Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.190


__ADS_3

Andi yang berniat menelpon Mila sebelum tidur, di tekan nomor yang di tuju dan ternyata nyambung dan di angkat punya HP.


Mila. :"Assalamualaikum..."


Andi. :"Wa'alaikum salam... belum tidur..."


Mila memang sudah tau kalau Andi yang menelpon , tapi berpura pura tidak tau.


Mila :"mmmhhh...nih juga mau tidur, ini siapa ya..."


Andi. :"sama...abang juga mau tidur"


Mila. :"ngapain nelpon kalau mau tidur "


Andi. :"belum bisa tidur makanya nelpon kamu trus mau minta maaf tentang kejadian tadi "


Mila menarik nafas panjang karena masih kesal dengan Andi tapi dia tidak mau bicara hanya diam.


Andi yang tidak mendengar suara Mila sampai melihat HP nya mana tau sudah terputus.


Andi. :"Mila... jangan diam saja... abang mau minta maaf...tapi perlu di ketahui kalau niat abang memang serius dengan kamu. Sebenarnya tadi waktu makan abang mau ngomong itu...tapi karena kamu seperti nya buru buru mau cepat pulang,makanya..."


Andi menghentikan omongan nya biar Mila yang berbicara.


Mila. :"makanya apa... membuat orang penasaran saja"


Mendengar suara Mila membuat Andi tersenyum karena dia ngobrol berarti di dengarkan.


Andi. :"eh...kirain sudah tidur... makanya abang batalkan,trus karena bang agung tadi yang sebenarnya mengompori makanya abang utarakan. Dari omongan bang agung itu bisa di simpulkan kalau untuk saat ini kamu itu jomblo..."


Mila. :"iya...aqu memang jomblo sih...malas pacaran bisa nambah dosa,jadi cari yang serius "


Perkataan yang di lontarkan Mila membuat Andi senang karena ada kesempatan untuk nya lebih terbuka lebar.


Andi. :"berarti sama dong... abang juga mencari calon makmum... mudah mudahan Mila mau jadi makmum nya"


Mila. :"mmmhhh...tadi ayah bilang untuk aqu sholat, semoga mengambil keputusan yang matang, jangan gegabah "


Andi. :"betul apa yang di katakan ayah mu, semoga saja jawaban yang abang dengar adalah berita bahagia "


Mila. :"A...min..."


Andi. :"Alhamdulillah...semoga besok abang dapat kabar bahagia, seperti nya sudah larut malam dan besok mau kerja "


Mila. :"iya...Mila juga sudah ngantuk bang"


Andi. :"ya sudah... mimpi yang indah. Assalamualaikum..."


Mila. :"wa'alaikum salam..."


Andi. :"jangan lupa mimpikan abang ya..."

__ADS_1


Mila. :"berdoa saja masuk dalam mimpi qu"


Andi. :"ya...abang do'akan "


Mila. :"mmmhhh..."


Percakapan terputus maka Andi pun meletakkan HP di meja sambil di charger kan."semoga besok aqu mendapatkan jawaban yang menyenangkan, Mila mau ta'aruf dengan qu"kata Andi dalam hati


Sementara Mila yang mau tidur memperhatikan HP di tangannya, foto profil What's up Andi tapi tidak ada foto dirinya."foto profil saja hanya gambar rumah, bagaimana mau di mimpikan"kata Mila sendiri.


"kalau jodoh tidak akan kemana..."kata Mila lagi dalam hati


Sebelum tidur Mila membaca doa dan juga berdoa kalau memang Andi jodoh nya permudah jalan mereka berdua.


"ya... Allah... kalau memang Andi jodoh hamba... permudah jalan nya, semoga aqu bisa bangun jam empat pagi ini"kata Mila lagi.


Sementara itu di rumah sakit tinggal lah Dafi dan Nadya karena pak Arif dan Bu Nilam sudah pulang."Sudah malam bang... tidur aja kita"kata Nadya.


"mmmhhh kamu ada perlu sesuatu?"tanya Dafi.


"enggak... kalau perlu aqu sudah bisa ambil sendiri kok"jawab Nadya.


"ya sudah,kita tidur saja kalau begitu"kata Dafi.


Di ruangan Nadya tempati ada dua tempat tidur, satu untuk pasien dan yang satu lagi untuk yang jaga. Tapi malam sudah malam begini Nadya belum ngantuk,maka di ajak nya Dafi untuk ngobrol sebelum tidur.


Melihat suaminya tidur menghadap kanan dan kebetulan menghadap ke arah Nadya.


"tadi sempat abang tanya sama Andi, katanya dia yang ajak ke sini."jawab Dafi


"oh... seperti itu... kalau di lihat lihat mereka cocok "kata Nadya.


"iya sih...tapi apa mereka mau?"tanya Dafi.


Nadya berpikir sejenak memikirkan sahabat nya itu, yang selama bekerja di TK mereka adalah sahabat akrab dan selalu pergi bersama setelah pulang kerja tentu nya.


"Mila itu orang nya sama seperti aqu, pulang kerja enggak kemana mana, paling kami jalan berdua ke mall kalau lagi mau jalan, kalau tidak ada ya langsung pulang"kata Nadya.


"pantesan kalian cocok bersahabat"kata Dafi.


Melihat suaminya yang tidak begitu bersemangat, mungkin karena kecapean dan ngantuk."ih... abang dengar aqu dulu... bedanya kalau Nadya bisa naik sepeda motor,dia yang sering bawa aqu jalan.ya...lebih sedikit berani dari pada aqu"kata Nadya.


"kamu enggak bisa naik sepeda motor ya tak masalah,kan ada pak Mien yang selalu standby di rumah"kata Dafi.


"iya...aqu tau, Alhamdulillah... dapat suami yang punya kendaraan sendiri, aqu harus selalu bersyukur"kata Nadya


Dafi yang awalnya ngantuk jadi sedikit kasihan melihat istrinya yang ngoceh sendiri.


"Kalau Andi itu anaknya mandiri dan termasuk tulang punggung keluarga, makanya dia belum mau menikah. Mungkin takut kalau sudah menikah tidak bisa membantu ekonomi orang tua nya"kata Dafi.


Nadya sedikit cemberut mendengar komentar suaminya."enggak boleh seperti itu bang... umurnya sudah berapa? abang saja anaknya sudah dua"kata Nadya.

__ADS_1


"ya... bagaimana lagi? mama saja yang selalu mengingatkan di anggap angin lalu"kata Dafi.


"kalau begitu besok aqu mau tanya serius dengan bang Andi, kalau dia ada niat serius dengan Mila...aqu akan bantu "kata Mila.


Dafi yang sudah mau telayang matanya enggak jadi mendengar istrinya yang antusias dengan sahabat mereka berdua."maksudnya sweet heart mau jadi mak comlang?"tanya Dafi.


"ya... begitu lah mana tau mereka berdua jodoh"kata Nadya lagi.


"terserah kamu saja sweet heart "kata Dafi.


"yang penting usaha dulu,jadi atau tidak...ya belakangan "kata Nadya semangat.


Jam menunjukkan jam sebelas malam, belum terlalu larut malam tapi sudah bisa di katakan larut malam."bang... kalau bisa tujuh hari kelahiran anak, kita buat acara aqiqah boleh?"tanya Nadya.


"ya... boleh lah... besok aqu minta tolong Andi Carikan"kata Dafi.


"abang itu terlalu tergantung dengan bang Andi "kata Nadya.


"ya... bagaimana lagi? dia itu tangan kanan di kantor sekaligus bisa di andalkan dalam segala hal "kata Dafi.


"oh... gitu yah... pantesan bang Andi itu enggak ada kepikiran cari istri, terlalu banyak tanggung jawab. pada keluarga, pada kantor,pada bos..."kata Nadya yang tak habis pikir.


"Andi tidak pernah mengeluh, gajinya juga besar dan banyak bonusnya "kata Dafi.


"iya...betul...abang harus bersyukur juga bisa mendapatkan sahabat sejati seperti dia..."kata Nadya mengingatkan suaminya.


Dafi sekarang memang ngantuk berat jadi dia pun mengakhiri percakapan bersama istrinya. yang kalau di turunkan pasti akan panjang dan tak berujung.


"iya sweet heart... abang selalu bersyukur... mendapatkan istri yang cantik dan sayang keluarga, mendapatkan orang tua yang perhatian,juga mertua yang baik serta mendapatkan sahabat sekaligus teman kantor yang setia,bisa di andalkan... sudah malam... abang ngantuk berat "kata Dafi.


"ya sudah...kita tidur tapi jangan lupa baca doa sebelum tidur.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like... like... like...


add favorit...


komentar yang membangun


serta


vote... vote... vote...


Terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2