Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.164


__ADS_3

"Nadya..."


Tiba tiba ada orang yang memanggil Nadya.


Mereka berdua pun melihat ke arah yang memanggil, terlihat orang yang mereka kenal memanggil nya.


"hah...kak Yusuf?"kata Nadya melihat orang yang memanggil nya.


Yusuf mendatangi pasangan suami istri itu yang lagi melihat anak mereka lagi bermain.


Setelah dekat Yusuf menjabat tangan Dafi.


"ketemu kita di sini ya..."kata Yusuf.


"iya... itu namanya jodoh untuk bertemu"kata Dafi menjawab.


Setelah menjabat tangan Dafi maka Yusuf melihat ke arah adik kelas nya itu.


"sehat kan Nadya?"kata Yusuf


"Alhamdulillah... sehat, sama siapa di sini?"tanya Nadya.


"kakak sendiri karena ada janjian sama klain sekalian makan siang" kata Yusuf menjelaskan.


Nadya yang tidak mau terjadi lagi pertengkaran maka dia pun mengakhiri percakapan mereka."maaf kak sudah siang Nisa mau istirahat,kami duluan ya..."kata Nadya


"oh...iya... silahkan..."kata Dafi tersenyum sambil melihat Dafi juga tentunya.


Nadya jalan dan memegang tangan Nisa anaknya karena takutnya Nisa akan bermain kembali."kami duluan pak Yusuf"kata Dafi mengulang pamitan pada Yusuf.


"silahkan..."jawab Yusuf.


Mereka bertiga pun akhirnya masuk mobil dan berjalan menuju pulang ke rumah. Dalam perjalanan Nadya tidak mau bercerita karena takut akan memancing Dafi yang lagi fokus membawa mobil.


"kita enggak singgah lagi?"tanya Dafi


"mau kemana lagi kita princess..."kata Dafi lagi bertanya pada Nisa karena sang istri hanya diam saja.


Nisa yang di tanya berpikir sejenak lalu menjawab pertanyaan ayahnya."beli buah atau kue saja...Oma pasti senang"kata Nisa


"oh...iya...Oma pasti suka kalau kita bawa buah atau kue pulang ke rumah"kata Dafi


"pasti nya ayah...tapi nanti Nisa yang pilih buah nya"kata Nisa


"maksudnya menentukan beli apa atau memilih yang mau di beli."kata Dafi


"ayah saja yang menentukan jadi Nisa ikut memilih milih.


Dafi pun singgah ke toko yang menjual buah dan kue untuk oleh oleh bawa ke rumah."yuk kita turun biar ada yang milih...iya kan mama..."kata Dafi sambil mengajak istrinya untuk bicara.


"iya bang ..aqu juga turun kok"jawab Nadya.


Nisa yang duduk di belakang pun di bukakan pintu mobil oleh Dafi, begitu juga sebaliknya untuk Nadya.


Di dalam toko ada banyak buah dan kue, Nisa yang melihat bingung mau ambil yang mana."mama...mau beli apa kita ya..."tanya Nisa.

__ADS_1


"mama mau beli buah naga dan Al pukat"jawab Nadya.


"belikan Nisa juga ya ma..."kata Nisa.


"iya... nanti kita makan bersama saja"jawab Nadya.


Dua macam saja di beli Nadya lalu memberikan pada suaminya."ada yang mau di beli lagi sweet heart...?"tanya Dafi.


"itu saja bang..."jawab Nadya yang melihat Dafi sudah membeli mangga dan membeli brownis kukus rasa pandan dua kotak."kue nya enggak mau?" tanya Dafi.


"abang kan sudah beli kue itu, sudah cukup lah"jawab Nadya.


"ya sudah...Abang bayar dulu setelah itu kita pulang ke rumah"kata Dafi.


"mmmhhh..."jawab Nadya sambil membawa anaknya menunggu.


Sementara itu di kantor ada terlihat Andi yang melihat berkas yang tadi Andi dapat dari sahabatnya sendiri.


Karena sudah selesai di baca Andi melihat semua isi berkas di atas meja nya."tidak ada yang hilang, Alhamdulillah kalau begitu. sekarang aqu harus cari cewek tadi, katanya dia kerja di bagian akuntan kantor, nanti coba qu cek dulu ke bagian HRD"kata Andi dalam hati.


Pastinya Andi sudah tidak sabar maka dia pun ke luar untuk mencari informasi tentang gadis tersebut."aqu mau jumpa dengan pak satpam saja dulu"kata Andi dalam hati dan menuju keluar ruangan.


Dafi yang sudah sampai ke kantor, keadaan seperti biasa. Masuk ke ruangan nya sendiri,lalu karena banyak tumpukan berkas maka dia pun memanggil sahabatnya Andi."pak Andi tolong panggil ke ruangan"perintah Dafi pada sekertaris nya.


"baik pak...saya akan ke ruangan pak Andi"jawab sekertaris.


Sekertaris pun melihat Andi yang biasanya duduk di bagian depan, karena tak melihat sekertaris mencari ke sudut ruangan dan tak menemukan. Akhirnya dia masuk ke ruangan Dafi untuk memberitahukan kalau Andi lagi tidak ada di tempat.


Tok...tok...tok..


"masuk..."kata Dafi dari dalam.


Perintah masuk,maka dia pun masuk ke ruangan."pak...saya mau memberitahukan kalau Pak Andi tidak ada di ruangan"kata sekertaris.


Dafi menghentikan aktivitas nya, melihat ke arah sekertaris."masa sih... tumben dia tidak standby di ruangan nya"kata Dafi tanpa sadar keluar dari mulutnya.


"sudah saya cari kok pak..."kata sekertaris.


"oh...ya sudah,kamu kembali ke ruangan mu saja biar saya telpon saja langsung"kata Dafi


",baik pak... kalau begitu saya kembali ke tempat kerja saya"kata sekertaris.


"mmmhhh..."jawab Dafi tanpa melihat sekertaris nya.


Dafi yang si dalam ruangan nya sendiri pun berpikir, kemana sahabat nya itu."Andi kemana ya...?tak biasa seperti ini,apa ada masalah?"kata Dafi ngomong sendiri di ruangan nya.


"Dari pada penasaran lebih baik di telpon saja"kata Dafi sambil menekan tombol nomor hp Andi.


Dafi.


"Andi...kamu dimana sekarang?"


Andi


"masih di kantor kok bos tapi tidak di ruangan"

__ADS_1


Dafi


"apakah ada masalah? karena biasanya jam segini kamu ikut periksa berkas yang penting"


Andi


"enggak ada masalah kok, kalau begitu saya meluncur ke ruangan bos"


Dafi


"oke...aqu tunggu sekarang karena ada yang mau di tanyakan ini"


Andi


"baik bos langsung meluncur"


Andi pun yang masih di bawah di bagian satpam, dia menanyakan orang yang menyerahkan berkas tadi pagi. Tapi ternyata sudah ganti shif, ternyata yang menerima adalah satpam yang menjaga shif malam dan dia sudah pulang.


Rencana mau ke bagian akuntan tapi setelah di satpam, tapi ternyata tidak bisa di temukan.


Jadi Andi pun mengurungkan niatnya untuk mencari perempuan tersebut sebab sudah di panggil bos ke ruangan nya.


Sampai di ruangan Dafi,di lihatnya bos nya lagi memeriksa berkas masih sebagian saja."Alhamdulillah... kamu sudah sampai, ada mau aqu tanyakan"kata Dafi.


"mau tanya apa bos?"kata Andi.


"berkas yang di berikan pak satpam tadi mana? aqu mau periksa berkas itu!"kata Dafi


"kalau itu masih berada di ruangan qu bos, belum sempat qu periksa dulu"kata Andi.


"enggak apa apa bawa saja ke sini, biar kita periksa bersama."kata Dafi


"oke...di ambil dulu ya...."kata Andi mengambil berkas tersebut di ruangan nya sendiri.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like... like... like...


add favorit...


komentar yang membangun..


sekuntum mawar merah...


secangkir kopi yang


serta


vote... vote... vote...


Terima kasih

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2