
Plastik kresek hitam yang ada di tas Andi,
membuat Mila bertanya... kenapa ada di dalam tas ransel milik suami nya.
"ini gara gara di Leli...bisa bisanya dia ambil lingerie Mila, aku kok jadi tersangka yang mengambil nya "kata Andi dalam hati
"bang... kenapa ada di dalam tas ransel ini?"tanya Mila lagi.
Andi berpura tidak tau, tentang lingerie istri nya.
"Astaghfirullah hal'azim... kenapa ada di tas ini? nanti kamu yang meletakkan nya."kata Andi.
"huh... ngapain aku letakkan di tas ini, dari semalam aku cari ini..."kata Mila.
Andi pun berpikir sejenak mencari alasan yang masuk akal istri nya.
"mungkin abang yang salah bawa, kirain itu adalah baju yang mau abang bawa ke kantor...jadi asal ambil saja."kata Andi
Mila melihat ke Andi, untuk memperhatikan apakah benar atau hanya berupa. Tapi Mila tidak mendapatkan jawaban,jadi dia pun mempercayai saja.
"benar...abang enggak bohong?
"iya... benar sayang."kata Andi
"ya sudah... untuk masalah ini aku percaya."kata Mila.
Andi pun mengajak Mila melihat ke rumah yang satu lagi, agar Mila tidak banyak pertanyaan yang akan membuat Andi terjebak.
"sekarang kita melihat ke rumah yang satu lagi... lebih kecil dari sini, tapi ada kok garasi untuk mobil dan sepeda motor."kata Andi
"ya sudah...kita ke sana saja sekarang."ajak Mila.
*****
Di Malam hari rumah mamak seperti biasa, hanya ada mereka berdua di dalam rumah.
Tapi di rumah sebelah, Faisal yang dari tadi menunggu kepulangan istrinya.
Dari tadi siang Leli tidak pulang ke rumah,dia membawa adek ikut serta. Dio lah yang ikut menunggui Faisal di rumah sambil belajar.
Jam 9 malam ada suara sepeda motor yang masuk, dengan cepat Faisal mendekati suara sepeda motor itu. Orang yang dia tunggu dari tadi siang akhirnya nongol juga di depan matanya.
Leli yang baru pulang melihat ada Faisal di rumah, dia mengusahakan biasa saja.
"waduh... sudah pulang duluan bang Faisal."kata Leli dalam hati, mematikan sepeda motor dan menggendong anaknya yang sudah ketiduran di depan.
"bang... tolong masukkan adek ke kamar."kata Leli.
__ADS_1
Faisal tak mau bertanya ataupun berdebat, dia mengambil anak nya lalu membawa ke kamar tidur.
Melihat Dio yang sudah belajar,lalu memerintahkan untuk tidur.
"Dio sudah siap belajar nya?"
"sudah papi...ini lagi menyusun roster pelajaran besok."jawab Dio
"setelah itu...kamu tidur ya..."kata Faisal
"baik ayah."
Faisal yang mau ngomong serius pada istrinya tapi tidak mau di depan anaknya dan tidak di dengar oleh anaknya juga.
Sementara Leli sudah memasukkan sepeda motor, dia pun membersihkan diri sebelum tidur.
"malam ini aku mau pakai lingerie kepunyaan kakak ipar, tadi pagi sudah di cuci, pasti sudah kering."kata Leli dalam hati.
Mencari lingerie di bagian pakaian yang belum di lipat, tapi Leli tidak menemukan nya.
Lalu di lihat nya di jemuran di belakang yang biasanya masih pakaian lembab di gantung di sana.
"kok di sini juga enggak ada ya..."kata Leli dalam hati
Dia pun kembali ke kamar nya tapi dia masih memikirkan baju lingerie yang dia cari. Tidak di temukan juga maka dia pun memakai baju tidur yang seksi saja.
Melihat Leli yang sudah ada di kamar dengan pakaian seksi, melihat itu Faisal sampai khilaf. Tapi karena perbuatannya istrinya yang memalukan, dia pun menahan hasrat untuk melampiaskan pada istrinya.
"Leli...kamu dari mana saja? pulang selarut ini?"kata Faisal
Leli yang sudah mempunyai jawaban saat di tanya Faisal.
"aku ketemu teman SMA,jadi sampai malam kami di sana."jawab Leli.
"kenapa sampai malam pulang,bawa adek lagi."tanya Faisal.
"teman ku itu namanya Ida dan suaminya kerja di Malaysia, jadi aku lama di sana enggak masalah."kata Leli
Leli pun malas berdebat...dia pun membaringkan tubuhnya. Faisal melihat istrinya mau tidur, jadi dia pun berkata
"tadi bang Andi ke sini,.dia mencari mu."kata Faisal.
Deg...
Berdebat jantung Leli mendengar nya tapi dia berusaha untuk tenang.
"apa kata bang Andi?"
__ADS_1
"banyak... sehingga membuat aku malu."jawab Faisal.
Seketika Leli jadi takut dan sedikit pucat.
"apa maksudnya? aku enggak mengerti."kata Leli.
Melihat istrinya yang berpura tidak tau dan berpura b*d*h, membuat Faisal geram melihat nya.
"kamu bilang tak mengerti? apa yang kamu lakukan tadi pagi di rumah bang Andi?"tanya Faisal lagi.
"aku...eeeengngng..."kata Leli karena bingung mau jawab apa.
"apa itu eeeengngng... katakan apa yang kamu lakukan di rumah bang Andi?"tanya Faisal lagi.
"aku tidak melakukan apapun...apa yang bang Andi tuduhkan?"tanya Leli kembali.
"huh...apa yang kamu lakukan? jawab dengan jujur."kata Faisal dengan nada kuat.
"aku tidak melakukan apapun."kata Leli lagi melawan suara suami nya.
Faisal geram dengan Leli yang tidak mau menjawab dengan jujur,dia pun menarik tangan Leli keluar kamar. Sebenarnya Leli berontak dan melawan, tapi tidak bisa karena tenaga Faisal lebih kuat di bandingkan Leli sendiri
Di bawa nya Leli ke rumah orang tua nya dari belakang rumah,itu di lakukan supaya anak anak nya tidak mendengar mereka bertengkar.
Mamak dan ayah lagi nonton TV terkejut melihat Faisal yang membawa paksa Leli ke sana. Ayah berdiri mendekati mereka berdua.
"Faisal... Leli...ada apa? ini sudah malam... jangan bertengkar."kata ayah.
"ayah...bang Faisal tiba tiba marah pada ku."kata Leli
Faisal mengepalkan tangan melihat tingkah istrinya,bisa bisa dia menuduh seperti itu.
"maaf ayah...aku bawa Leli ke sini,mau menanyakan tentang kejadian di rumah bang Andi. Aku menanyakan langsung...dia tidak mau menjawab."kata Faisal panjang lebar.
Menarik nafas panjang melihat tingkah anak nya sendiri, tidak mau jujur membuat ayah kesal juga.
"ya sudah... sekarang kita duduk di ruang tamu saja, ayok mak..."kata ayah
Semua orang di ruangan itu mengikuti perintah dari ayah,jadi Leli pun dengan berat melangkah mengikuti yang lain. Sampai di ruang tamu, mereka duduk bersama.
"Leli... sekarang ayah yang bertanya,jadi kamu harus menjawab dengan jujur, tidak berbelit-belit jawaban mu itu.... paham..."kata ayah.
Leli tidak menjawab, dia hanya menunduk kepalanya dan mengangguk.Seperti orang yang lagi terciduk dan setelah itu mereka pun di sidang oleh orang yang lebih tua.
BERSAMBUNG
***
__ADS_1