
"Alhamdulillah...bos sudah sadar, Nadya pasti senang melihat nya",kata Andi.
"Nadya ???? Siapa dia???" tanya Dafi lagi
"bos enggak ingat sama Nadya?"tanya Andi
Dafi diam dan hanya menggelengkan kepalanya.
Andi melihat Dafi dengan bingung karena kenapa tidak kenal dengan Nadya."Bos ingat dengan qu?"tanya Andi.
"apaan sih pertanyaan kamu ? pasti ingat lah, kita dari sekolah dulu sudah berteman dan sampai sekarang juga serta tempat kerja kita yang sama"jawab Dafi
"iya...tapi bos nya kamu Dafi"kata Andi.
"itu tidak masalah dengan ku bro"jawab Dafi.
Bu Nani melihat interaksi dua sahabat itu lalu di dekati nya."kelihatan nya seru sekali kelihatan nya?"tanya Bu Nani kepada Andi dan Dafi.
"ini tante aqu nanya apakah dia masih kental sama seorang Andi? Alhamdulillah..
dia ingat dengan qu, tapi waktu di tanya ingat sama Nadya dia diam saja" Andi menjelaskan pada Bu Nani.
Bu Nani melihat ke arah Dafi, dia tidak percaya. masa tidak ingat!"Dafi kamu ingat sama saya?"tanya Bu Nani.
"mama apaan nanya itu, ingat lah sama mama sendiri"jawab Dafi.
"ya sudah Tante jangan terlalu banyak kita memberikan pertanyaan, nanti kita jumpa dengan dokter dahulu"Andi memberikan solusi pada Bu Nani karena kelihatan nya Bu Nani sedikit terkejut dan tak percaya sementara Dafi masih lemas dan belum fit.
"mama...Dafi masih sedikit pusing, nanti aja nanya yang lain"kata Dafi sambil memegang kepala nya.
"ya sudah bos istirahat saja dulu"kata Andi.
Dafi hanya tersenyum simpul mendengar perkataan Andi dan mata nya pun tertutup karena masih mengantuk berat mungkin masih dalam pengaruh dari obat.
"Tadi kalian ngomong apa?",tanya Bu Nani yang penasaran pada Andi.
"ngobrol biasa saja kok tante, tapi tadi qu tanyakan tentang Nadya dia diam saja seperti tak ingat"jawab Andi.
"ah...masa sih, nanti tante mau jumpa dokter mau konsultasi keadaan Dafi"kata Bu Nani.
Sementara itu di rumah sakit juga Nadya sedang melaksanakan terapi kaki nya supaya cepat sembuh."Selamat Bu Nadya... seperti nya sudah banyak perkembangan dan sebentar lagi juga Anda sudah bisa jalan seperti sedia kala"kata dokter Ilham yang lagi memantau Perkembangan Nadya.
Biasanya yang memantau dan membantu terapi Nadya hanya lah dua perawat saja, tapi untuk hari ini dokter Ilham turun tangan melihat perkembangan Nadya.
Dokter Ilham sengaja ikut karena ini adalah detik detik terakhir Nadya untuk terapi. Dia juga sudah bisa jalan sendiri walaupun masih pelan tetapi itu adalah awal yang baik, hanya tinggal sedikit lagi Nadya dapat berjalan.
Bu Nilam yang dari kamar rawat inap Dafi berjalan menuju tempat Nadya terapi, dia tidak sabar menyampaikan kabar gembira tentang Dafi. Sampai di depan ruangan terapi Bu Nilam memasuki ruangan tersebut.
Biasanya dia juga selalu ikut mendampingi Nadya tapi hari ini dia sedikit telat.Di lihat nya Nadya belajar jalan dengan perlahan, sedikit terharu melihat anaknya Nadya sudah mulai bisa berjalan. Apalagi tadi di lihat nya Dafi sudah sadar juga."Alhamdulillah... Nadya sudah mau sembuh dan Dafi juga sudah sadar. Ya... Allah semoga mereka bisa bersatu lagi"kata Bu Nilam dalam hati.
Orang tua mana yang tak sedih melihat anaknya kecelakaan, baru menikah suaminya pula yang kecelakaan."semoga Nadya dan Dafi bisa hidup bahagia"kata Bu Nilam lagi dalam hati.
Akhirnya kegiatan terapi Nadya sudah selesai dan setelah itu Nadya mau kembali ke ruang rawat inap Dafi. Bu Nilam pun masuk mendatangi Nadya, karena banyak perkembangan terapi tersebut maka Bu Nilam pun konsultasi dengan dokter Ilham.
__ADS_1
"dokter ada waktu?"tanya Bu Nilam
"iya Bu...ada apa?"tanya dokter
"mau menanyakan perkembangan anak saya Nadya" kata Bu Nilam pada dokter.
"kita ngobrol di ruangan saya saja Bu karena di sini masih banyak yang mau terapi juga"jawab dokter Ilham.
"baik nanti saya dan Nadya ke ruangan dokter"jawab Bu Nilam
"oke Bu saya tinggal dulu"jawab dokter Ilham
"silahkan"jawab Bu Nilam.
Bu Nilam mendekati Nadya karena terapi juga sudah selesai."ma...tadi ngobrol apa dengan dokter?"tanya Nadya.
"mama lihat perkembangan terapi mu sudah banyak dan seperti nya kamu sudah bisa jalan.Jadi mama mau konsultasi saja, bagaimana kelanjutan nya"kata Bu Nilam.
"oh... kirain nanya tentang apa gitu"kata Nadya
"ya sudah kita ke ruangan dokter Ilham dahulu baru nanti kembali ke tempat Dafi"ajak Bu Nilam.
"oke mama"jawab Nadya.
Nadya dan Bu Nilam pun keluar kemudian ke ruangan dokter Ilham.
tok...
tok...
tok...
"masuk..."dari dalam terdengar mempersilahkan untuk masuk.
Maka Du Nilam dan Nadya masuk ke dalam.
"silahkan duduk Bu"kata dokter Ilham
"eh... Nadya juga ikut nih"di lihat nya Nadya di belakang.
"iya dokter...mama maunya saya juga ikut"kata Nadya
"ya kamu duduk juga"kata dokter.
Bu Nilam sudah tidak sabar langsung bertanya"dokter bagaimana dengan perkembangan anak saya?"kata Bu Nilam
"Seperti yang sudah kita lihat, Alhamdulillah.... akhirnya sebentar lagi Nadya sudah bisa jalan",kata dokter Ilham sambil menulis sesuatu.
"Alhamdulillah... senang sekali saya mendengar nya"kata Bu Nilam
"jadi dokter minggu depan masih terapi"tanya Bu Nilam.
"sebaiknya tidak Bu, tapi ini resep nya bisa di tebus di apotik"kata dokter Ilham sambil memberikan kertas yang isinya resep pada Nadya.
__ADS_1
Nadya mengambil resep dari dokter Ilham sambil memperhatikan kertas tersebut.
"itu hanya vitamin yang mengandung kalsium supaya kaki nya kuat"kata dokter Ilham pada Nadya.
"iya dokter nanti kami tebus resep nya"Kata Nadya
"baiklah kalau begitu kami permisi dulu"kata Bu Nilam
"oh...iya Bu tapi jangan lupa satu minggu sekali kontrol"Dokter Ilham mengingatkan
"baik dokter"jawab Bu Nilam.
"permisi dokter"kata Nadya
Dokter Ilham senyum dan berkata"ya... silahkan"
Bu Nilam dan Nadya pun kembali ke ruangan Bogenvil A yang sekarang Dafi di rawat di sana.
Sambil jalan Bu Nilam dan Nadya ngobrol."mama tadi sebelum ke tempat terapi ada singgah ke ruangan bang Dafi"tanya Nadya.
"iya lah...mama ke sana dulu mau jemput kamu mau terapi"jawab Bu Nilam
"jadi tadi mama kesana?maaf ya ma... kirain mama tadi masih lama datang nya"jawab Nadya
"enggak masalah kok, tapi pas mama di sana ada kabar baik"kata Bu Nilam
"kabar apa ma? Nadya penasaran
"Ita loh...si Dafi sudah sadar"kata Bu Nilam
"Alhamdulillah...ayo ma...kita kesana. Nadya sudah tidak sabar nih"kata Nadya
"iya...ayo kita ke sana sekarang"jawab Bu Nani
Bagaimana reaksi Dafi waktu bertemu dengan Nadya ???
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
Like...like...like...
Komentar yang membangun
add favorit
dan tentunya
vote...vote... vote
Terima Kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏