
Seperti rencana dari awal kalau hari ini Nadya mau ke rumah mamanya, dia rindu sudah hampir satu minggu lebih tidak pulang ke rumah lagi."mama Nadya mau ke rumah dulu hari ini"kata Nadya permisi dengan Bu Ros
"Dafi sudah tau?"tanya Bu Nani balik
"sudah ma, nanti dia yang jemput untuk pulang"jawab Nadya.
"hati hati di jalan,pak mien yang antar-kan ?"kata Bu Nani
"iya ma"jawab Nadya singkat
"tapi kok bawa tas gitu! nginap di sana?"tanya Bu Nani lagi.
"pesan bang Dafi bawa baju satu potong aja,mana tau kemalaman, jadi mungkin nginap. tapi lihat situasi nanti aja"jawab Nadya
"oh... nanti kabari mama ya..."jawab Bu Nani
"ya mama nanti kami kabari"kata Nadya
Pak mien sudah menunggu di depan Nadya pun di antar sampai rumah, seperti nya sudah lama tak pulang ke rumah."jadi rindu suasana rumah"kata Nadya dalam hati.
Karena masih jam 10 jadi suasana jalan tidak terlalu ramai, jadi hanya waktu 20 menit sampai ke rumah.
"terima kasih pak mien, jangan lupa setelah ini tolong jemput Nisa"kata Nadya
"iya Bu, setelah ini saya jemput Nisa", jawab pak mien.
Nadya turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah, dari luar kelihatan sepi. Memang seperti itu setiap hari, jam segini paling ada mama dan mbok Sumi yang lagi kerja. Semenjak Nadya sakit kemarin mbok Sumi setiap hari kerja dari pagi sampai sore jam 5 pulang.
"Assalamualaikum..." Nadya masuk dari pintu samping yang bisa jarang di kunci karena mbok Sumi ada di sana lagi masak.
"Wa'alaikum salam..."jawab mbok Sumi dan kaget melihat siapa yang datang
"eh...non Nadya datang, kenapa dari belakang. biar mbok bukakan pintu depan"kata mbok Sumi.
"dari sini saja, seperti orang lain saja"jawab Nadya yang langsung masuk dari dapur.
Di lihat nya mbok yang lagi masak, dan di perhatikan nya di sekeliling ruangan dapur"mama mana mbok?"tanya Nadya
"seperti nya lagi di kamar non Nadya"jawab mbok Sumi
Nadya pun ke kamar mencari keberadaan mama yang di rindukan nya, dan ternyata Bu Nilam ada di dalam kamar."Assalamualaikum..
mama lagi ngapain?"tanya Bu Nani
"wa'alaikum salam...Nadya ? kamu sama siapa kemari ? tanya Bu Nilam melihat putri.
Nadya memeluk mamanya"mama... Nadya rindu"
Bu Nilam menyambut pelukan anaknya"kamu dengan siapa ke sini?kok tidak di jawab pertanyaan mama?"tanya Bu Nilam
"sendiri di antar dengan pak mien."jawab Nadya
"kamu sudah makan?"tanya Bu Nilam
__ADS_1
"sudah mama", jawab Nadya
Bu Nilam memperhatikan anaknya dari bawah sampai atas"kamu sehat-kan ? tanya Bu Nilam
"Alhamdulillah sehat ma..."jawab Nadya
"keadaan Dafi bagaimana ? sudah ingat dia dengan mu"tanya mama Nadya
Nadya diam sejenak untuk menjawab pertanyaan dari mamanya"belum ma...tapi sejauh ini dia bisa menerima kalau aqu ini istri nya"jawab Nadya
"mama Do'akan semoga dia cepat mengingat mu"kata Bu Nilam
"Ayah mana ma ?kerja?"tanya Nadya
"jam segini ya kerja"jawab Bu Nilam
"oh...iya, Nisa bagaimana? bisa juga menerima mu"tanya Bu Nilam lagi
"kalau Nisa pasti nya senang, ada temannya belajar, menemani dia tidur"jawab Nadya
"jadi kamu tidur dengan Nisa ? ingat kamu itu sudah punya suami, utamakan kepentingan suami baru anaknya"nasehat Bu Nilam
"sama bang Dafi kok ma tidur nya, setelah Nisa tidur ya kembali ke kamar kami"jawab Nadya
"ingat Dafi itu belum pulih sepenuhnya, buat dia jatuh cinta pada mu, buat dia jadi bucin istilah anak zaman sekarang"nasehat Bu Nilam.
"iya ma... terima kasih atas nasehatnya, mama mertua Nadya juga bicara seperti itu"kata Nadya
"syukur lah kalau si Nani bicara seperti itu juga, dia pasti sayang sama kamu."
"kalau Nani sayang sama kamu, ya kamu harus dengarkan apa kata dia, nasehat dia. Beruntung kamu dapat mertua seperti Nani, dia itu orangnya baik, tidak pelit sama orang tapi agak sedikit cerewet. Tapi itu ambil hikmahnya saja"kata Bu Nilam lagi.
"terima kasih mama qu sayang atas nasehatnya, insha Allah Nadya ingat dan laksanakan"jawab Nadya.
Sementara itu di kantor perusahaan Raja Pratama, di ruang direktur sudah ada Dafi yang duduk di kursi untuk memeriksa semua laporan beberapa bulan ini tentang perkembangan perusahaan. Banyak yang di periksa oleh Dafi dan pemeriksaan harus teliti demi kepentingan perusahaan tentunya.
Andi yang baru dari luar masuk ke ruangan direktur, terlihat Dafi yang lagi serius memeriksa dan menandatangani berkas."bos sudah waktunya istirahat makan siang, mau ke kantin?di pesankan? atau makan di luar?"tanya Andi kepada Dafi.
"pesankan saja, aqu mau pulang cepat jadi makan di ruangan ini saja biar cepat juga"jawab Dafi
"mau pesan apa bos ?"tanya Andi
"Nasi Padang pakai rendang saja dan pesankan untuk mu"jawab Dafi
"terima kasih bos , kalau begitu pesan dua porsi saja"kata Andi
"terserah kamu saja"jawab Dafi
Andi pun memesan pesanan mereka dengan jasa go f**d dan tak menunggu waktu lama pesanan mereka pun sampai. Sebelum makan mereka melaksanakan sholat Zuhur di musholla kantor secara bergantian dan baru makan bersama.
Baru saja selesai makan ternyata mereka kedatangan seorang tamu perempuan yang tidak asing bagi mereka tapi Dafi tidak ingat dengan nya.
tok
__ADS_1
tok
tok
"pak ada tamu yang mau bertemu, dari perwakilan dewa Kusuma"kata sekertaris dari luar.
Maka tamu tersebut masuk ke dalam ruangan.
Terlihat perempuan muda dengan pakaian **** tentunya memasuki ruangan"siang pak Dafi dan Andi..."kata tamu tersebut
"oh...Bu Siska silahkan masuk"jawab Andi menyambut kedatangan tamu tersebut.
Siska pun masuk ruangan"selamat siang pak Dafi dan pak Andi, apa kabar?"kata Siska.
Dafi hanya diam dan melihat Siska yang masuk ruangan tapi Andi yang menyambut tamu tersebut.
"Alhamdulillah...baik, ada yang bisa kami bantu?"tanya Dafi
"tidak hanya mau mengecek kerja sama perusahaan kita saja"jawab Siska
"oh...baik baik saja, berjalan dengan lancar dan sebentar lagi finish"jawab Andi."Setelah kerja sama berakhir tunggu saja kejutan untuk mu Siska"kata Andi dalam hati.
"syukur lah kalau begitu, saya hanya mau menanyakan itu saja. kalau begitu saya permisi dulu"kata Siska
"seperti nya pak Dafi tidak ingat dengan kejadian kemarin, syukur lah kalau begitu. aqu bisa melanjutkan rencana selanjutnya"kata Siska dalam hati.
"Pak Dafi apa kabar?"tanya Siska
"baik"jawab Dafi dengan ketus
"oh... sepertinya bapak berdua ada kesibukan jadi saya permisi dulu, selamat siang"kata Siska dan langsung keluar dari ruangan.
Setelah Siska keluar dan seperti nya tidak ada di tempat, Andi mendekati Dafi dan berkata"bos kalau ketemu dengan Siska yang tadi, jangan percaya dengan omongan nya"kata Andi.
"kenapa?"tanya Dafi
"percaya sama qu bos, nanti bos akan tau sendiri. Untuk sementara tidak bisa qu jelas kan, semoga ingatan bos cepat pulih.kata Andi
Dafi hanya melihat dan mendengar perkataan Andi, lalu ke kursi untuk melanjutkan pekerjaan supaya cepat selesai karena dia mau ke rumah mertua untuk menjemput istrinya.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like...
add favorit...
komentar yang membangun
vote... vote... vote...
__ADS_1
Terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏