
Dedy turun ke bawah mau menjemput papi mertua, dia pun langsung ke parkiran yang di perintahkan Bu Mona. Dan memang ternyata pak Kusuma masih di mobil menunggu, dia melihat Dedy yang menjemput nya.
"lho...kamu di sini juga ? kata pak Kusuma.
"iya papi...tadi mami yang pesan."kata Dedy
"ya sudah...ayo kita jumpai mami, dari tadi papi nungguin di sini, katanya tidak boleh ikut sebelum dia panggil "kata pak Kusuma.
Mendengar cerita dari pak Kusuma baru Dedy sadar kalau sebenarnya tidak tau siapa yang sakit."ternyata papi enggak tahu siapa yang sakit "kata Dedy dalam hati.
Mereka berdua pun berjalan menuju ruang inap Siska. Sampai di dalam ruangan pak Kusuma bingung karena Bu Mona lagi duduk menunggu Siska tapi tidak terlihat oleh.
"mami lagi nungguin siapa?"tanya pak Kusuma sambil mendekati istrinya itu.
Tapi Bu Mona tidak menjawab, sehingga membuat pak Kusuma penasaran. Lalu mendekati istrinya itu, dan saat melihat yang lagi berbaring yang ternyata orang yang dia kenal.
"Siska...kamu kok bisa di sini? kamu kenapa?"tanya pak Kusuma yang tak percaya apa yang dia lihat.
Bu Mona yang melihat suaminya kaget jadi merasa takut karena bisa saja jantung nya kumat."papi... enggak ada apa apa, Siska hanya kecapean. ya sudah...kita duduk di sofa saja"kata Bu Mona menenangkan suaminya.
Siska yang tertidur pun jadi terbangun dan perlahan membuka mata dengan berat hati karena mendengar suara yang sedikit kuat.
Dengan membuka mata dan melihat ke arah sumber suara dan dia melihat kedua orang tua nya yang berjalan menuju sofa.
Dedy yang melihat istrinya terbangun mendekat dan menanyakan sesuatu."sudah bangun? mau sesuatu?"tanya Dedy pada istri nya.
"aqu haus mas, minta tolong ambilkan minum"kata Siska.
Dengan cepat Dedy mengambilkan minuman untuk istri tercinta.
Pak Kusuma dan Bu Mona melihat perlakuan menantu mereka pada anak kesayangan nya.
"Alhamdulillah...ya mi... Siska mendapatkan suami yang sayang padanya"kata pak Kusuma.
"iya... walaupun pada awalnya Siska merasa terpaksa, syukur lah Dedy dengan sabar menghadapi anak kita"jawab Bu Mona
Pak Kusuma yang masih bingung dan belum tau kenapa anaknya bisa masuk rumah sakit ,dia menanyakan pada istrinya.
"mi...kenapa Siska bisa masuk rumah sakit?"tanya pak Kusuma
"pas di kantor tadi dia tiba tiba pusing dan panas badannya, mungkin bawaan hamil kali"kata Bu Mona.
mendengar perkataan istrinya,pak Kusuma Marasa tak percaya apa yang di dengar nya.
"apa mi...coba ulang sekali lagi?"kata pak Kusuma tak percaya.
Sementara Bu Mona juga enggak mengerti,apa yang di tanyakan suaminya.
"maksud papi apa?"jawab Bu Mina sambil memainkan HP di tangannya.
__ADS_1
"itu...lho...Apa benar Siska hamil?"tanya pak Kusuma untuk meyakinkan.
Bu Mona tersenyum dengan pertanyaan suaminya dan menjawab sambil mematikan HP.
"iya ...papi... dari awal kan mami sudah yakin,yang lain aja yang tidak percaya dengan perkataan mami"jawab Bu Mona sambil cemberut.
"Alhamdulillah.... sebentar lagi kita punya cucu ya mami..."kata pak Kusuma dengan suara yang kuat sehingga membuat Siska dan Dedy melihat ke arah sumber suara.
"papi... jangan ribut, Siska butuh istirahat "kata Bu Mona mengingatkan.
"oh...iya... maaf... maaf..."kata pak Kusuma mendekati anaknya dan memeluk nya.
Siska yang di peluk pak Kusuma sedikit kaget."Selamat sayang... maaf kalau selama ini papi selalu keras terhadap mu"kata pak Kusuma.
Siska hanya terdiam, mengangguk dan menjawab dalam pelukan papinya.
"iya...papi...Siska juga minta maaf..."jawab Siska.
Hening sejenak dalam ruangan, melihat ayah dan anak saling berpelukan.
Bu Mona dan Dedy hanya terdiam melihat kejadian tersebut.
Setelah memeluk putri satu satunya itu,pak Kusuma mendekati Deddy.
"Jaga anak saya... sekarang dia mengandung anakmu, jaga fisik dan psikis nya, kalau terjadi apa apa dengan Siska, kamu berhadapan dengan saya"kata pak Kusuma.
"i...ya...papi...insha Allah Dedy akan jaga dengan baik."jawab menantu nya sambil berpelukan.
"papi .. percayakan pada Dedy,dia akan menjaga dan merawat anak kita "kata Bu Mona
Tak berapa lama, pak Kusuma dan Bu Mona pun ikut beristirahat di rumah sakit sambil menunggui anak perempuan satu satunya.
Dan tak terasa hari pun sudah siang dan waktu nya lunch pun tiba
"sudah jam berapa ya ...kok perut terasa lapar?"kata Bu Mona dalam hati,lalu melihat ke arah jam dinding yang ada di ruangan rumah sakit.
Mencari keberadaan yang tidak mengetahui letak pasti nya, lalu Bu Mona berdiri mencari keberadaan jam tersebut."di mana jam nya ya...?"kata Bu Mona tanpa sadar.
"cari apa mami?"tanya pak Kusuma melihat istrinya berdiri.
"itu lho papi... sudah jam berapa? "jawab Bu Mona.
Pak Kusuma mengerutkan dahinya, melihat tingkah istri nya "kan bisa lihat di HP"kata pak Kusuma.
"Astaghfirullah hal'azim...kok mami enggak kepikiran ya..."kata Bu Mona
"pantesan saja lupa, sebentar lagi kan jadi nenek"kata pak Kusuma.
"enggak ada hubungannya papi..."jawab Bu Mona
__ADS_1
"ada lah... sudah mulai lupa,jadi sudah bisa punya cucu"jawab pak Kusuma.
Siska dan Dedy yang lagi di tempat tidur pasien, melihat tingkah kedua orang tua itu lucu.
"ya... sudah, sekarang papi dan mami cari makan siang aja. sudah waktunya makan kok"kata Siska
"betul juga kata Siska, yok Pi...kita lihat di kantin rumah sakit, kalau enggak selera kita cari makan di luar"kata Bu Mona.
"boleh juga, tapi di kantin rumah sakit aja. kalau di luar lebih baik kita pulang ke rumah"jawab pak Kusuma.
Bu Mona berpikir sejenak sambil mengajak suaminya keluar kamar "dari pada ke rumah, lebih baik makan di kantin aja"kata Bu Mona dalam hati.
"ya sudah...kita cari makan di kantin aja kalau begitu,kamu mau pesan apa Dedy?"tanya Bu Mona pada menantu kesayangan nya
Namanya di panggil, Dedy melihat ke arah mami mertuanya."terserah mami saja"jawab Dedy
"mami... kalau soal makan,Dedy enggak pernah protes. apapun yang ada, pasti mau makan.lebih baik tanya sama Siska"kata pak Kusuma.
"samakan saja mi..Siska lagi enggak kepingin apa apa"jawab Siska.
"oke...tapi apapun yang di bawa, harus di makan ya..."kata Bu Mona dengan lembut tapi tegas.
Siska hanya mengangguk dengan perkataan maminya, karena betul yang dikatakan maminya."kamu harus makan, kalau enggak selera...ya harus di paksa makan "kata Bu Mona sambil berjalan keluar yang di ikuti suaminya dari belakang.
Berdua keluar dari kamar Siska dan menuju kantin rumah sakit, dari kejauhan pak Kusuma melihat seseorang yang dia kenal dan mendatangi orang tersebut.
Siapkah dia ? ada yang kenal ?
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like... like... like...
add favorit...
komentar yang membangun...
bunga mawar yang bermekaran
secangkir kopi hangat
serta
vote... vote... vote...
Terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏