Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.284


__ADS_3

Setelah habis nasi goreng seafood di hadapannya,mama menagih janji Dafi yang mau menceritakan tentang pemeriksaan di dokter Lukman.


"bagaimana dengan hasilnya tadi? apakah Nadya hamil?"tanya mama tidak sabar


"menurut mama bagaimana?"tanya Dafi


"ck...kamu itu...mama nanya kok malah bertanya?"kata mama


Mencari posisi yang enak untuk cerita pada mama nya sementara mama sudah tidak sabar.


"cepat kamu ceritakan...mama dari tadi sudah tidak sabar."kata mama.


Dafi pun menceritakan hasil dari pemeriksaan tadi dan Bu Nani memperhatikan anaknya dengan serius.


"hasil pemeriksaan dokter tadi bahwa Nadya positif hamil..."kata Dafi.


Bu Nani seperti mau marah mendengar hal ini tapi mana bagaimana lagi.


"kan...apa yang mama takut kan akhirnya benar."kata Bu Nani


Dafi diam saja... membiarkan mamanya bicara.


"kamu sih... enggak bisa mengontrol nya sehingga istri mu bisa hamil."kata Bu Nani


"maksud mama apa? Nadya sudah pakai IUD."kata Dafi.


"ya...tahan sedikit saat bersama istri mu...ya sudah bagaimana lagi? mama akan tambah cucu satu lagi."kata mama


Dafi menelaah apa yang di katakan mamanya, dan dia teringat tentang apa yang di katakan dokter tadi di saat konsultasi.


"ma...hanya 2 orang pemakai IUD hormonal yang gagal dari 1000 pemakai di tahun pertama pemasang, jadi di antara 2 itu mungkin salah satunya adalah Nadya... begitu kata dokter."Dafi jelaskan.


Bu Nani mendengar apa yang di katakan anaknya.


"jadi yang pasang IUD itu dari 1000 hanya 2 yang kemungkinan gagal di tahun pertama pemasangan... berarti Nadya salah satunya?"kata Bu Nani


"ya ma... begitu lah..."kata Dafi.


Bu Nani sebenarnya tidak masalah dengan kehamilan Nadya tapi bagaimana lagi... yang mereka kasian pada arkan, masih bayi sudah mau punya adik.


"ya sudah... bagaimana dengan IUD Nadya? apakah di ambil atau di biarkan saja?"tanya mama


"dokter anjurkan untuk di cabut saja tapi menunggu kesiapan Nadya saja, tapi ma... paling lama minggu depan."kata Dafi


"oh... seperti itu... siapkan lah kondisi dan mental Nadya... jangan lama lama."kata mama


"baik ma... sudah malam...aku mau tidur saja."kata Dafi.


"mama juga sudah ngantuk...mau masuk."kata Bu Nani dan masuk kamar.


***


Pagi hari di rumah orang tua Mila ada yang sudah tidak sabar menunggu hasil testpack yang di lakukan oleh Mila.


Andi yang tadi malam giliran menemani mama di rumah sakit, setelah subuh dia jalan ke rumah orang tua Mila.

__ADS_1


Di dalam kamar menunggu hasil testpack, karena tak sabar dia pun ke kamar mandi mengambil testpack tersebut.


"sudah lima menit kan?"tanya Andi


"ya sudah...coba lah lihat."kata Mila


Mengambil hasil testpack, Andi yang dengan perasaan dag Dig dug... melihat hasil tersebut.


"bagaimana bang?"tanya Mila


Andi yang sebenarnya tidak mengerti melihatnya, lalu mengambil kertas petunjuk yang jadi pembungkus nya.


"garis dua positif sementara kalau satu enggak."kata Andi membaca.


Lalu dia melihat ke arah hasil testpack tersebut dan ternyata terlihat


"garisnya satu jelas sementara satu lagi enggak jelas."kata Andi


"aku enggak tau...coba tanya mama bang."kata Mila.


Menatap wajah istri nya yang terlihat lemas.


"kamu aja yang tanya... abang kan malu."kata Andi.


"ya sudah... letakkan saja di atas meja... nanti aku tanyakan sama mama."kata Mila.


"jadi... nanti sore bagaimana? jadi berobat?"tanya Andi


"ih...abang...ya jadi lah... positif atau tidak pokok nya nanti sore kita ke dokter."kata Mila


Andi yang tak mau terlambat ke kantor, dia segan dengan Dafi. Selama ayah nya masuk rumah sakit, dia sering terlambat atau tidak hadir ke kantor.


"ya bang... yang sering telat sampai rumah siapa?"tanya Mila


"iya sayang... hari ini cepat pulang,kan sudah janji sama kamu"kata Andi mendekati istrinya


Mila yang belakang tidak suka di dekati suami nya karena dia merasa kalau Andi bau... sehingga membuat dia mau muntah. Tapi kalau jauh merasa rindu.


"ih... jangan dekat dekat...abang bau...aku mau muntah."kata Mila


Tapi Andi mendekati nya juga karena merasa sudah mandi dan pakai minyak wangi, terpaksa membeli minyak wangi yang baru karena di bilang Mila bau sehingga membuat Andi tidak percaya diri dekat dengan orang.


"cup...abang kerja dulu..."mendekati sambil mencium kening istrinya.


Huek...huek...huek...


Dengan cepat Mila ke kamar mandi tapi Andi takut kalau istri nya terpeleset, jadi dia pegang tangan istrinya.


"hati hati... nanti jatuh..."kata Andi


Mila tidak menjawab tapi dia mau muntah tapi tidak ada isinya karena belum makan.


Setelah itu dia kembali ke tempat tidur, tempat yang paling nyaman saat ini.


"kan sudah di bilang... jangan dekat dekat...kan jadi gini."kata Mila

__ADS_1


Andi yang merasa bersalah karena sudah di ingatkan oleh Mila tapi dia saja enggak percaya, apa lagi di bilang bau...Andi tidak terima.


"maaf...lain kali enggak abang buat lagi."kata Andi.


Melihat suaminya yang sepertinya bersalah dan seperti anak kecil yang baru di hukum membuat Mila tak enak hati.


"ya... sudah...aku enggak apa apa... sekarang abang pergi kerja sana...jam segini ayah pasti sudah sarapan... takutnya dia kelamaan menunggu abang."kata Mila.


"baik... sudah ya... setelah sarapan abang langsung jalan."kata Andi.


Keluar dari kamar dan ternyata ayah memang sudah di Maja makan menunggu Andi.


"maaf ayah...lama menunggu."


"enggak apa...mari kita sarapan."kata ayah


Di meja makan sudah ada nasi goreng telur ceplok, dan yang membuat Andi penasaran ada buah apel yang sudah di potong bersih.


Karena penasaran maka dia tanyakan.


"buah apel siapa itu ma..."tanya Andi pada mama yang ada di meja itu.


Mama melihat ke arah menantu nya sambil menuangkan teh manis hangat.


"oh...itu untuk Mila..."jawab mama


"tapi ma...tadi Mila sudah test...di testpack terlihat hanya satu garis saja dan satu lagi enggak kelihatan."kata Andi.


Mama yang senang mendengar nya karena kemungkinan Mila hamil.


"Alhamdulillah...ayah...kita mau tambah cucu."


Andi bingung dengan reaksi dari mertua nya...


"ma...apa maksudnya ?tanya Andi


"itu testpack nya masih samar...tapi kemungkinan Mila hamil... namanya juga hamil di bulan pertama...itu biasa."kata mama


"memang seperti itu Andi... dulu ayah juga seperti mu saat mama hamil si agung...tapi saat hamil Mila sudah biasa saja... karena sudah ngerti."kata ayah.


Mendengar itu Andi senang sekali...di pagi hari dia sambut dengan semangat...apa lagi dia mau punya anak.


BERSAMBUNG


***


jangan lupa


like...


subscribe...


komentar yang membangun


bintang lima dan penilaian yang positif

__ADS_1


terima kasih


🙏🙏🙏


__ADS_2