
Di acara dinner ini Nadya melihat bagaimana antusias nya Siska mendekati Dafi. Dan baru di sadari nya kenapa Nisa dan Dia harus ikut. Kenapa Nisa harus memanggil MAMA dengan Dia. Ternyata Bu Siska ini suka dengan bang Dafi. Atau apakah karena ini dia menerima tawaran dari mamanya Bu Nani untuk mereka di jodohkan?
Lebih baik nanti qu tanyakan saja sama bang Dafi. Jangan karena mau menghindari Siska ini dia harus terpaksa menerima perjodohan kami.
Nadya seperti melamun memikirkan sikap Siska kepada mereka, kenapa hanya Dafi aja yang di sambut sementara kami hanya duduk jauh dari mereka.
Tiba tiba Nisa memanggil, "mama tolong ambilkan makan Nisa" sambil mengguncang tangan Nadya.
Sadar dirinya di panggil Nisa, "ada apa sayang ?"
"Nisa lapar mama, minta tolong ambilkan Nasi nya pakai udang tepung pakai saos" kata Nisa
"iya mama ambilkan semua! tapi pakai sayur, ada capcay tu.
"mau ma pakai capcay" Nadya pun mengambilkan makanan untuk Nisa, setelah itu Nisa makan sendiri tapi di bantu Nadya juga, seperti kalau lagi makan di sekolah.
"Mama enggak makan" tanya Nisa karena dari tadi di lihat nya Nadya hanya memperhatikan Nisa aja dari tadi.
"enak capcay nya?" tanya Nadya karena melihat Nisa makan dengan lahap.jadi selera mau makan capcay pakai udang.
"enak ma, coba ni makan punya Nisa"
"mama ambil baru aja"Nadya pun mengambil capcay pakai udang goreng tanpa nasi.
"enggak pakai nasi" tanya Nisa lagi
"ini juga sudah kenyang mama, ada capcay, udang dan orange just"kata Nadya
"mama takut gemuk ya???"
"wkwkwkwk... aduh Nisa masih kecil,kok sudah tau? jadi gemas mama" Nadya menjawab sambil mengelus pipi tembem Nisa.
Dari kejauhan Dafi melihat interaksi antara Nadya dan Nisa yang cukup akrab, membuat dirinya merasa iri.kenapa juga aqu harus duduk dekat Siska dan papinya.Dafi berkata dalam hati. Tapi Dafi senang melihat interaksi mereka berdua, jadi aqu enggak salah memutuskan memilih calon istri pada Nadya.
Melihat Dafi yang hanya diam dan melihat Nadya dan Nisa, Siska rasanya marah,kesal, cemburu.ingin rasanya mengusir Nadya acara dinner malam ini.
"Pak Dafi,kenapa diam saja?"tanya Siska
"oh...saya lagi menikmati makan malam ini, masakan nya enak semua"kata Dafi
"tentu saja, untuk mengundang orang spesial seperti Anda persiapan yang harus perfect, jangan mengecewakan" kata Siska penuh dengan kesombongan.
"terima kasih Bu Siska sudah mengundang kami,saya merasa terhormat" kata Dafi
"sama sama pak, semoga kerja sama kita bisa berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan"kata Siska.
Setelah makan bersama Dafi mau mendatangi Nadya dan Nisa,tapi sepertinya Siska begitu lihai mengalihkan perhatian Dafi, sehingga tidak ada ruang untuk pergi mendatangi Nadya dan Nisa.
Karena merasa sudah tidak ada yang perlu di bicarakan lagi, akhirnya Dafi permisi ke toilet."Bu Siska, toilet dimana ya" tanya nya
"oh...ada di belakang, sebentar saya panggilkan pelayan untuk mengantarkan bapak" Siska lalu memanggil pelayan dengan melambaikan tangan.lalu berkata "kamu antar kan Bapak ini ke toilet"
"baik Bu" Lalu Dafi pun di antar ke toilet.
Sementara itu Siska mendekati Nadya dan Nisa. Siska memberi senyuman sinis dan berkata. " kamu benar istri nya Dafi ?"
"maksudnya ibu apa" tanya Nadya
__ADS_1
"setahu saya Dafi itu enggak ada istri" kata Siska
"tau dari mana ibu, saya memang istri nya"
"istri siri atau kamu ngaku ngaku aja" kata Siska dengan sinis.
Mendengar kata kata Siska membuat Nadya sedih, rasanya dia ingin langsung pulang ke rumah. Tapi di lihat nya Dafi enggak kelihatan, tapi hanya ada Andi yang dia kenal.
Dari pada panjang perdebatan yang membuat pertengkaran lebih baik menghindar. Nadya pergi mau membawa Nisa ke luar dari ruangan. Tetapi Andi melihat itu langsung mendatangi nya.
"Mba Nadya mau kemana ?" tanya Andi
" mau keluar" jawab Nadya dengan mata berkaca-kaca
Melihat Nadya dengan mata berkaca-kaca, dia menghalangi niat Nadya.
"mba jangan keluar dari ruangan ini, karena saya juga baru pertama kali di sini, enggak tau seluk beluk rumah. sebaiknya kita berada di ruangan ini aja dulu menunggu bis Dafi" Andi menjelaskan panjang lebar.
"tapi aqu sudah enggak nyaman berada di sini dan sudah malam,kasian Nisa" jawab Nadya
"oke, saya cari bos Dafi dulu.jangan kemana mana" kata Andi.
Andi langsung mencari Dafi, tak berapa lama di lihat nya Dafi sudah ada di dalam ruangan. Andi pun langsung menghampiri nya
"Bos, dari mana saja" tanya Andi
"toilet"
"gawat bos, tadi qu lihat Siska menghampiri Nadya"
"terus"
"oh... kirain mereka sudah keluar"
"tapi bos"
"kenapa? ngomong kok putus putus gitu, seperti HP aja!"
"Waktu qu tanya tadi,mata nya sudah berkaca mata. seperti nya ada omongan Siska yang menyinggung perasaan nya"
"Siska nya mana"
"ya... setelah melihat Nadya sedih, dia pergi lah" kata Andi
"ya udah, aqu mau ke sana dulu"
Dafi pun langsung mencari keberadaan Nadya dan Nisa. Setelah dia melihat mereka dia langsung menghampiri nya. "Kamu enggak apa apa Sweet heart" tanya Dafi
"enggak apa apa Bang, sudah malam sebaiknya kita pulang aja. Lagian Nisa sudah ngantuk" kata Nadya
"iya ayah, Nisa sudah ngantuk. ayo kita pulang" kata Nisa
"ayo kita pamit dulu sama tuan rumah" ajak Dafi
Sebenarnya Nadya enggak mau di ajak berpamitan dengan Siska, tapi dari pada banyak pertanyaan dari Dafi maka dia ngikutin aja. Mereka pun mendatangi tuan rumah untuk berpamitan. Ternyata Siska sudah tidak kelihatan,maka mereka berpamitan dengan pak Kusuma.
"Pak, sudah malam kami pamit dulu, karena anak saya sudah mau tidur"kata Dafi
__ADS_1
"oh...iya, pak Dafi"
"terima kasih atas dinner malam ini"
"sama sama pak, semoga kerja sama kita lancar dan sukses" kata pak Kusuma
"A...min" kata Dafi
Mereka pun berpamitan, tak ketinggalan Andi juga ikut berpamitan. Sampai di luar rumah mereka menuju mobil, tapi Andi masih ikut juga.
"Kamu ke sini tadi naik apa" tanya Dafi penasaran
"tadi aqu numpang sama kakak kebetulan satu arah" jawab Andi
"jadi ini, kamu numpang sama kami"Kata Dafi
"bos tau aja.boleh kan ???
"ayo, tapi kamu yang bawa mobil" perintah Dafi
"oke"jawab Andi
Mereka pun masuk ke dalam mobil, Dafi pun langsung duduk di belakang bersama Nadya dan Nisa.
"tega nya bos, membuat aqu jadi driver" kata Andi
"enggak boleh protes, atau kamu turun di sini!" Kata Dafi
"jangan dong, kejam sekali bos qu ini. Begini lah nasib orang yang menumpang" kata Andi sambil menggaruk kepala yang enggak gatal.
Mobil pun berjalan menuju keluar. Dalam perjalanan mereka hanya diam. tidak ada interaksi di antara mereka.karena rumah Andi lebih dekat maka mereka menuju kesana.
"terima kasih banyak bos, aqu sudah sampai rumah" kata Andi
"hhhmmm" jawab Dafi
"mba Nadya, saya turun duluan"
"iya" jawab Nadya
Sebelum berangkat Nadya pindah ke depan mobil karena Nisa sudah tidur, jadi kursi tengah hanya untuk dia. Mobil pun jalan menuju rumah Nadya
BERSAMBUNG....
******
Jangan lupa like...like... like...
vote...vote...vote...
favorit...
Dan
Komentar yang membangun
Terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏