Bu Mona. Pak Kusuma menelpon seseorang yang harus datang Sekarang juga ke rumah dan setelah itu mereka pun turun ke bawah.
Siska yang di kamar langsung bersih bersih dan pakai baju."apa yang akan di lakukan papi pada qu setelah kejadian ini? apakah Papi akan mengusir qu? apakah Papi akan mencabut semua fasilitas yang selama ini di berikan?"Siska berkata sendiri di kamar
"bodoh... bodoh...kenapa bisa seperti ini? sepertinya obat perangsang itu terlalu banyak qu buat, tapi kenapa bisa kembali kepada qu?"
"aaaaaaaaa...kenapa jadi begini?"kata Siska lagi.
Lama dia di dalam kamar untuk turun ke bawah dia sangat malas sekali.
__ADS_1
tok
tok
tok
"non...di tunggu bapak dan nyonya di bawah,pesannya cepat"kata bibi ART
Siska cemberut mendengar bibi memanggil nya, tak di jawab tapi di bukanya pintu kamar untuk turun ke bawah.
Di bawah sudah ada pak Kusuma, Dedy. Bu Mona tidak kelihatan"mami di mana ya .."kata Siska dalam hati.
pak Kusuma melihat Siska yang sudah duduk di kursi dan Dedy juga ada di sana."apakah kalian sudah sarapan?"tanya pak Kusuma
ke duanya hanya menggeleng tanpa ada suara.
"sekarang kalian makan dulu, setelah itu langsung ke sini. saya beri waktu 20 menit untuk kalian berdua sarapan, cepat sana ke meja makan"perintah pak Kusuma.
Dedy bingung mau kemana, tapi di ikuti nya saja Siska ke mana dia jalan. dua insan yang lagi mau di sidang akhirnya sarapan tanpa ada suara, Siska sarapan roti tawar pakai selai dan jus jeruk yang ada sementara Dedy yang orang kampung makan nasi goreng dengan teh manis hangat.
Tanpa ada suara merdeka makan, sebenarnya Siska mau memperingatkan Dedy jangan banyak bicara tapi bagaimana lagi, tidak ada kesempatan untuk bicara berdua. Dedy tidak melihat Siska karena dalam pikiran nya "aqu pasti di pecat atau masuk penjara, bagaimana nasib adik dan ibunya di kampung kalau itu terjadi? tidak bisa di bayangkan"kata Dedy dalam hati
"ayo cepat sarapan nya, jangan lama lama"kata Bu Mona melihat dua insan yang akan kena sidang sebentar lagi.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like...
add favorit...
komentar yang membangun
serta
vote... vote... vote...
Terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏