
Melihat Leli dan Mila seperti lagi ngobrol tapi tidak tau apa yang mereka obrolkan. Jadi Andi pun mendekati mereka berdua tanpa ada yang tau
Leli yang kesal pada Mila yang sebenarnya tidak tau apa-apa.
"Mila...aku harap kamu jangan mempengaruhi bang Andi untuk perhitungan dengan aku adiknya."kata Leli.
"apa maksudnya Leli...aku enggak mengerti maksudnya apa..."kata Mila
"jangan kau ambil abang ku... setelah dengan mu dia berubah pada ku."kata Leli
"alah...kamu berpura tidak tau apa maksud ku... pelet apa yang kamu berikan pada bang Andi?"kata Leli lagi.
"Leli... ngomong apa kamu? ini di luar...buat malu saja...bisa kita bicarakan di dalam."kata Andi yang sudah mendekati mereka berdua.
Mereka berdua melihat ke arah Andi yang memanggil nama Leli.
"bang Andi...ini tidak seperti yang abang lihat."kata Leli sambil membela diri.
Andi tidak memperdulikan Leli ,dia ke arah Mila yang hanya diam saja.
"masuk ke dalam Mila."kata Andi sambil membimbing istrinya sementara Leli yang mau menjelaskan pada Andi tidak di perdulikan.
"bang Andi... dengar kan penjelasan ku"kata leli lagi.
Dengan wajah yang marah melihat Leli dan menunjuk dengan tangan telunjuk.
"Leli... jangan ganggu Mila...dia itu kakak ipar mu... panggil dia kakak... ingat itu."kata Andi sambil meninggalkan Leli.
Dari dalam mobil Mila melihat interaksi antara abang dan adik itu, terlihat Andi yang begitu marah pada Mila.
Masuk ke dalam dan menjalankan mobil untuk keluar sementara Leli dari jendela kaca mobil seperti memohon.
"bang... dengar dulu penjelasan ku."kata Leli
Andi membuka jendela kaca karena Leli menghalangi jalan mobil, takutnya nanti malah ada yang jadi korban.
"Leli... minggir...aku mau lewat...minggir... tidak ada yang perlu di bicarakan."kata Andi.
Ayah yang melihat kejadian Leli menghalangi pun membawa anaknya ke pinggir."lepas ayah...aku mau menjelaskan pada bang Andi."kata Leli sambil menangis.
Karena tak ada hambatan maka Andi membawa mobil keluar dari pekarangan rumah, dan membawa mobil menuju rumah orang tua Mila.
Di dalam mobil hening sejenak...Mila yang tidak tau masalah... banyak pertanyaan yang ada di pikiran nya, karena Andi yang diam saja jadi Mila yang bertanya.
"bang...apa yang terjadi? kenapa Leli begitu marah pada ku? padahal aku enggak tau apa-apa."kata Mila.
"maaf..."
hanya itu yang keluar dari mulut Andi.
"enggak ada kata maaf kalau aku sendiri tidak tau masalah nya... sebaiknya berhentikan mobil...dan abang jelaskan."kata Mila
__ADS_1
"abang belum bisa cerita sekarang..."kata Andi.
Mila yang mulai emosi dengan sikap suami nya, tidak mau cerita tentang masalah sebenarnya.
"ya sudah...aku ke rumah mama dan ayah sendiri saja...naik kendaraan umum,abang selesaikan masalah dengan Leli.."kata Mila.
"enggak bisa seperti itu..."kata Andi sambil mengunci mobil dari bagian supir.
"buka kuncinya...aku enggak mau di tuduh sama adik mu yang tidak tidak."kata Mila
"apa yang di bilang Leli pada mu sayang?"kata Andi sambil menatap serius pada istrinya .
"mau tau apa katanya?Mila...aku harap kamu jangan mempengaruhi bang Andi untuk perhitungan dengan aku adiknya....itu kata nya... perhitungan apa? aku juga enggak ngerti bang..."kata Mila dengan sedih dan tanpa terasa air mata di pipi jatuh.
Andi yang baru ini melihat istrinya menangis, tak tega rasanya melihat orang yang di cintai menangis.
"maaf... abang janji akan cerita..."kata Andi
Mila yang masih kesal dengan Andi karena dia sendiri tidak tau apa masalah nya.
"enggak ada kata maaf kalau abang enggak cerita... atau aku keluar dari mobil ini sekarang juga."kata Mila yang memaksa Andi untuk cerita pada nya.
Andi yang takut kalau istri nya akan berbuat nekat,maka dia pun mengalah.
"baik lah abang akan cerita tapi tidak di sini."kata Andi.
"mau cerita di mana? aku enggak mau pulang... mau tempat mama."kata Mila
Mila tidak menjawab perkataan suaminya,dia hanya diam dan Kelamaan jadi tertidur tanpa Andi sadari karena dia juga masih shock apa yang di lakukan oleh adiknya Leli.
"kenapa Leli bisa seperti itu? padahal selama ini aku sayang sama dia."kata Andi dalam hati.
Tak berapa lama akhirnya sampai juga di tempat tujuan, dia pun memberhentikan mobilnya di sebuah pantai.
Masuk ke sana juga tidak di kutip biaya dan Andi suka ke sini kalau lagi ada masalah, hanya Dafi yang tau tempat ini karena Dafi juga kalau ada masalah akan ke sini.
Memberhentikan mobil dan melihat ke Mila yang ternyata tertidur yang baru Andi sadari.
Andi melihat istrinya yang tertidur dan dia pun jadi tertidur juga.
Lima belas menit kemudian baru Andi membangunkan istrinya.
"Mila... bangun...kita sudah sampai..."kata Andi.
Yang di bangunkan pun bangun melihat keadaan di sekitar."di mana ini?"sambil mengucek mata
"di pantai... kenapa?"
"kok di sini?"
"kan indah pemandangan nya dan Ngobrol bisa santai."kata Andi.
__ADS_1
"tapi...aku lapar bang..."kata Mila
"kamu lapar...di sana ada jualan"menunjukkan ke arah samping kanan.
"ada jualan apa di sana?"
"kelapa muda... jualan mie sop, nasi goreng,mie goreng."
"boleh lah...aku pesankan mie goreng dan kelapa muda"kata Mila.
Mobil pun berjalan menuju warung setelah dekat mereka duduk di tenda yang di sediakan, Andi langsung memesan permintaan istrinya dua porsi untuk mereka berdua.
Duduk di pinggir pantai dengan hembusan ombak dan pemandangan yang indah, sebelum makanan sampai mereka ashar dulu berdua dan kembali duduk.
"bang...apa sebenarnya terjadi?"tanya Mila.
Andi melihat ke arah Mila lalu melihat ke arah pantai, baru dia ceritakan pada istrinya.
"abang marah dengan dia karena dia berbohong."kata Andi.
"maksudnya...?"
"semalam waktu jumpa di mall dia minta uang untuk beli sembako satu bulan...tapi ternyata tidak dia beli, jadi abang ya marah."kata Andi.
"kok abang jadi tau?"
"ya dari mamak...terus mamak bilang jangan berikan uang pada Leli, sebaiknya langsung belikan bahannya."kata Andi.
"seperti itu... pantesan dia bilang aku mempengaruhi abang, katanya aku yang pelet abang juga."kata Mila.
Andi yang tidak menyangka kalau adiknya berbuat demikian, makanan yang di pesan pun datang...Andi sengaja mengalihkan pembicaraan supaya mereka makan dulu.
Mila yang memang sudah lapar juga konsentrasi nya buyar melihat pesanan sudah datang,apa lagi mencium aroma masakan yang baru masak.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like... like... like...
add favorit
komentar yang membangun
serta
vote... vote... vote...
terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏