
Esok hari di rumah pak Kusuma suasana sudah kembali lebih ceria dan heboh di bandingkan hari sebelumnya. Ini karena Siska yang sudah di rumah dan juga hari ini sudah masuk kantor.
Di dalam kamar Siska sudah sibuk mencari pakaian untuk ke kantor tapi ada yang cocok, ini sebab selama di kampung Dedy dia sudah memutuskan untuk memakai hijab untuk sehari hari.
Dedy yang melihat istrinya sibuk memeriksa baju di lemari jadi penasaran.
"Siska...kamu cari apa?"tanya Dedy
"cari baju mas, enggak ada yang cocok. coba lihat semuanya?"jawab Siska.
Melihat isi lemari baju Siska memang semua pakaian kerja, tapi semuanya bawahan pendek dan terlalu pas di badan. Dedy melihat satu persatu isi lemari tersebut, memang tidak ada yang panjang bawahan nya.
"iya...ya... bajunya sempit dan bawahan yang di atas lutut semua, kamu sudah enggak mau pakai baju ini?"tanya Dedy dengan ragu dan garuk kepala karena takut istrinya marah dan tersinggung.
Siska yang mendengar jawaban suaminya melihat dengan serius ke arah Dedy dengan tatapan mata yang tajam.
"aqu enggak salah dengar mas? mas mau aqu pakai baju ini lagi? nanti nyesel lho istrinya di lihat orang semua badan nya."kata Siska
Dedy yang tau maksud istrinya jadi punya ide.
"yang pasti mas enggak rela kamu pakai baju ini, bagaimana untuk hari ini kamu pinjam baju mami?"kata Dedy.
"iya...juga ya... baju mami pasti ada yang cocok untuk ke kantor dan semuanya panjang, terima kasih atas idenya. Aqu ke kamar mami dulu"kata Siska sambil mencium pipi suaminya.
"ide yang brilian masa hanya di kasi ciuman saja"kata Dedy memegang tangan Siska yang mau ke bawah.
"iya... nanti di kasi servis plus plus, tapi tidak sekarang karena hari ini kita langsung ada meeting dengan Raja Pratama"kata Siska.
Dedy melepaskan genggaman tangan nya pada Siska karena memang betul apa yang di katakan istrinya. Waktu makan malam bersama pak Kusuma sudah memberikan perintah untuk ke kantor dan meeting untuk hari ini.
Siska yang sudah di bawah mengetuk pintu kamar Bu Mona dan pak Kusuma yang masih di dalam kamar."mami...mami...buka pintu, ada yang mau Siska tanyakan "kata Siska.
Dari dalam Bu Mona yang mendengar kamar nya di ketuk pun membuka pintu kamar.
"Siska...ada apa? pagi pagi sudah ribut, kamu kan mau ke kantor."kata Bu Mona keluar kamar menutup pintu kamar.
"Siska ingat mau ke kantor, tapi yang jadi masalah baju nya di lemari..."
"lho... kenapa baju di lemari mu? hilang semua?"kata Bu Mona memotong pembicaraan Siska.
__ADS_1
Siska yang pembicaraan di potong maminya pun diam."mami... dengar dulu Napa"kata Siska.
"iya... sekarang mami dengarkan "kata Bu Mona melihat anaknya dengan serius.
"gini lho mami...Siska enggak mau pakai baju kerja yang lama karena semua bawahannya di atas lutut semua dan terlalu sempit di badan"kata Siska
Bu Mona yang mendengar maksud anaknya senyum di dalam hati."bukannya itu baju kamu yang beli? atau sekarang Dedy yang meminta kamu enggak pakai baju itu?"tanya Bu Mona penasaran.
"enggak loh mami...mas Dedy enggak pernah maksa, aqu nya saja yang merasa sudah tidak cocok lagi pakai baju itu semua"jawab Siska.
"Alhamdulillah... kalau begitu, berarti semua dari hati mu sendiri. ya sudah kita cari baju kerja untuk hari ini tapi sebentar karena papi tadi lagi mandi. Setelah papi pakai baju kamu masuk saja "kata Bu Mona.
"sekarang saja masuk nya"kata Siska
"kamu sudah menikah dan sudah besar, enggak malu sama papi"kata Bu Mona yang masuk ke dalam kamar.
Pak Kusuma yang ternyata sudah selesai berpakaian."mami tadi kemana? untung baju papi sudah di atas tempat tidur."kata pak Kusuma yang memang setiap hari bajunya di siapkan oleh Bu Mona, apapun pilihan dari sang istri selalu dia pakai.
"Siska mau pinjam baju mami untuk ke kantor hari ini."kata Bu Mona.
"lho...baju kerja nya selama ini kemana?"tanya pak Kusuma.
"papi... sekarang Siska sudah berhijab,dia enggak mau pakai baju seksi. baju kerja nya dia selama ini kan seksi semua"jawab Bu Mona.
"sssstttt... jangan di bahas lagi, papi di luar saja dulu biar Siska masuk dan memilih baju nya"perintah Bu Mona.
Pak Kusuma mengikuti perintah dari istrinya,dia pun keluar mau jalan di sekeliling rumah saja."Siska... masuk saja, sudah di tunggu mami di dalam "kata pak Kusuma.
"terima kasih papi..."kata Siska sambil memeluk pak Kusuma.
"kamu itu... seperti anak anak saja, sudah.... sudah...malu kalau lihat Dedy"kata pak Kusuma.
"papi....mana mungkin mas Dedy marah,Siska masuk dulu ya...."
"jangan lama lama milihnya karena jam sepuluh ada janji dengan raja pertama "pak Kusuma mengingatkan.
"oke papi "jawab Siska dari dalam kamar.
Bu Mona yang sudah memilih baju setelan kerja, blazer atau jas wanita. Semua sudah ada di atas tempat tidur."Siska...coba kamu pilih,stok baju kerja mami enggak banyak.kamu kan tau kalau yang kerja itu papi."kata Bu Mona.
__ADS_1
"kalau untuk di pilih...ini semua sudah banyak lho mami..."jawab Siska sambil memperhatikan baju tersebut.
"kamu pilih saja tapi yang pasti agak longgar dengan mu. Karena badan mami agak berisi di banding dengan kamu"kata Bu Mona.
Setelah di periksa dan di coba, akhirnya Siska membawa tiga baju kerja maminya yang memang cocok di pakainya."Siska pinjam tiga baju ya...."
"untuk kamu saja,lagian mami jarang ke kantor papi. lagian mami berharap papi itu sudah saatnya pensiun saja"kata Bu Mona lagi.
"mami... enggak boleh begitu, tanya dulu papi pelan pelan.Siska takut nanti papi stres kalau di rumah saja"kata Siska.
"ya sudah... nanti di bicarakan lagi, sudah jam berapa ini? dari tadi pagi papi sudah mengingatkan kamu untuk meeting"kata Bu Mona
"iya ... dengan perusahaan raja Pratama kan?"kata Siska.
"iya.... seperti nya perusahaan itu"kata Bu Mona.
"oke mami...Siska bersiap dulu di atas ya...."kata Siska membawa baju mami nya.
Siska pun kembali ke atas untuk memakai baju kerja, sementara Dedy di atas sudah rapi menunggu istri tercinta untuk berangkat kerja bersama.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like... like.... like...
add favorit...
komentar yang membangun
bunga mawar yang bermekaran
secangkir kopi hangat agar author enggak ngantuk
dan
vote... vote.... vote...
__ADS_1
Terima Kasih
🙏🙏🙏🙏🙏