Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.301


__ADS_3

Dokter pun membimbing Mila untuk rileks dan membimbing pernafasan untuk melahirkan.


"ayo Bu... pasti bisa... sedikit lagi.",kata dokter.


"aduh... sakit dokter..."kata Mila


Dokter dan Andi memberikan semangat pada Mila, karena keadaan bayi sudah mau keluar.


"tarik nafas panjang dan.....ibu pasti bisa..."kata dokter.


"ayo sayang... yang kuat...kamu bisa..."kata Mila.


"huh...huh...iiiiiiihhhhh..."kata Mila berjuang


Tiba tiba di ruang sebelah Nadya yang juga kesakitan.


"aduh.... dokter.... sepertinya saya mau lahiran..."kata Nadya dari sebelah.


Dokter jadi bingung karena mana yang harus di tolong terlebih dahulu, sementara Mila pun juga mau melahirkan. Beruntung Dafi yang juga ada di sebelah istrinya, jadi dia yang memberikan semangat pada istri tercinta.


"ayo sweet heart...kami pasti bisa..."kata Dafi.


Nadya mengikuti perintah dari suaminya, sementara dokter jadi kebingungan. lalu dia berdiri di tengah tirai antar Nadya dan Mila, serta mengerahkan dua bidan untuk membantu persalinan dua sahabat tersebut.


"ayo...ibu...ibu... pasti bisa ya....ada bapak di samping... pasti bisa..."kata dokter.


Secara bersamaan Mila dan Nadya mengedan dan tak berapa lama terdengar lah suara tangisan bayi.


"Hoek...Hoek...Hoek..."


Terdengar suara tangisan bayi, yang dokter mendengar bersamaan dua tangisan bayi.


"Alhamdulillah...."kata dokter dan dengan cepat membantu proses persalinan, tak lupa bidan dan perawat turut membantu.


Andi yang melihat pertama nya lahir ke dunia, merasa seperti tak percaya.


"Alhamdulillah....anak kita sudah lahir sayang."kata Andi


Mila yang sudah lemas hanya tersenyum dan tak sabar melihat anaknya.


"Alhamdulillah... mana anak kita...."kata Mila


"Anaknya cantik seperti ibunya, ini dia..."kata dokter mendekatkan anaknya di dada Mila.


Seperti tak percaya, Mila terharu melihat anaknya sudah ada di dekapan nya.


"Alhamdulillah...anak mama sudah lahir."kata Mila.


Bayi tersebut di biarkan di atas dada Mila , agar bayi mencari sumber makanan dari ibunya, ada sekitar lima menit lalu di ambil oleh bidan karena dokter lagi mengurusi Nadya.


"Saya ambil baby nya untuk di bersihkan dan bapak sudah bisa meng azan-kan."kata Bu bidan.


"baik Bu bidan."jawab Andi yang sudah acak acakan, berkeringat karena mengikuti proses kelahiran anaknya.

__ADS_1


Sementara itu di sebelah Nadya yang juga melahirkan .


"Alhamdulillah... anaknya juga cantik seperti ibu nya."kata dokter melihat baby yang sudah berada di atas dada Nadya.


"iya dokter..."jawab Dafi


"Selamat pak...berarti sudah sepasang ya pak..."kata dokter sambil memberikan selamat pada Dafi.


"Alhamdulillah...iya dokter..."kata Dafi.


Nadya yang mendengar pembicaraan langsung ikut berkomentar.


"berarti anak Mila juga perempuan ya...."kata Nadya.


"iya Bu... anaknya juga nanti akan jadi bestie..."kata dokter.


"pasti itu...mama dan ayah nya sudah bestie, anaknya juga dong."kata Nadya.


"saya tinggal dulu ya...bapak sudah bisa bersih bersih untuk meng azan-kan baby nya."kata dokter.


"baik dokter...."jawab Dafi.


Dafi pun meninggalkan Nadya karena mau membersihkan diri, dan tak sengaja bertemu Andi di dekat pintu.


"Selamat NDI... sekarang kamu sudah jadi seorang bapak..."kata Dafi.


"terima kasih bos... selamat juga atas kelahiran anak ke duanya....apa jenis kelaminnya?"tanya Andi yang tidak tau.


"sama jenis kelamin anak kita.", jawab Dafi


"berarti perempuan? wah... selamat sudah sepasang..."kata Andi.


"iya...yuk kita ke toilet, biar meng azan-kan anak kita."ajak Dafi.


Sementara itu Mila dan Nadya yang masih di ruang pemulihan sebelum ke ruangan, Mila yang kecapean dan begitu juga Nadya. Mereka berdua dari pagi tidak ada istirahat, jadi mereka pun tertidur sejenak tapi tidak begitu nyenyak karena ada lagi pasien yang mau melahirkan, jadi ruangan sedikit heboh.


Setelah meng azan-kan anak masing masing, mereka pun ke bagian administrasi rumah sakit.


"Andi... sebaiknya Nadya dan Mila kita buat satu ruangan saja, bagaimana menurut mu?"tanya Dafi.


"terserah bos saja...apa nanti tidak menggangu bos?"tanya Andi yang takut merasa bos nya akan terganggu.


"kamu itu... seperti orang lain saja, biar aku saja yang mengurus administrasi nya."kata Dafi


"jangan begitu bos, aku jadi enggak enak nanti."kata Andi


Dafi tak peduli dengan omongan sahabat nya itu, dia pun menyelesaikan administrasi rumah sakit ke dua wanita yang baru melahirkan itu. Sementara itu Andi hanya bisa pasrah dengan keputusan bos nya itu, dan dia juga tidak di rugikan.


Setelah dua jam di ruang pemulihan dan melihat kondisi ibu yang sehat, tidak ada yang di khawatirkan. Maka Nadya dan Mila pun masuk ke ruangan, ke dua sahabat itu tidak sadar di pindahkan ke ruangan.


Setelah ke duanya masuk ke ruangan dan di temani suami masing masing, baru lah Nadya yang sadar terlebih dahulu. Di lihatnya sekeliling ruangan, ternyata Dafi mendampingi nya di sebelah.


"kita di mana bang?"tanya Nadya

__ADS_1


"kamu sudah sadar sweet heart, syukur lah...kita sudah di ruangan...itu Mila juga di ruangan ini, hanya di sekat tirai saja .."kata Dafi


Nadya yang baru sadar masih mencerna omongan dari suami nya.


"oh... begitu...anak kita mana?"tanya Nadya


"masih di ruangan bayi sweet heart... nanti juga di bawa ke sini."jawab Dafi.


Mila yang mendengar suara sahabatnya jadi terbangun, lalu melihat di sekeliling ruangan.


Pertama yang dia lihat adalah Andi yang ada di sebelah.


"bang...kita ada di mana?"tanya Mila


Andi yang lagi what's up saudara agar ke rumah sakit untuk membawa ke dua orang tua nya.


"kamu sudah sadar sayang...kita berada di ruangan inap."jawab Andi


"oh...anak kita di mana?"


"masih di ruangan bayi...Nadya ada di sebelah ."kata Andi


Nadya yang mendengar sahabatnya sudah sadar, tak sabar untuk bertemu.


"bang...buka aja tirai nya."kata Nadya.


Andi yang mendengar itu langsung membuka tirai dan mereka saling bersebelahan.


"Mila...kamu sudah sadar?"tanya Nadya


"iya...anak kamu laki atau perempuan."tanya Mila


"apa ya... sepertinya sama lah seperti anak mu."jawab Nadya.


"perempuan juga?"tanya Mila seperti tak percaya.


"iya... sepertinya dari lahiran mereka sudah bestie..."kata Nadya


"betul juga ...lahiran saja harus sama, hanya beda beberapa menit saja."kata Mila


"iya...tapi beda mama dan beda ayah tentunya..."kata Nadya.


Dafi dan Andi hanya melihat interaksi antara istri mereka yang kalau jumpa tidak ada habisnya bahan untuk di bicarakan, jadi mereka berdua duduk di sofa sambil memberikan pada kerabat tentang kelahiran anak mereka masing masing.


TAMAT.


****


Mohon Maaf Apa Bila ada kesalahan dan terima kasih sudah membaca novel Author.


ada juga novel Author kalau ada waktu untuk meluangkan waktunya...


__ADS_1


__ADS_2