Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.186


__ADS_3

Tok...tok...tok...


"Permisi...dedek bayi nya mau di bawa ke ruangan."kata perawat masuk ke kamar Nadya.


Duo Oma melihat ke arah perawat yang masuk, seperti tak percaya cucu yang baru di pegang mau di bawa kembali ke kamar bayi.,"lho... sudah habis waktu nya suster?"kata Bu Nani.


"sudah Bu... sekarang mau di bawa ke ruang bayi, besok pagi kami akan bawa kembali. Lagian biar Bu Nadya istirahat dulu "jawab perawat.


"seperti nya baru lima menit kita bersama dedek bayi "kata Bu Nilam lagi sambil menyerahkan pada Nadya terlebih dahulu.


Nadya yang melihat ke dua oma sedikit lucu dan mengambil dari tangan mamanya."sebentar suster...saya mau kasi ASI sekali lagi "kata Nadya.


"baik Bu"kata Perawat dengan sabar.


Bu Nani yang melihat perihal cucunya Nisa mendekati menantu nya."aduh...Nisa pasti mau dekat dengan adek bayinya"kata Bu Nani dalam hati.


Lalu Bu Nani mengalihkan perhatian cucunya itu "Nisa...kita mau pulang tapi kita ke toilet dulu, nanti di jalan biar enggak kebelet"ajak Bu Nani.


"bentar lagi Oma...Nisa mau lihat dedek bayi sama mama"jawab Nisa.


"tapi ini sudah mau malam,"kata Bu Nani.


"nanti aja ma...dia mau sama adeknya dulu,sini duduk dengan mama dan adek di tempat tidur "ajak Nadya karena melihat Nisa yang mau dekat dengan nya.


Lalu Nisa duduk di ranjang dengan Nadya dan adek bayi. Nisa memperhatikan mama nya yang lagi memberikan ASI pada adek bayi."mama... kapan kita bawa pulang adek bayi?"tanya Nisa


"belum tau sayang...kita tanya sama suster saja ya..."jawab Nadya.


Perawat yang mendengar pertanyaan Nisa pun langsung menjawab "paling lama dua hari ke depan sudah boleh pulang, Kakak sudah enggak sabar membawa pulang adek bayi ya..."tanya perawat pada Nisa


"iya... suster, Nisa mau ajak main"kata Nisa.


"wah... untuk sementara adek bayi di jaga dulu, kalau sudah besar baru di ajak main"kata perawat.


"oh... gitu ya..."kata Nisa menggaruk kepala.


Tak berapa lama Nadya pun menyerahkan bayinya pada perangkat,lalu membawa bayi ke ruangan nya. Terlihat wajah Nisa yang pasrah karena adek bayi nya di bawa."adek bayi sudah pulang ke ruangan nya sekarang kita pulang ke rumah ya...,"ajak Bu Nani.


"iya...Oma...Nisa ke toilet dulu"kata Nisa.


Setelah selesai maka Bu Nani yang pulang duluan di antara yang ada di sana ."kami pulang dulu ya... besok kami datang lagi,"kata Bu Nani pamit pada Nadya yang lagi membelai rambut Nisa.


"iya ma...di rumah sama Oma harus baik Budi "pesan Nadya


"iya ma..."jawab Nisa dan mendekati ayah nya.


"princess...baik Budi sama Oma, do'akan besok adek bayi bisa pulang"kata Dafi lalu menggendong Nisa.


"baik ayah..."jawab Nisa.

__ADS_1


Bu Nani pun menyalim semua yang ada di ruangan untuk berpamitan. Tiba dengan Andi yang masih memeriksa dokumen yang di bawa."Andi...kamu jangan kerja saja, sudah saatnya berkeluarga. Itu Bu guru kalau sudah cocok buat Tante bantu lamar ke rumah nya."kata Bu Nani.


"Tante...ada saja ..."jawab Andi


"Tante serius, iya kan Bu guru"kata Bu Nani pada Mila.


Sementara Mila hanya tersenyum malu,tapi tidak membantah dan dari wajahnya tidak menolak."lihat tuh Andi...Bu guru tidak menolak"kata Bu Nani lagi.


Tapi Dafi mendekati mamanya untuk menghentikan mengolok Andi dan Mila."mama sudah mau malam, sebaiknya pulang sekarang"kata Dafi.


"iya...ini juga mau pulang,besan...kami duluan ya..."kata Bu Nani berpamitan.


"silahkan besan... sebentar lagi kami juga mau pulang"jawab Bu Nilam sambil cepika cepiki sama sahabat sekaligus besannya.


Setelah Bu Nani dan Nisa duluan pulang sekarang tinggal yang ada di kamar. Pak Arif yang juga mau pulang tapi Bu Nilam masih mau menunggui anaknya.


Nadya yang sudah capek dan ngantuk tapi belum makan malam."Nadya kamu makan sekarang tadi kamu baru menyusui"kata Bu Nilam.


"iya ma...ini juga mau makan"jawab Nadya.


Bu Nilam mengambil makanan untuk anaknya. Sementara Mila yang di dekatnya melihat perhatian Bu Nilam."Mila... semoga kamu cepat menyusul ya..."kata Bu Nilam.


"a...min..."jawab Mila.


"do'akan saja ma... biar cepat kita dapat undangan pesta"kata Nadya ikut menggoda Mila.


"pasti...itu teman Dafi ganteng juga kok, tunggu apa lagi? tantang dia kapan mau melamar atau serius"kata Bu Nilam


Bu Nilam melihat sahabat anaknya itu dan memberikan wejangan."oh ... begitu...kalau dia ajak serius,tantang dia. Bilang kalau kamu mencari orang yang serius,dan kalau dia mau langsung ta'aruf saja"kata Bu Nilam bersemangat sehingga membuat Nadya dan Mila tertawa.


"wkwkwk..."Mila dan Nadya tertawa.


Dafi dan Andi tidak mendengar percakapan para wanita tapi tertawa nya mereka dengar."kalau perempuan sudah ngumpul pasti heboh ya..."kata Dafi.


"iya...memang seperti itu bos "kata Andi.


seperti nya sudah azan magrib,kita sholat di mushola sini saja."ajak Dafi.


"yuk lah... lagian ayah mertua bos sudah siap siap itu"kata Andi.


"ayo kita magrib di mushola saja,"ajak pak Arif.


"baik ayah...yuk kita jalan"jawab Dafi.


Di kamar tinggal Bu Nilam,Nadya dan Mila."mama sholat dulu ya... nanti kita lanjutkan pembicaraan tadi ya Mila"kata Bu Nilam.


Mila tidak menjawab hanya tersenyum dan mengangguk"aduh...mama Nadya kok serius kali"kata Mila dalam hati.


"hayo Mila...mama berarti serius "kata Nadya

__ADS_1


"tapi aqu enggak ada hubungan dengan bang Andi "kata Mila


"bang Andi memang enggak ada calon juga biar saja mama yang heboh "kata Nadya.


"terserah lah..."kata Mila pasrah.


Tak berapa lama para lelaki sudah kembali, karena sudah malam jadi Andi mengajak Mila untuk pulang."bos... kami pamit dulu, sudah malam"kata Andi pamit.


"terima kasih sudah datang,jangan lupa antar Mila sampai rumah "pesan Dafi.


"Hati hati di jalan ya..."kata Nadya juga.


"iya... cepat pulih ya Nadya "kata Mila.


Bu Nilam yang dari toilet mendekati mereka."Mila... hati hati di jalan, antar sampai rumah ya Andi"pesan Bu Nilam.


"baik Tante... permisi om..."kata Andi pada mertua sahabat nya


"ya... hati hati di jalan"pesan pak Arif.


Andi dan Mila pun jalan keluar meninggalkan ruangan Nadya, mereka menuju parkiran kendaraan,Sampai di parkiran sepeda motor.


"Mila... sebelum makan,kita singgah makan dulu ya..."ajak Andi.


"boleh..."jawab Mila


"kamu mau makan apa?"tanya Andi


"terserah abang saja"jawab Mila.


"ya sudah...kita jalan sekarang aja"kata Andi.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like... like...


add favorit...


vote... vote...vote...


komentar yang membangun...


bunga mawar yang bermekaran


secangkir kopi hangat

__ADS_1


terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2