Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.135


__ADS_3

Siska yang keluar dari kamar mandi sendiri tapi menuju kamar ada mamak yang melihat nya, dan Siska tersenyum melihat mertua."barusan Dedy keluar dari kamar mandi juga, aduh... enggak benar ini. bagaimana kalau yang lihat Rahma dan Tito ? besok aqu suruh Dedy buat kamar mandi di kamar nya"kata Bu bedah dalam hati dan geleng kepala melihat tingkah anak dan mantunya.


"Siska sebentar lagi magrib, kita sholat berjamaah ya..." kata mamak.


"iya mak..."jawab Siska dan masuk kamar yang ternyata Dedy ada di dalam kamar sambil duduk di tepi ranjang.


"kamu di sini? kirain di luar" kata Siska masuk dan mengunci kamar.


Siska mencari keberadaan koper nya dan ada di dekat tempat tidur sebelah Dedy duduk."oh...itu koper qu"kata Siska


Saat mau mengambil koper ternyata Dedy menarik tentang Siska dan membawa nya ke tempat tidur, lalu Siska kaget."kamu mau apa?"tanya Siska.


Dedy tidak menjawab tapi membungkam b*b*r istrinya dengan b*b*r nya, setelah itu dia menarik baju jubah/ kimono Siska. Dan terlihat pemandangan yang indah di mata Dedy saat ini.


Dengan cepat Dedy m*n*i*m bagian dada istrinya secara bergantian.


"cup...cup...cup...cup..."


Dengan rakus di lakukan Dedy sehingga Siska pun menikmati nya."agh...agh...agh..."keluar dari mulut Siska.


"Tok...tok...tok...Dedy... sudah magrib... sholat dulu, jangan terlalu lama di kamar nanti banyak godaan setan..."kata mamak dalam hati.


Seketika Dedy menghentikan aktifitasnya pada Siska."maaf...aqu khilaf..."kata Dedy.


"enggak apa apa"jawab Siska.


Dedy pun keluar kamar tapi dalam hati dia berkata"apa Siska sudah mulai suka dengan qu? sudah bisa menerima qu sebagai suami? sehingga dia tidak marah yang qu lakukan?"pertanyaan itu berkecamuk di pikiran Dedy sambil keluar dari kamar.


"iya...mak..."kata Dedy ke kamar mandi mengambil air wudhu.


Siska yang di kamar mengambil baju ganti dan keluar kamar."Siska...ayo kita sholat berjamaah"kata mamak


"oh...iya Mak..."jawab Siska ke kamar mandi dan berpapasan dengan Dedy."aqu enggak ada bawa mukena, bagaimana ini?"tanya Siska.


"ya sudah... nanti qu pinjamkan dengan mamak"jawab Dedy.


Dedy ke tempat sholat yang sudah di siapkan oleh adek nya Tito, sajadah juga sudah terbentang. Di lihat Dedy jumlah mukena ada tiga di atas sajadah"ternyata sudah di siapkan mamak"kata Dedy dalam hati.


Semua sudah berkumpul lalu mereka pun melaksanakan sholat magrib berjamaah"Tito...iqomah sekarang..."perintah Dedy yang selaku jadi imam.


Sebelum sholat berjamaah sebaiknya iqomah di lakukan, itu menandakan kalau sholat berjamaah mau di mulai.

__ADS_1


Semua anggota keluarga sholat berjamaah, termasuk Siska yang biasanya tidak pernah sholat lima waktu, untuk bacaan sholat pun dia sudah lupa.


Setelah selesai melaksanakan sholat magrib berjamaah, semua mengaji menunggu shalat isya. mamak mengaji di kamar begitu juga Rahma dan Tito di kamar masing masing.


Tinggal Dedy dan Siska di tempat."aqu mau ngaji dulu,kamu mau ikut?"tanya Dedy.


Menjawab pertanyaan suaminya, Siska dengan ragu menjawab"iya... tapi aqu enggak bisa mengaji"jawab Siska dengan menunduk malu tidak bisa mengaji.


"oh...ya sudah...aqu ambil iqro dulu"kata Dedy.


"tapi ngajarinnya di kamar aja, aqu janji enggak menggoda kamu lagi"kata Siska.


"ya sudah...kita fokus mengaji dulu, kalau mau menggoda aqu mau tidur aja"kata Dedy berbisik pada istrinya membuat Siska malu.


Mereka pun ke dalam untuk belajar mengaji, dan ternyata Siska memang tidak mengenal sama sekali huruf Hijaiyah,tapi untungnya dia cepat menangkap sehingga sampai azan isya dia iqra satu sudah bisa dia baca dan bedakan.


"Alhamdulillah...selesai iqro satu,insha Allah besok kita lanjutkan iqro dua"kata dedy


"baik pak ustadz, besok iqro dua"jawab Siska dan menyalim tangan suaminya biar berkah ilmu yang di dapat.


Terdengar azan isya jadi mereka melanjutkan sholat isya berjamaah yang di pimpin oleh Dedy. Dan setelah selesai sholat meraka pun makan malam bersama.


Jadi dia duduk di sebelah Dedy, kali ini Siska mengambilkan makanan untuk suami."mungkin karena di depan mamak aja Siska mau mengambilkan nasi untuk qu"kata Dedy dalam hati.


"Siska ini lauknya ambil kan untuk suami mu"perintah mamak.


"baik Mak"jawab Siska dan mengambilkan untuk Dedy.


Rahma yang melihat abangnya di perlakukan khusus menjadi protes."bang Dedy ini... biasanya ambil sendiri,kenapa sekarang manja sekali"kata Rahma.


"kak Rahma... kalau kita sudah menikah,maka istri yang mengambilkan makanan untuk suami, itu tanda bakti seorang istri, iya kan mak?"kata Tito.


"kalian ini masih kecil... sekolah yang benar, biarkan saja bang Dedy dan kak Siska"jawab mamak.


"baik mak..."kata Tito dan Rahma bersamaan,tapi wajah Rahma jadi cemberut.


Dedy melihat kedua adiknya satu persatu, lalu dia tersenyum melihat dan mendengar tingkah kedua adiknya. Mereka pun makan bersama dan menikmati makanan yang ada di hadapan mereka.


Siska sudah mulai bisa beradaptasi walaupun masih setengah hari di sana, dan seperti biasa dia makan hanya sedikit walaupun makan siang apa lagi kalau makan malam, biasanya hanya beberapa sendok saja.


"Siska...kok dikit makannya? enggak enak ya... masakan mamak?"tanya mamak.

__ADS_1


"mmmhhh...enak kok mak tapi kalau malam makan Siska memang segini"jawab Siska


"enggak apa apa mak, nanti malam paling minta makan lagi"kata Dedy.


Perkataan Dedy sebenarnya membuat Siska marah,tapi mana mungkin lagi makan begini. Jadi dia membuang pandangan ke arah suaminya."oh... begitu...ya sudah, mamak enggak bisa maksa"kata mamak.


Setelah makan bersama Rahma membersihkan semua peralatan makan mereka bersama Tito. Siska dan Dedy keluar rumah menghirup udara malam di kampung."kalau malam sunyi di sini?"tanya Siska


"ya... namanya juga di kampung,ramai kalau ada pesta. semua pasti datang ke tempat yang punya hajat"jawab Dedy.


"oh... seperti itu?"


"iya...apa lagi sebelum acara inti, semua tetangga suka membantu yang punya hajat"kata Dedy.


"kok enggak pakai jasa katering? kan tidak merepotkan tetangga"tanya Siska.


"bukan enggak mau pakai jasa katering, kan bisa saling tolong menolong"jawab Dedy.


"Dedy sudah malam, ayo masuk. ada yang mamak mau ngomong dengan kamu!"kata mamak.


Siska dan Dedy saling berpandangan"ada apa ya...mamak panggil lagi"kata Dedy dalam hati."apakah yang mau mamak katakan pada Dedy.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like... like...like


add favorit...


komentar yang membangun


serta


vote... vote..vote...


terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2