Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.96


__ADS_3

Keluar dari ruangan Dafi dengan wajah yang marah pak Kusuma berjalan yang di ikuti Dedy menantunya."Dedy... panggil semua anggota kita pulang"perintah pak Kusuma.


"pak tenang dulu... jangan emosi"kata Dafi yang menyusul keluar dari ruangan nya.


"tida apa apa pak Dafi...saya hanya malu, marah, kecewa sekarang ini semua menjadi satu"kata pak Kusuma sambil mengusap wajahnya.


"kami permisi dulu, maaf atas kelakuan anak saya. Semua pengobatan yang selama ini bapak keluar kan aja saya ganti"kata pak Kusuma yang berjalan memasuki lift di depan nya.


Dedy dan tiga anggota lainnya keluar dari ruang meeting dan mengejar pak Kusuma. Ternyata pak Kusuma sudah di bawah sementara Dedy dan anggota menunggu di depan lif. karena merasa lama Dedy menelpon driver yang menunggu di bawah agar menunggu nya.


"pak tolong jangan jalan dulu tunggu kami ya..."perintah Dedy pada driver karena dia takut kalau pak Kusuma kumat jantung nya.


"baik pak"jawab driver perintah dari Dedy


Sampai di area parkir ternyata pak Kusuma menunggu nya dan anggota yang lain naik mobil yang membawa mereka tadi yaitu di sebelah mobil pak Kusuma.


Pak Kusuma dan Dedy kembali ke rumah sedangkan yang satu lagi kembali ke kantor karena masih jam kantor selesai jam 5 sore baru boleh pulang.


Sampai di rumah pak Kusuma sudah marah besar masuk rumah dia langsung mencari keberadaan putrinya."Siska...Di mana kamu"kata pak Kusuma dengan suara keras sampai semua keluar, Bu Mona keluar dari kamar sementara orang yang kerja di bagian rumah keluar dari dapur tapi tak berani melihat pak Kusuma karena aturan rumah siapa yang di panggil maka orang tersebut yang datang.


Siska yang berada di kamar pun terkejut tapi karena namanya di panggil dia pun cepat cepat turun ke bawah"aduh...ada apa lagi ini? pasti papi marah sama qu, cara memanggil aja sudah ketahuan"kata Siska dalam hati.


Sampai di bawah Siska melihat papinya yang lagi duduk di kursi sedang di tenangkan sama maminya."ada apa pi..???"tanya putri nya pada pak Kusuma.


Melihat Siska di depannya ingin rasanya menghajarnya langsung tapi melihat istrinya di samping yang pasti akan marah padanya kalau langsung memarahi Siska."apa yang telah kamu lakukan pada pak Dafi dan istrinya?"tanya pak Kusuma


"maksud papi apa?"Siska kembali bertanya pura pura tidak tahu tapi dalam hati dia sudah takut ketahuan oleh orang tua nya"aduh... gawat ini, apa papi sudah mengetahui nya"kata Siska dalam hati.


"kamu jawab dengan jujur atau kamu mau lihat buktinya dulu"kata pak Kusuma melihat putrinya yang sudah mulai ketakutan tapi pak Kusuma berdiri di hadapan Siska dan langsung


"Plak...Plak..."


Menampar Siska dua kali sehingga Bu Mona istrinya mendekati putri nya yang terjatuh.

__ADS_1


Begitu juga Dedy mendekati istrinya juga.


"papi ada apa ini, kenapa tiba tiba marah"kata Bu Mona.


"papi jangan seperti ini, Siska istri saya sekarang tidak boleh seenaknya saja"kata Dedy.


Karena seperti mendapat serangan dari istri dan menantunya membuat pak Kusuma kena serangan jantung, dada sebelah kiri. Di pegang pak Kusuma dada sebelah kirinya"aduh... sakit..."kata pak Kusuma yang langsung jatuh.


Melihat pak Kusuma jatuh Bu Mona histeris dan menjerit "papi... cepat bawa papi ke rumah sakit"perintah Bu Mona dengan suara kuat sehingga pembantu yang ada dapur ke ruang tamu membopong pak Kusuma ke mobil. Tapi tentu nya Dedy yang sigap mengangkat papi mertua nya itu.


Sementara Siska yang baru di tampar juga menangis dan histeris melihat papinya."Siska ayo kita bawa papi ke rumah sakit"ajak Dedy suaminya."iya...aqu ambil tas dulu di kamar"jawab Siska yang berlari ke kamar.


Dalam perjalanan pak Kusuma kesakitan"sakit mami"kata pak Kusuma pada istrinya.


"iya... sabar Pi... Sebentar lagi kita sampai"kata Bu Mona menenangkan suaminya di sebelah.


Dengan hati yang resah dan takut terjadi sesuatu pada suaminya Bu Mona memerintahkan driver untuk cepat jalan"cepat jalan nya pak"


Mereka hanya bertiga di dalam supaya pak Kusuma tidak merasa sempit.


Dedy hanya geleng-geleng kepala melihat istrinya"coba kamu ingat dulu, apa yang sudah kamu lakukan pada pak Dafi dan istrinya"kata Dedy."


"maksud mu apa? aqu enggak mengerti"kata Siska yang pura pura tidak tahu.


"ya... sudah lah tidak pantas kita membahas itu, sekarang ini yang utama kondisi papi"kata Dedy mengakhiri pembicaraan.


Tak berapa lama mobil pak Kusuma sudah sampai dan di sambut oleh perawat dan di bawa ke ruang IGD penanganan pertama."tolong suster cepat tangani suami saya"kata Bu Mona.


"baik Bu, sebaiknya ke administrasi dulu biar kami tangani bapak"jawab perawat.


Pak Kusuma di bawa ke IGD yang langsung di pasang oksigen di hidung dan di periksa semua nya. Tak berapa lama dokter spesialis jantung masuk kedalam dan memeriksa ulang dari dokter jaga di sana tadi.


Setelah selesai dokter spesialis keluar dan menemui Bu Mona selaku istri pak Kusuma."Alhamdulillah...bapak tidak apa apa, tapi kenapa bapak bisa seperti ini?"kata pak dokter spesialis yang biasa menangani pak Kusuma.

__ADS_1


"maaf nak dokter...ibu juga tidak tahu tadi pulang langsung marah marah.", jawab Bu Mona sambil menangis takut terjadi sesuatu pada suaminya.


Siska yang dari bagian administrasi mendekati dokter spesialis juga sudah dia kenal", dokter bagaimana keadaan papi?"tanya Siska sedikit ngos-ngosan karena berlari mau melihat papinya yang di ikuti Dedy dari belakang.


"Alhamdulillah.... sudah bisa di tangani, sekarang masih di observasi kalau keadaan stabil baru bisa di bawa keruangan"kata dokter.


"syukur lah kalau begitu"jawab Siska.


"saya tinggal dulu ibu dan Siska karena mau ke dalam dulu melihat keadaan pak Kusuma"kata pak dokter yang meninggalkan ibu dan anak itu di luar ruang IGD.


"Siska sebaik nya kamu jangan dulu ketemu sama papi karena mami takut nanti dia emosi melihat kamu"kata Bu Mona.


"iya mami"jawab Siska singkat tanpa protes karena dia takut kalau terjadi sesuatu pada papinya


"tapi kamu punya hutang penjelasan sama mami, kalau kondisi papi stabil kamu harus jelaskan semua ini"kata Bu Mona.


Siska hanya diam dan mengangguk mendengar perkataan maminya sementara Dedy hanya diam tidak mau ikut campur urusan ibu dan anak itu.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like...


add favorit


komentar yang membangun


serta


vote...vote... vote...

__ADS_1


terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2