
Pagi hari di rumah orang tua Mila...Andi sudah bersiap untuk kerja, karena baju kerja tidak ada di bawa jadi dia pun berpakaian seadanya, sampai rumah mau di ganti.
Mila terlihat masih tidur di atas kasur.,. hari ini dia malas bangun dari tempat tidur, ingin berlama-lama di sana. Andi membangunkan nya biar sama keluar.
"Mila... bangun...kamu enggak kerja?"tanya Andi
Yang di bangunkan hanya membuka mata dan melihat ke arah sumber suara, terdiam melihat ke arah Andi.
"sudah bangun bang?"tanya Mila
"mmmhhh...kamu enggak kerja?"tanya Andi kembali
"eeeengngng gak... enggak enak badan ku."jawab Mila
Andi merasa khawatir jadi dia mau memeriksa badan dengan cara menempelkan telapak tangan nya di jidat Mila.
"mmmhhh... enggak panas..."
"iya... tapi aku pusing bang..."kata Mila
"ya sudah... kalau begitu abang pergi dulu... kalau begitu nanti kita periksa ke dokter jika tidak ada perubahan.,"kata Andi
Mendekati Mila dan mencium kening istrinya .
Cup
Mendapat serangan mendadak membuat Mila terkejut.
"tumben nih...sun kening..."kata Mila
"enggak tau... lagi pengen aja... enggak boleh...?"kata Mila
"boleh...tapi aku jadi tarik nafas..."
mengerutkan keningnya mendengar itu karena dia juga baru mandi.
"bau dari mana...baru aja mandi... pakai deodorant juga."kata Andi.
"enggak tau lah... jangan dekat dekat..."kata Mila
Menggaruk kepalanya yang tak gatal melihat tingkah istrinya.
"sudah ah... abang kerja dulu."kata Andi keluar dari kamar.
Ayah dan mama sudah ada di meja makan, sebenarnya Andi segan untuk bergabung.
"Andi... sini sarapan..."ajak ayah
"baik ayah..."jawab Andi
Duduk makan bersama dengan menu lontong sayur ,ada empat bungkus di atas meja.
"hari ini mama enggak masak karena Mila pengen makan lontong jadi sekalian saja untuk semua nya "kata mama
"iya ma... mungkin lagi kepingin...tapi di rumah biasanya dia masak."kata Andi.
"berarti dia bosan...ya sudah kita makan saja."ajak ayah.
Setelah makan lontong sayur ayah jadi fokus ke apel hijau yang ada di meja.
__ADS_1
"ma... tolong potong apel ini..."perintah ayah
"ayah mau? ini kan asam... ayah kan enggak suka..."kata mama
"jadi kenapa mama beli?"
"itu punya Mila...dia yang beli...semalam dia beli lima...itu kan tinggal tiga... kalau mau satu saja."kata mama
Deg
Ada perasaan yang aneh di rasakan Andi
"sajak kapan dia suka apel hijau? mungkin semalam dia lihat di jalan...jadi dia beli."kata Andi dalam hati.
"enggak jadi... keburu telat."kata ayah.
Anak menantu itu sudah selesai sarapan jadi mereka serentak untuk keluar rumah tapi dengan tujuan berbeda. Ayah langsung ke kantor sementara Andi kembali ke rumah mau ambil pakaian kerja.
Sampai di rumah dia cepat mengambil baju dan mengganti, dengan cepat dia kembali membawa mobil menuju kantor.
"aduh... hari ini aku telat... ngapain semalam bawa mobil? mending naik sepeda motor saja."kata Andi ngomong sendiri di dalam mobil.
Sampai di kantor dia memang telat, sampai jam setengah sepuluh...bos tentu saja sudah sampai. Sekertaris Dafi pun mendatangi Andi karena ada pesan dari bos.
"pak Andi...di panggil pak Dafi sekarang."kata sekertaris
"oh...iya... sudah lama bos sampai kantor?"tanya Andi
"Dari tadi pak Dafi menunggu bapak."kata sekertaris
"baik...saya ke sana sekarang."kata Andi langsung berdiri menuju ruangan bos.
Andi mengetuk pintu ruangan bos
"Masuk..."
Dari dalam Dafi menjawab
Masuk ke dalam ruangan Andi melihat gelagat yang tidak enak, wajah bos terlihat datar... seperti lagi ada masalah.
Kalau sudah seperti ini biasanya Andi tidak bisa mengajak sahabat nya itu cerita atau bercanda, langsung saja menanyakan apa yang akan di tugaskan oleh bos.
"maaf bos tadi aku pulang ke rumah dulu karena tiba tiba menginap di rumah mertua tadi malam."kata Andi
"oh... begitu...huh.."kata Dafi menghembuskan nafas panjang
Andi bingung melihat bos nya yang seperti ada masalah, biasanya dia langsung cerita jadi memberanikan diri untuk bertanya.
"seperti nya ada masalah... kalau tidak keberatan... boleh cerita...mama tau bisa memberikan masukan..."kata Andi
Dafi melihat ke arah Andi... biasanya dia memang bercerita pada sahabatnya itu.
"aku tadi di marahin sama mama... katanya kemungkinan Nadya hamil... padahal kan sudah pakai IUD...mana Arkan masih umur lima bulan."kata Dafi.
"sudah di cek?"tanya Andi
"belum...tapi nanti sore mau di cek."kata Dafi
"emang nya bos enggak mau tambah anggota keluarga?"tanya Andi
__ADS_1
Dafi melihat dengan serius ke arah Andi.
"mau lah...biar rame tuh rumah...tapi setidaknya jarak nya tiga tahun ke atas."kata Dafi.
Andi jadi teringat pada istrinya...belum ada tanda kalau hamil, lagian masih dua bulan umur pernikahan mereka berdua.
"eh... apa kabar sama istri mu? sudah isi ?"tanya Dafi
"istri ku Alhamdulillah sehat...belum ada tanda bos... do'akan saja secepatnya isi..."kata andi.
"oh...kirain sudah hamil...kalian sudah berapa bulan menikah?"tanya Dafi
"baru dua bulan...."jawab andi.
Andi teringat saat Mila yang tadi kalau di dekati katanya kalau Andi bau.
"bos... boleh tanya sesuatu?",
"mau tanya apa?"tanya Dafi lagi.
"tadi pagi... istri ku lagi enggak enak badan...makanya mau tidur tempat mamanya."
"trus..."
Tiba tiba sekertaris Dafi masuk ke dalam...ada berkas yang mau di tanda tangani karena pihak HRD minta sekarang juga. Jadi mereka bicara saat sekertaris juga ada di sana
"pas aku mendekati nya...eh...malah dia bilang aku itu bau ... apa aku bau?"kata Andi.
"enggak lah... kalau kamu bau... sudah aku beli minyak wangi...biar enggak malu maluin."kata Dafi
Sekertaris ikut nimbrung mendengar cerita Andi.
"mungkin istri pak Andi lagi hamil...dia enggak bisa dekat tapi kalau jauh suka kecarian."kata sekertaris.
"apa...?"kata Andi dan Dafi bersamaan
"lho...biasa kok kalau seperti itu...dulu saya saat hamil anak pertama... seperti itu...."kata sekertaris langsung meninggalkan dua sahabat tersebut.
Andi seperti tak percaya mendengar apa yang di katakan sekertaris, sementara di pikiran Dafi... nanti akan punya anak yang sebaya sama Andi, sama seperti mereka saat ini.
"Andi...apa yang di katakan sekertaris tadi...bisa jadi...secepatnya kamu cek...mana tau istri kita bisa bersamaan hamil nya."kata Dafi yang sepertinya senang
Sementara Andi hanya mengangguk dan yang sepertinya tidak percaya, mendengar ucapan sekertaris... campur aduk rasanya...tapi yang pasti dia senang kalau istri nya hamil.
BERSAMBUNG
***
Jangan lupa
like...like...like...
subscribe...
komentar yang membangun
terima kasih
🙏🙏🙏
__ADS_1