
Akhirnya Siska memakai baju blender Bu Mona yang sedikit kebesaran, tapi tidak begitu kelihatan di pakai. Setelah selesai sarapan dan mendapat wejangan dari pak Kusuma dan Bu Mona,maka Siska dan Dedy pun berangkat ke kantor.
Untuk kali ini mereka berdua berangkat dengan menggunakan mobil sedan BMW i8 Coupe Hybrid yang terbaru. Mobil ini memang sudah di siapkan oleh pak Kusuma untuk Siska dan Dedy karena memang mereka berdua yang akan menggantikan pak Kusuma.
Kekhawatiran Bu Mona sehingga pak Kusuma harus pensiun, dan dia juga hanya memantau pekerjaan sepasang suami istri itu. Mobil yang di belikan itu juga sudah ada driver yang membawa sehingga di dalam mobil Siska dan Dedy bisa berdiskusi.
Pesan dari pak Kusuma adalah mereka harus meeting dengan perusahaan Raja Pratama, jadi mobil baru tersebut menuju ke tempat meeting hari ini. Tak terasa mereka sudah sampai karena selama di dalam mobil mereka berdua memeriksa berkas untuk melanjutkan kerja sama dia belah pihak.
Driver yang melihat sepasang suami istri itu yang lagi diskusi tidak enak untuk mengganggu,tapi karena sudah sampai maka harus di beritahukan.
"pak Dedy dan Bu Siska, kita sudah sampai"
"Astaghfirullah hal'azim... enggak terasa ternyata sudah sampai"jawab Dedy.
"ya pak, saya takut kalau meeting nya telat".
"terima kasih pak, tapi enggak boleh pergi. Harus standby di sini"perintah Siska.
"baik Bu"jawab driver.
Dedy dan Siska jalan beriringan menuju tempat meeting yang di laksanakan di kantor Raja Pratama. Masuk ke dalam menanyakan lobby,maka mereka berdua di arahkan menunggu di ruangan meeting dilaksanakan.
Sementara itu Dafi dan Andi sudah bersiap untuk ke ruangan meeting di laksanakan.
"Andi... ini adalah proyek baru, sudah di siapkan semua persentase nya?"tanya Dafi pada sahabatnya.
"Alhamdulillah... sudah oke semua untuk bahan persentase "jawab Andi..
"syukurlah kalau begitu, sekarang kita ke ruangan meeting. Sudah menunggu kita "kata Dafi.
Ke dua sahabat itu pun berjalan menuju ruang meeting, sampai di sana sudah terlihat kalau Siska dan Dedy lagi ngobrol berdua.
"selamat pagi pak Dedy dan Bu Siska, apa kabar ?"tanya Dafi pada rekan bisnis nya dengan mengulurkan tangannya untuk salaman.
Dedy pun bangkit menerima uluran tangan Dafi."Alhamdulillah sehat, pak Dafi juga kelihatan nya sehat"jawab Dedy.
Dafi terkejut melihat orang yang di sebelah Dedy."Bu Siska...apa kabar? saya pangling melihat penampilan sekarang ini."kata Dafi.
"pak Dafi bisa aja, sekarang saya hanya mengikuti perintah Allah dan di bimbing oleh suami saya sendiri"jawab Siska.
Setelah Dafi menyapa dan menyalami partner bisnis maka sekarang Andi yang menyapa pengantin baru itu."pak Dedy dan Bu Siska apa kabar? tanya Andi.
"Alhamdulillah... sehat, bapak juga sehat kan?"tanya Dedy pada Andi dan istri
__ADS_1
"Alhamdulillah... sehat juga "jawab Andi.
"kapan pak Andi menikah? tanya Siska.
Andi yang di berikan pertanyaan bingung menjawab."do'akan saja ya pak...ibu..."jawab Andi.
"A...min..." jawab semua yang ada di ruangan.
"semoga doa nya di ijabah oleh Allah SWT."kata Dafi.
Dafi yang sudah mempersiapkan persentase nya untuk hari ini, dia pun membukakan in fokus agar semua dapat melihat.
Persentase yang di lakukan oleh Dafi sangat bisa di terima oleh Dedy dan Siska sehingga semua sudah di setujui oleh pak menteri."begitulah persentase saya hari ini, kalau ada yang mau di pertanyakan di persilahkan"kata Dafi.
"seperti nya kami sudah jelas dan kerjasama ini bisa dilanjutkan."kata Siska pada rekan bisnisnya.
"Alhamdulillah... sekarang kita sudah bisa menandatangani kontrak kerja sama"kata Siska
"tentu saja pak, lebih cepat lebih baik tidak di laksanakan "jawab Andi.
Akhirnya Dafi dan Siska pun menandatangani kontrak kerja sama. Perusahaan Dewa Kusuma saat ini Siska yang bertanggung jawab dan termasuk juga Dedy yang harus memperhatikan, sehingga pak Kusuma tidak begitu mengkhawatirkan keadaan perusahaan.
Setelah selesai meeting dengan Raja Pratama , maka Siska dan Dedy pun permisi untuk kembali ke tempat perusahaan.
"terima kasih atas kepercayaan perusahaan Dewa Kusuma kepada kami"kata Dafi.
"pak Dafi bisa saja, perusahaan raja Pratama juga hebat.makanya pak Kusuma percaya dengan raja pertama"kata Dedy dengan bijak.
Dedy dan Siska pun keluar mencari keberadaan driver yang menunggu mereka berdua."Astaghfirullah hal'azim...itu pak Rahmat lagi tidur di pos."kata Siska menunjuk ke arah pos pengamanan.
"iya...itu pak Rahmat,kamu di sini saja biar mas yang panggil "pesan Dedy pada istrinya.
Pak Rahmat sudah kembali ke mobil maka mereka pun kembali ke perusahaan Dewa Kusuma. Masih banyak agenda yang harus di kerjakan hari ini seperti Siska harus menandatangani berkas yang biasanya si ruang pak Kusuma.
"sudah jam makan siang, maunya kamu bagaimana?"tanya Dedy
"terserah mas saja karena kita harus cepat sampai ke kantor "jawab Siska yang enggak berselera makan kalau kerjaan banyak menanti.
Dedy berpikir sejenak karena biasanya dia makan tepat waktu karena kalau tidak dia takutnya nanti jadinya sakit dan mamak di kampung selalu mengingatkan hal itu.
"ya sudah nanti mas beli di resto dekat kantor saja"kata Dedy.
"tapi mas bawa pulang jangan makan sendiri di resto "kata Siska mengingatkan.
__ADS_1
"siap Bu bos, perintah di laksanakan "kata Dedy.
Sebelum sampai di depan kantor, Dedy turun di depan resto. Dari depan seperti nya sudah banyak yang berkunjung di sana."pak Rahmat, saya berhenti di depan resto "perintah Dedy.
"baik pak"jawab pak Rahmat.
"mas jangan lupa,makannya bersama karena aqu juga sudah lapar "kata Siska
"ya...", jawab Dedy yang langsung turun dari mobil.
Setelah Dedy di turunkan maka mobil yang membawa Siska menuju kantor perusahaan Dewa Kusuma. Memang tak jauh dari resto tersebut."pak saya turun di depan kantor saja"kata Siska yang enggak mau dari parkiran lantai dasar.
Pak Rahmat mengangguk dan memberhentikan mobil persis di depan area gedung. Pak Satpam yang melihat mobil mewah berhenti langsung berlari cepat untuk membukakan pintu mobil karena dari awal sudah melihat Siska yang memasuki gedung.
"terima kasih..."kata Siska pada satpam yang membukakan pintu mobil.
"sama sama Bu"jawab pak satpam pada Siska dengan menggaruk kepala.
"itu Bu Siska? sudah pakai hijab dia sekarang dan tak biasanya mengucapkan terima kasih kalau pintu mobil nya di bukakan"kata pak satpam dalam hati sambil menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like....like...like....
add favorit...
komentar yang membangun
bunga mawar yang bermekaran
secangkir kopi hangat
dan
vote... vote... vote...
terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1