
Melihat kondisi keadaan kondisi istri nya yang lemas membuat Dafi kalut dan tidak berpikir panjang ternyata dia membawa Nadya ke rumah sakit yang pak Kusuma di rawat di sana.
Bahkan tempat rawat inap nya bersebelahan dengan pak Kusuma juga.
Setelah selesai membayarkan administrasi dan memesan kamar Dafi kembali melihat Nadya bukan melihat kamar rawat inap yang dia pesan. Setelah Nadya di pindahkan ke ruangan baru lah Dafi sadar kalau ruangan Nadya bersebelahan dengan pak Kusuma.
"Astaghfirullah hal'azim... ternyata ruangan rawat inap Nadya bersebelahan dengan pak Kusuma, kenapa aqu dari tadi tidak terpikir"Dafi berkata dalam hati.
Di dalam ruang inap, Nadya sudah tertidur. Dafi yang gelisah dan dari tadi mondar mandir membuat Bu Nani penasaran dengan tingkah anak nya."Dafi kenapa dari tadi mama lihat kamu gelisah?ada masalah apa? Nadya kan sudah di tangani dokter."kata Bu Nani.
"ada sedikit masalah menurut Dafi,bukan karena Nadya masuk rumah sakit"jawab Dafi
"jadi kalau bukan karena Nadya jadi masalah nya apa?"tanya Bu Nani
Dafi menarik nafas panjang sebelum menceritakan pada mamanya."hhhmmm...begini ma...tadi pas di jalan Dafi kok bisa bawa Nadya ke rumah sakit XX, padahal kita belum pernah ke sini kalau opname di rumah sakit"kata Dafi.
"tapi... menurut mama tidak masalah, kenapa kamu merasa tidak nyaman disini."kata Bu Nani.
Dengan berat hati Dafi menceritakan pada mamanya kejadian yang menimpa dia dan istrinya. Bu Nani pun kaget yang ternyata Nadya dan Dafi bukan kecelakaan tapi ternyata di tabrak, ada yang merencanakan kecelakaan tersebut.
Bu Nani pun jadi khawatir kalau Nadya dan Dafi aja berdua di rumah sakit kasian karena kalau Dafi mau keluar siapa yang jaga Nadya."Dafi... bagaimana ini? di rumah Nisa pasti nanyain terus kalau mama tidak pulang"kata Bu Nani.
"mama pulang saja, biar Dafi berdua aja di rumah sakit"kata Dafi.
"kamu tidak boleh tinggalkan Nadya sendirian,mama khawatir kalau terjadi apa apa"kata Bu Nani.
"ya...mama"kata Dafi.
Bu Nani dengan berat hati pulang ke rumah, tapi di dalam hati nya juga berpikir bagaimana cara nya biar sedikit aman anak dan mantunya di rumah sakit."lebih baik aqu melihat kak Kusuma dan minta tolong menjaga Dafi dan Nadya"Bu Nani berkata dalam hati.
Ruangan rawat inap di sebelah Nadya memang ada di jaga bodyguard, seperti orang penting yang lagi di rawat di dalam."dari pada salah alamat lebih baik tanya di perawat yang jaga"kata Bu Nani dalam hati.
Bu Nani berjalan mendekati ruang perawat jaga, sampai di sana di tanyakan pada yang ada di sana."suster...saya mau tanya, pasien rawat inap di kamar sebelah mantu saya apa betul namanya Pak Kusuma."tanya Bu Nani pada perawat.
"betul Bu, pak Kusuma yang lagi di rawat. ada yang bisa saya bantu?"tanya perawat.
"tidak saya hanya nanya aja, terima kasih suster" jawab Bu Nani.
"sama sama Bu"kata perawat.
Bu Nani pun ke ruang pak Kusuma, tapi dia masih ragu."besok aja qu jenguk kak Kusuma, sudah malam pula,mana tau dia lagi istirahat ?kan tidak boleh di ganggu"kata Bu Nani dalam hati. karena tidak jadi menjenguk pak Kusuma, maka Bu Nani memutuskan untuk pulang ke rumah naik taksi online.
Sementara di dalam ruangan Dafi menjaga istrinya yang lagi berbaring di rumah sakit. ada rasa sedih melihat kondisi istri nya karena lemas. Dafi duduk di sofa tapi menghadap ke arah Nadya,mana tau dia memerlukan sesuatu jadi dia bisa mengantisipasi untuk membantu Nadya.
__ADS_1
Tak berapa lama tiba tiba Nadya bangun dari tidur, di lihatnya sekeliling tempat dia menginap sekarang, yang asing bagi Nadya."di mana ini"kata Nadya dalam hati. Di lihat nya di samping kiri dan kanan, ternyata ada Dafi yang lagi ketiduran di sofa. Nadya yang haus mau minum, tak tega rasanya membangunkan suaminya. Jadi di dekat tempat tidur ada meja, di sana juga air mineral botol sudah tersedia. Jadi Nadya berusaha untuk mengambil botol air mineral tersebut, tapi tiba tiba.
"Brug...Ting ..."
Botol minum mineral jatuh beserta gelas alumunium, jadi membuat Dafi terbangun karena gelas alumunium terdengar nyaring di telinga membuat Dafi terbangun."Astaghfirullah hal'azim, sweet heart ada apa?"kata Dafi refleks bangun dan mendekati Nadya.
"maaf...aqu haus mau minum,tapi jatuh ke lantai"kata Nadya menjelaskan.
"oh...kenapa enggak membangunkan abang?kata Dafi mengambil barang yang jatuh ke lantai.
"enggak tega melihat abang tidur nya nyenyak, kan tadi baru pulang kerja belum istirahat"kata Nadya yang merasa bersalah.
"enggak apa apa, kondisi kamu lagi seperti ini. itu semua tanggung jawab abang,kamu seperti ini karena ulah suami mu kan ?kata Dafi tersenyum dan memberikan botol minuman yang sudah pakai sedotan.
Nadya mengambil minuman yang di berikan suaminya, dia meminum sampai habis."kamu haus atau lapar ?"tanya Dafi.
"enggak tau bang, terkadang antara haus dan lapar susah membedakan."jawab Nadya
"tapi kan belum makan malam, ayo makan dulu. itu ada nasi dari rumah sakit.kamu makan ya..."kata Dafi.
"aqu takut muntah lagi"jawab Nadya.
"oh...iya abang lupa,ini ada obat anti muntah di makan sebelum makan"kata Dafi
Dafi memberikan obat dan di minum oleh Nadya."aduh"kata Nadya.
"ada apa? mana yang sakit?"tanya Dafi penuh khawatir.
"enggak ada yang sakit cuma mau buang air kecil aja"kata Nadya.
"sweet heart...abang pikir ada apa, ya sudah ayo kita ke toilet"kata Dafi yang memapah Nadya.
Mereka pun ke toilet di papah sambil membawa tiang infus Dafi karena takut jatuh.
"tangan nya di bawah ya... nanti keluar darah kalau sama tinggi dengan tiang ini."Dafi memperingatkan istrinya.
Nadya hanya senyum tidak menjawab, sampai di depan toilet Nadya melihat suaminya.
"abang tunggu di sini aja, aqu bisa kok sendiri"kata Nadya.
"abang ikut aja, takut terjadi apa apa nanti. kamu lupa kejadian di rumah tadi?"tanya Dafi.
"aqu kan malu"kata Nadya dengan wajah merah merona.
__ADS_1
"kamu itu seperti orang lain saja, abang sudah pernah liat semua nya"kata Dafi
"nanti abang khilaf kalau ikut ke dalam"kata Nadya.
"enggak... nanti bagaimana cara membuka c*l*n* d*l*m, mana bawa tiang lagi."kata Dafi.
Nadya hanya mendengarkan perkataan suaminya"betul juga apa kata bang Dafi"kata Nadya dalam hati.
"ya sudah...ayo masuk"kata Nadya.
Mereka berdua masuk ke dalam toilet, untung lah bisa masuk mereka berdua. Namanya juga rawat inap VVIP pasti fasilitas oke.
Sampai di dalam Nadya susah untuk membuka c*l*n* dalam sehingga Dafi langsung membantu nya"ya sudah capat kakinya di angkat"kata Dafi yang sudah jongkok membantu Nadya sehingga terlihat p*h* mulus istrinya."aduh...aqu berlindung dari godaan, ingat Dafi... istri mu lagi hamil muda... jadi harus puasa"kata Dafi dalam hati.
Karena sudah tidak tahan Nadya langsung mengangkat kakinya dan duduk di closed, setelah itu bersih bersih. Di lihat nya Dafi hanya memperhatikan nya."bang jangan gitu kali lihatnya, masih puasa"kata Dafi.
"iya... masih puasa,tapi jangan lama lama ya... sudah meronta ni yang di bawah"kata Dafi.
"sudah ah...mulai lagi, nanti aqu yang enggak tega."kata Nadya.
"krok...krok...krok..."
terdengar perut Nadya berbunyi.
"ya sudah sekarang kita makan dulu, tu...perut sudah bunyi, si dedek di perut sudah kelaparan"kata Dafi karena mendengar suara perut Nadya.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like..
add favorit...
komentar yang membangun
serta
vote... vote... vote...
Terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏