
Andi yang berhasil mengajak Mila untuk makan siang menjelang sore. Naik dengan sepeda motor Mila, tidak begitu jauh dari sekolah ada cafe kecil yang menyediakan makanan berat dan Snack untuk cemilan.
Sebenarnya hati Mila sedikit berdebar setelah Andi mengatakan mau ta'aruf dengan nya, kaget itu pasti. Tapi ayah masukkan dari ayah dan mamanya lebih baik di terima. Melihat sosok Andi yang baik dan tidak banyak bicara, serta bertanggung jawab.
Masuk ke dalam berdua dan lalu mencari kursi untuk makan, Andi sengaja mengambil kursi di depan Mila karena bisa melihat langsung dan mau menanyakan pada Mila tentang ajakan ta'aruf. Di terima atau tidak itu urusan belakangan menurut Andi.
Baru duduk di lesehan sudah datang pelayan untuk menanyakan pesanan."cepat kali pelayan ini datang, belum sempat kami ngobrol"kata Andi dalam hati dan mengambil buku menu.
Andi Melihat lihat pesanan di daftar menu, karena dia memang lapar jadi dia pesan nasi dua porsi."pesan ikan bakar, udang crispy, capcay"kata Andi.
"minum nya apa?"
"air jeruk hangat,Mila mau apa?"tanya Andi melihat Mila masih membolak balik buku menu.
Mila yang bingung mau makan apa,maka dia pesan kentang goreng."kentang crispy dan jus sirsak"
Pelayan mencatat apa yang di pesan Mila,lalu kembali menanyakan pada Andi."nasi nya untuk berapa orang pak?"
"untuk dua orang ya...trus enggak pakai lama"
Mendengar pesanan untuk dua orang membuat Mila penasaran lalu bertanya pada Andi."kenapa untuk dua porsi? Mila masih kenyang lho bang atau abang memang lapar berat"
"enggak apa apa...masa abang makan sendiri, nanti abang yang makan,kamu bantu lihatin aja tapi kalau selera tinggal ikut makan"Andi menjelaskan.
Karena belum datang pesanan maka Andi memberanikan diri untuk menanyakan langsung saat ini."Mila... sekali lagi abang minta maaf atas kejadian tadi malam tapi untuk ta'aruf itu memang serius, apakah kamu bersedia?"
Mila yang berdebar mendengar pertanyaan Andi tapi ini adalah hal yang dia inginkan."aduh... bagaimana ini? apakah sekarang harus di jawab? sabar Mila...sabar... tunda sampai nanti malam"kata Mila dalam hati.
Melihat ke arah Andi yang sekarang di hadapan nya, lalu dengan baca bismillah dalam hati dan menjawab dengan penuh hati hati."bang...bukannya nanti malam jawaban nya setelah ba'da isya?"
"jadi jawaban nya nanti malam?"
"ya... seperti itu... sabar dulu..."kata Mila sambil melirik pelayan tadi mendekati meja mereka."sebaiknya kita makan dulu...itu pesanan sudah datang"menunjuk pelayan yang Andi belakangi.
Andi mengikuti arahan jari telunjuk yang Mila arahkan."Sabar... Andi... indah pada akhirnya dan pesanan sudah datang sebaiknya makan dulu "kata Andi dalam hati.
Sebenarnya Andi sedikit kecewa tapi mana mungkin di paksakan."sudah datang ya...kita makan saja sekarang"
Di atas meja terlihat makanan yang lengkap, untuk dua orang ini termasuk banyak juga."Mila makan juga...masa abang makan sendiri"
"tadi Mila kan pesan kentang crispy"
"masa tega abang makan sendiri, lagian kentang bisa di bawa pulang.please..."
__ADS_1
Wajah memohon Andi membuat tidak tega melihat nya, dengan rasa iba jadi Mila ikut makan juga.
Ini adalah makan siang pertama mereka memang pernah jalan berdua saat dulu Nadya masuk rumah sakit karena kecelakaan,tapi setelah itu bubar jalan masing masing. Bukan maksud hati Andi tidak mau mengantar tapi waktu itu banyak pekerjaan yang harus di kerjakan.
Makanan di meja menggoda selera untuk menyantap nya."kelihatan enak juga sih...ya sudah, jangan di lewatkan kesempatan ini"kata Mila dalam hati.
"kita makan bersama ya... mubazir kalau tidak habis"
"ya sudah...sini piring nya biar di isikan nasi" kata Mila dengan refleks karena biasanya kalau di rumah nasi untuk ayah di ambilkan oleh mamanya.
Sementara Andi mengikuti perintah Mila yang kebetulan piring di dekat Andi."segini cukup?"
"tambah sikit lagi sepertinya jadi tambah selera makan abang"
Mila enggak melihat wajah Andi tapi mengambil nasi,lauk dan sayur. Setelah itu baru dia ambil nasi untuk dirinya sendiri.
Andi melihat Mila yang mengambil nasi sedikit di piring nya."kok sedikit? tambah lagi"
"segini saja dulu kalau kurang nanti di tambahkan"
Andi yang memang lapar dengan agak cepat sehingga membuat Mila sadar kalau Andi memang belum makan dari tadi."pelan makannya bang... pasti belum makan siang tadi"
Mengambil minum mineral yang ada di meja lalu menjawab pertanyaan Mila dengan sedikit berbohong karena malu kalau menceritakan hal yang sebenarnya
"makan...tapi enggak banyak karena ada beberapa pekerjaan yang mau deadline "
Andi yang sambil makan hanya tersenyum mendengar pesan dari Mila dan menjawab"terima kasih atas perhatiannya "
Mila yang makan juga enggak sadar apa yang di katakan."terima kasih karena apa?"
"itu lho... jangan sering makan telat nanti datang penyakit dan tak baik untuk kesehatan kan?"
Baru menyadari ucapan nya membuat Mila malu dan pipinya menjadi merah merona"Astaghfirullah hal'azim...tadi aqu ngomong itu? seperti perhatian banget dengan dia"kata Mila dalam hati.
Mereka berdua pun makan sampai habis semua makanan,memang Andi yang banyak makan tapi Mila juga ikut seperti porsi dia makan siang.
"Alhamdulillah... habis juga makanan tadi, tapi aqu makannya banyak juga sepertinya "
"enggak...abang yang banyak makan"
"ih...aqu kok jadi khilaf begini?"
"apanya khilaf? hanya makan di bilang khilaf? atau kamu takut gemuk?"
__ADS_1
Begitu banyak pertanyaan tapi Mila tak menjawab nya. Andi yang mengerti kekhawatiran seorang perempuan.
"Mila...kamu itu enggak gemuk kok, kalau kurus kali jadi jelek"
"enggak diet kok bang... tapi kalau bisa hari ini devisit kalori, semalam sudah lebih kalori nya"
Andi tak mau memperpanjang lalu terdengar suara what's up dari bos Dafi,lalu membaca isi pesan nya. Mila yang mengetahui Andi yang sepertinya sedikit gelisah setelah membaca pesan tersebut.
"sudah sore bang...kita pulang saja sekarang"
"iya...iya...nih ada panggilan kantor"
Mereka pun keluar dari resto dan tak lupa Andi membayar tagihan terlebih dahulu, setelah itu mereka pun ke parkiran.
"abang mau kemana? mana tau searah"
"seperti nya tidak searah jadi kita pisah di sini"
"oh... gitu... terima kasih atas traktiran nya, Alhamdulillah...kenyang, semoga murah rezeki ya bang"
"a...min... insha Allah nanti malam abang datang, di tunggu ya ..."
"oke... ingat ba'da isya"
"semoga nanti malam dapat jawaban yang di harapkan.a...min..."
Mila tersenyum mendengar perkataan Andi yang sangat berharap. Lalu meninggalkan Andi .
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like... like...like...
add favorit
komentar yang membangun
serta
vote... vote...vote...
__ADS_1
terima kasih
🙏🙏🙏