Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.198


__ADS_3

Hari ini Mila yang mau berangkat kerja dengan mengendarai sepeda motor yang setiap hari menemaninya, seperti biasa dia pun membawa bekal untuk pagi dan siang hari.


Memburu waktu agar tidak telat ke sekolah tempat bekerja sudah beberapa tahun ini. Mengendarai sepeda motor sendiri dengan tujuan tempat bekerja.


Dua puluh menit perjalanan akhirnya sampai di sekolah, sampai ke sana juga masih pagi belum ada anak tapi teman sejawat sudah datang.


Memasuki lingkungan sekolah Mila langsung memarkirkan sepeda motor, setelah itu dia masuk ke dalam ruangan kelas tapi pak Yanto satpam sekolah mendekati Mila dan membawa sesuatu.


"Bu Mila..."


"ya pak Yanto...ada apa?"


"ini Bu...ada titipan dari temannya"pak Yanto memberikan bungkusan seperti makanan di dalam nya.


Dengan kebingungan Mila mengambil dan memperhatikan bungkusan tersebut, "dari siapa ya... padahal aqu enggak ada pesan makanan?"


"perasaan saya enggak ada pesan makanan lho...ini saya juga bawa bekal untuk pagi dan siang" Menunjukkan bekal yang Mila bawa.


Pak Yanto yang tidak salah juga tetap memberikan pada Mila.


"ini memang untuk Bu Mila... rezeki enggak boleh di tolak lho..."


Mila mengambil makanan tersebut karena pak Yanto tetap memaksa."ya sudah... terima kasih pak..."


"sama sama Bu...pesannya nanti di what's up langsung dengan ibu"


"baik pak... terima kasih saya mau ke dalam, mumpung anak anak belum datang jadi isi amunisi dulu biar kuat"


Masuk ke dalam yang masih sepi jadi Mila pun ke ruangan guru untuk sarapan, dan ternyata di sana belum ada orang.


Di bukanya makanan pemberian orang yang tidak tau dari siapa, ternyata isinya bubur ayam. Sementara bekal yang dia bawa adalah nasi goreng.


"enak juga nih bubur ayam...tapi dari siapa ya...? makan atau tidak ya...? menggoda iman qu juga nih..."kata Mila dalam hati.


Tiba tiba ada Bu Tati teman sejawat yang datang untuk sarapan di ruangan guru. Memang ruangan ini di persiapkan untuk tempat guru ngumpul guru seperti rapat ,makan siang, sarapan dan lain lain.


"Bu Mila... sudah sampai duluan..."duduk sambil membuka sarapan lontong pagi.


"iya...nih...bawa apa Bu Tati?"melihat temannya itu membuka sarapan lontong dan Mila akhirnya memakan sarapan bubur ayam karena kalau dingin tidak enak lagi.


"lontong sayur...biasa lah tadi pacar qu yang belikan, lagi enggak selera bawa bekal dari rumah, tumben nih Bu Mila beli sarapan... biasanya bawa bekal"


Mila enggak mau cerita dengan Bu Tati karena nanti jadi semua orang di sekolah jadi tau."iya...tadi selera lihat bubur ayam di pinggir jalan"

__ADS_1


Bu Tati yang biasa suka jajan tau kalau yang ada dengan Mila itu adalah bubur ayam yang terkenal , itu terlihat dari tempat bubur dan plastik tersebut.


"itu bubur yang lagi viral lho...enak kan? aqu sering di belikan pacar qu dan ngantri nya panjang, kalau mau cepat ya harus pagi belinya."


"oh... gitu ya..."


Di dalam pikiran Mila masih berkecamuk tentang bubur yang dia makan."betul kata Bu Tati bubur ayam ini enak...tapi ini dari siapa ya...nasi goreng tadi pas anak anak makan qu keluarkan, biasanya ada yang mau anak anak. "Mila berkata dalam hati.


Setelah lima belas menit mereka selesai makan lalu ke kelas masing masing untuk memeriksa keadaan kelas dan menyimpan tas atau perlengkapan untuk makan siang.


Di kelas Mila meletakkan tas, bekal yang dia bawa dan sebentar memeriksa HP mana tau ada pesan what's up anak permisi tak hadir.


Membuka HP ternyata ada pesan dari pujaan hati yang ada beberapa pesan.


"maaf...tadi malam aqu enggak buka HP karena sampai rumah mamak langsung mengintrogasi karena waktu mau pergi abang minta restu..."


"Assalamualaikum....


Selamat pagi....


ini ada bubur ayam...tadi aqu beli untuk di bawa ke kantor karena bos Dafi pesan,jadi sekalian belikan untuk Bu Mila yang lagi kerja... semoga suka ya..."


"Kapan ada waktu jalan ke rumah...mamak sudah enggak sabar mau kenalan... kalau bisa hari minggu..."


Mila senyum senyum sendiri membaca pesan dari Andi, tidak ada terpikir oleh nya kalau Andi yang membelikan bubur ayam tersebut.


Pesan yang terakhir membuat Mila sedikit cemas karena harus berjumpa dengan orang tua Andi. Baru kali ini juga dia mau berkenalan dengan calon mertua.


"aduh...mau jumpa mamak bang Andi? bagaimana ini?"kata Mila dalam hati.


Mila yang awalnya mau menelpon Andi tapi takut nya enggak ada waktu,mana anak sudah mulai berdatangan. akhirnya dia pun membalas pesan Andi dan setelah itu dia pun keluar kelas.


Sambil berpikir dia pun keluar dari kelas karena mau menyambut kedatangan anak murid di halaman sekolah.


Sementara itu Andi yang sudah sampai kantor lalu memberikan bawaan nya pada Office boy, agar di letakkan di atas meja bos kantor.


Setelah itu Andi ke tempat biasa yang dia lakukan. Memeriksa pekerjaan semalam yang belum selesai tentu nya.


Tapi Andi penasaran dengan HP yang ada di kantong celananya, mau melihat apakah ada pasan dari Mila.


Dan ternyata ada pesan yang dia tunggu tunggu, akhirnya Mila menjawab pesan dari nya.


"Wa'alaikum salam.... Alhamdulillah... bubur ayam nya enak tenan... terima kasih banyak ya bang..."

__ADS_1


"sedikit terkejut pagi pagi dapat titipan dari pak Yanto..."


"kalau mau jumpa dengan orang tua abang boleh kok...tapi Mila sedikit cemas saja karena baru kali ini di ajak kenalan dengan..."


"oh...iya...tadi pagi abang sudah melaksanakan syarat ayah kan.."


"Selamat bekerja juga...tapi kalau kerja jangan sampai pulang malam..."


Membaca pesan dari pujaan hati senyum senyum sendiri setelah selesai membalas what's up untuk Mila maka Andi melanjutkan pekerjaannya kembali.


Andi yang kalau kerja pasti fokus sehingga dia tidak menyadari ternyata bos Dafi ada di depannya.


"Andi... serius kali kerjanya"


Mendengar ada yang memanggil lalu melihat ke arah sumber suara dan ternyata bos sudah ada di depan mata.


"sudah sampai bos...bubur ayam pesanan sudah ada di atas meja"


"Alhamdulillah... sudah dapat bubur ayam nya?" Dafi yang lalu masuk ke ruangan nya lalu di ikuti oleh Andi dari belakang.


Melihat bubur ayam di atas meja dengan cepat di ambil Dafi lalu membawa ke kursi tamu biar santai memakannya.


Melihat Dafi yang sengat senang memakan bubur ayam tersebut membuat Andi penasaran."bos Dafi ini... seperti orang yang lagi hamil saja "


Dafi pun memakan santapan yang ada di depan mata.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like... like...


add favorit...


komentar yang membangun


serta


vote... vote... vote...


terima kasih

__ADS_1


🙏🙏🙏


__ADS_2