
Malam hari di rumah Pak Kusuma sudah pada ngumpul untuk acara makan malam bersama yang terdiri dari pak Kusuma,Bu Mona, Siska dan Dedy. Suasana hening pada saat makan malam,hanya terdengar suara dentingan sendok setiap anggota keluarga.
Setelah selesai acara makan malam semua kembali ke kamar masing masing,pak Kusuma dan Bu Mona ke kamar utama sementara Siska kembali ke kamar nya di ikuti oleh Dedy.
Di dalam kamar Siska tidak suka Dedy juga berada di sama,jadi dia punya ide untuk kesepakatan bersama antara dia dan Dedy.
"Dedy... kenapa kamu mengikuti qu terus?"tanya Siska pada suaminya itu pada saat di dalam kamar.
"aqu enggak salah, kan sekarang juga jadi kamar kita berdua"jawab Dedy
Siska sangat marah mendengar jawaban Dedy, karena dia tidak suka dengan pernikahan mereka
"itu adalah pernikahan yang salah, karena terpaksa dan aqu tidak menginginkan nya. Apa kamu mengerti?
"bagaimana lagi?aqu juga melakukan nya seperti mimpi, aqu juga melakukan terpaksa juga tapi aqu juga sudah berjanji di hadapan Allah untuk menjadi suami mu?"kata Dedy
"aqu tidak peduli dan tak mau tau"kata Siska lagi
"Bu Siska yang terhormat, Tahu kah kamu pada saat ijab kabul tadi malaikat juga menjadi saksi kalau aqu seorang suami yang harus bertanggung jawab terhadap mu! apakah kamu mengerti!!!"
"terserah aqu tidak mau tau!"jawab Siska
Dedy mendekati Siska yang duduk di pinggiran tempat tidur dan berkata"maksud mu terserah aqu?"mereka saling berhadapan membuat takut Siska, akhirnya dia sedikit mengalah."baik lah...kita buat perjanjian untuk kita berdua"kata Siska yang berusaha supaya Dedy tenang.
"Perjanjian apa? supaya kamu lebih bebas lagi memperlakukan orang lain?",tanya Dedy
__ADS_1
"perjanjian kalau pun kita sudah menikah tapi aqu tidak mau jadi istri yang sesungguhnya"kata Siska
"bukankah kamu yang memulai nya? kamu yang memaksa?"tanya Dedy
"itu sebuah kecelakaan, anggap saja aqu yang khilaf"kata Siska yang tidak mau terlalu di pojokan oleh Dedy.
Suasana perdebatan yang tak kunjung selesai sampai jam 11 malam, waktu tidur atau istirahat malam. "aqu sudah capek mau tidur, lagian kalau berdebat terus tidak akan ada gunanya"kata Dedy.
Karena mau tidur jadi Siska tidak memberikan izin kalau Dedy tidur di tempat tidur king size miliknya, jadi dia ambil bad cover dari lemari dan memberikan pada Dedy"ini selimut dan bantal, kamu tidur di sofa saja. Tidak boleh tidur di sini"kata Siska sambil memberikan selimut, bantal dan guling.
Dedy melihat Siska memberikan yang langsung di ambil nya begitu saja."kamu itu tidak boleh seperti itu sama suami, lagian kita nikah bukan di jodohkan tapi kecelakaan. Jadi aqu sudah melihat semuanya"kata Dedy.
"terserah kamu,kita menikah karena kecelakaan dan keterpaksaan, jadi aqu tidak bisa menerima nya. Untuk itu kamu harus tidur di sofa saja"kata Siska
"oke tak masalah, kalau kira kira aqu enggak sanggup juga. Akan qu beritahukan pada pak Kusuma.Apa kamu enggak takut semua fasilitas yang ada di cabut sama papi mu"kata Dedy
Sementara Dedy yang belum punya baju di kamar itu hanya pasrah, dia memakai singlet dan sarung saja tak lupa selimut bad cover di pakai supaya tidak kedinginan tentu nya karena kamar yang sangat dingin sengaja di buat Siska untuk mengerjai Dedy suaminya yang baru hari ini sah.
Siska tidak memperdulikan apa yang di pakai Dedy dan bagaimana di sofa, dia tidur di kasur size king sendirian seperti biasanya."terserah dia mau tidur bagaimana, yang penting aqu tidak di ganggu nya"kata Siska dalam hati sementara bad cover menutupi tubuhnya karena tidak mau di lihat oleh Dedy.
Begitulah pasangan pengantin baru yang menikah karena insiden di rumah sendiri, karena sudah di putuskan oleh pak Kusuma maka apapun yang terjadi harus di laksanakan tanpa ada sedikitpun bantahan dari orang lain.
Prov Dedy
Dedy yang sebenarnya masih belum tertidur"kenapa bisa seperti ini? seperti buah simalakama, kalau tidak mau menikah dengan Siska kasian mamak dan Adik adik di kampung. Aqu adalah tulang punggung keluarga, setiap bulan Meraka harus di biayai makan dan sekolah adik qu. Menikah dengan Siska seperti nya makan hati, dia itu egois, tidak bisa mendengar kata TIDAK, apa yang dia mau harus di ikuti semua nya"kata Dedy dalam hati.
__ADS_1
"ya... Allah...ampunilah dosa ku, skandal satu malam yang membuat malapetaka untuk qu. Berilah jalan yang terbaik untuk qu."kata Dedy dalam hati lagi.
"qu jalani saja lah dulu pernikahan ini, jika tidak sanggup nanti akan menghadap ke pak Kusuma mertuaku itu"katanya dalam hati.
"hhhmmm" Dedy menarik nafas panjang seperti nya beban hidup terlalu berat di hadapinya tambah lagi masalah baru yang belum ada solusi tapi harus di jalani nya saja.
Sementara di luar pak Kusuma sengaja duduk di ruang keluarga untuk menonton TV, tujuan sebenarnya adalah mengawasi Siska dan Dedy. Mana tau terjadi cekcok yang tidak di inginkan,jadi dia harus standby di ruang keluarga yang selalu di lalui anggota keluarga jika hendak ke kamar, dapur, ke atas, keluar rumah juga pasti melewati ruang keluarga tersebut.
Jam 10 malam berdering, tapi suasana di kamar atas seperti nya biasa aja. Aman aman aja seperti nya suasana di kamar atas. "syukur lah kalau mereka aman saja"kata pak Kusuma dalam hati.
"apakah pemuda itu bisa menaklukkan Siska? kalau malam ini mereka baik baik saja, berarti Dedy itu bisa diperhitungkan kemampuan menaklukkan Siska yang keras kepala dan tidak pantang menyerah jika menginginkan sesuatu"kata pak Kusuma lagi
Bu Mona keluar kamar untuk mencari keberadaan suaminya."papi kenapa di sini?"tanya Bu mona mendekati pak Kusuma.
"papi masih belum ngantuk,mami saja pergi duluan"kata pak Kusuma
"masa sih... bukannya papi sengaja di sini untuk memantau pengantin baru di atas?",tanya Bu Mona
Karena ketauan misinya ketahuan istri nya pak Kusuma refleks berkata"sssstttt, jangan kencang kencang bicara nya"kata pak
"lho...kenapa?"tanya Bu
"papi kan malu kalau ketahuan"kata Pak Kusuma pada istri nya sambil sedikit berbisik.
"oh... seperti itu, mami masuk kamar duluan ya...mau jadi pengantin baru juga"kata Bu Mona sedikit mend*s*h dan manja di telinga suaminya.
__ADS_1
Pak Kusuma mendengar perkataan istri nya menggoda