
Dedy yang sudah di kantor pun langsung kerja tapi dia masuk ke ruangan biasanya, karena tidak ada mandat dari pak Kusuma,
Dan juga pak Kusuma hari ini akan ke kantor walaupun tidak tau jam berapa akan sampai, bisa siang atau setalah jam istirahat.
Di tempat kerja biasanya tidak ada berkas yang harus di periksa atau yang mau di kerjakan, tiba tiba pintu di ketuk seseorang.
Tok...tok...tok...
"masuk..."kata Dedy.
Seorang perempuan masuk ke dalam dan orang tersebut tidak asing dengan Dedy.
"pagi pak...pesan pak Kusuma kalau bapak kerja di ruangan nya karena banyak berkas yang mau di periksa dan di tanda tangani"kata sekertaris.
"oh... begitu?"kata Dedy tak percaya.
"iya pak... setelah Zuhur baru pak Kusuma ke kantor"kata sekertaris.
"baiklah kalau begitu saya segera ke sana"kata Dedy.
"saya permisi pak mau kembali ke tempat kerja saya"kata sekertaris.
"mmmhhh...", jawab Dedy.
Setelah sekertaris kembali ke ruangan nya maka Dedy pun bersiap untuk ke ruangan bos perusahaan, sebenarnya dia tidak nyaman dengan posisi ini tapi bagaimana lagi...Siska hari ini harus beristirahat."kalau Siska benaran hamil,jadi di mana ruangan aqu kerja?"kata Dedy dalam hati.
Sebenarnya Dedy sangat senang kalau istrinya hamil dan dari segi usia Dedy sudah sangat matang dan kalau rezeki dia pun bekerja walaupun di tempat mertua, sebelum jadi menantu gajinya juga sudah cukup untuk menghidupi sebuah keluarga dengan hidup sederhana tapi tidak terlalu mewah.
Membawa peralatan tempur untuk kerja seperti laptop dan tas yang biasa dia bawa. Sampai di depan ruangan Dedy pun masuk ke dalam dan ternyata di sana sudah banyak berkas yang sudah menunggu.
Duduk di kursi yang biasa di pakai oleh pak Kusuma, Dedy melihat kursi kerja yang mewah."sepertinya aqu tidak pantas duduk di sini"kata Dedy dalam hati.
Maka dia pun duduk di sofa , membuka laptop dan memeriksa berkas satu persatu.
Dedy memerintahkan berkas tersebut satu persatu,dia juga melihat mana yang mau di tanda tangani dan melihat berkas tersebut dari perusahaan mana.
Karena terlalu konsentrasi sehingga Dedy tidak menyadari ada seseorang yang masuk ke dalam."pak...ini berkas yang lain"kata perempuan tersebut.
"letakkan saja di meja sana... nanti saya periksa"kata Dedy
"baik pak...ada yang perlu saya bantu?"tanya perempuan tersebut.
"kamu kembali saja ke tempat kerjamu nanti saya panggil kalau ada sesuatu"kata Dedy tanpa melihat orang tersebut.
Perempuan itu tidak mau keluar dia hanya berdiri di depan Dedy sehingga mengganggu konsentrasi nya."sudah saya katakan...kamu kembali ke tempat semula"kata Dedy sambil melihat laptop.
"enggak mau pak...mau di sini saja"jawab perempuan tersebut.
Dedy yang semula tidak begitu peduli dengan perempuan tersebut maka dia pun melihat orang tersebut, setelah melihat ke arah orang yang di hadapan nya. Dedy sangat terkejut melihatnya.
__ADS_1
"Siska....kamu di sini....?kata Dedy tidak percaya.
"iya mas...aqu enggak betah di rumah, mau dekat kamu"kata Siska mendekati suaminya yang lagi kerja.
Merasa di kerjain istrinya dengan mengubah suara maka Dedy pun mencubit pipi istrinya.
"kamu itu.... mulai jahil ya...."kata Dedy.
"siapa yang jahil? mas aja yang kalau kerja serius sekali"kata Siska.
"bagaimana enggak serius melihat tumpukan berkas yang di periksa dan setelah jam istirahat seperti nya ada meeting dengan klien"kata Dedy.
Siska yang ke kantor diam diam keluar dari rumah tanpa sepengetahuan mami dan papi nya, dia pun memakai mobil pribadinya sendiri sementara Dedy memakai mobil yang baru saat mereka pulang kampung.
"tadi kamu ke kantor naik apa?"tanya Dedy.
"mas...aqu punya mobil sendiri dan bisa nyetir, jadi aqu yang bawa."jawab Siska.
"mami dan papi sudah tau?"tanya Dedy
Siska yang memang tidak memberitahukan pada orang tuanya, dia tidak menjawab suaminya maka dia menunduk.
Dedy mendekati istrinya yang duduk di sebelah.", pasti enggak kasi tau mami dan papi?"kata Dedy.
"iya..."jawab Siska.
"ya sudah... sekarang duduk di sebelah, jangan ganggu mas..."kata Dedy.
"kamu sakit.... makanya jangan keluar rumah dulu...ya sudah istirahat di sini atau di dalam?"kata Dedy karena ada ruangan untuk istirahat di dalam.
Siska yang memang tidak mau karena dia hanya mau istirahat dekat dengan suami nya.
"enggak mau di dalam...mau dekat mas saja"kata Siska dengan manja.
"ya sudah...di sini istirahat, tapi jangan ganggu mas dulu ya. nanti enggak siap kerjaan"kata Dedy.
"oke mas... nanti mas bisa khilaf"kata Siska.
"mmmhhh... tolong jangan memancing di sini, nanti bisa terjadi"kata Dedy.
Karena memang tidak fit badannya maka Siska tidak mau mengganggu suaminya, maka dia pun tidur di sebelah suaminya.
Sementara Dedy masih banyak pekerjaan pun hanya diam tidak mau memperdulikan istrinya.
Tak terasa jam makan siang pun tiba dan pekerjaan Dedy sudah hampir selesai, paling minta tanda tangan pak Kusuma. Karena jam istirahat maka Dedy pun tidak melanjutkan pekerjaan nya, terdengar suara azan Zuhur.
"aqu sholat saja dulu, Siska seperti nya kecapean jadi nanti saja di bangunkan"kata Dedy dalam hati.
Sholat Zuhur yang di kerjakan dalam ruangan nya saja setelah itu dia baru membangunkan Siska.
__ADS_1
"Siska... bangun... sudah Zuhur"kata Dedy
Tapi ada jawaban dari Siska, maka Dedy pun mendekati untuk membangunkan istrinya.
"Siska... bangun..."kata Dedy yang sambil memegang kening istrinya.
Betapa terkejutnya Dedy karena kening Siska sudah panas sekali.
"Astaghfirullah hal'azim... Siska...kamu demam..."kata Dedy panik lalu mengambil air dingin untuk membasuh kening dan kepala nya.
Di buka Dedy jilbab istrinya lalu dia pun berikan air di kening."ya Allah... badan mu panas sekali"kata Dedy ngomong sendiri.
"mmmhhh...ada apa mas?kok dingin..."kata Siska terbangun karena kening dan kepala nya di kasi air.
"badan mu panas... minum air putih ini yang banyak"kata Dedy memberikan air tersebut.
Siska mengikuti perintah suami nya tapi dia juga enggak sanggup minum terlalu banyak.
"hoek... hoek...hoek..."
Siska muntah tidak sanggup minum terlalu banyak."ya Allah...ayok kita ke dokter sekarang"kata Dedy.
Sudah tidak bisa mendengar dan menjawab pertanyaan suaminya Siska lemas dan dengan seketika Dedy membawa istrinya ke rumah sakit."tolong rapikan ruangan... saya mau ke rumah sakit mengantarkan istri..."kata Dedy sambil menggendong istri nya ke bawah.
"baik pak..."jawab sekertaris yang juga kaget karena Dedy menggendong istri nya.
"Bu Siska kenapa ya..."kata sekertaris dalam hati.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like...
add favorit...
komentar yang membangun...
bunga mawar yang bermekaran
secangkir kopi hangat
serta
vote... vote... vote...
terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏