
Malam ini di ruangan Bogenvil 1.A ada dua pasien yang menginap di sana. Pasien tersebut adalah Nadya dan Nisa. Jadi Dafi menjaga dua orang sekalian. Nisa masih nyenyak tidur karena di beri obat penenang oleh dokter. Sementara Nadya sudah mulai ada perkembangan, hari ini dia sudah bisa duduk.
Karena sudah terlalu lama berbaring,maka dia mau duduk."bang minta tolong di naikkan tempat tidur, aqu mau duduk. Capek tidur terus"Nadya minta tolong sama Dafi.
Dafi yang masih duduk di dekat Nisa pun berjalan mendekati Nadya dan menaikkan tempat tidur nya.
"terima kasih"kata Nadya.
"ya... sweet heart mau minum? karena Abang mau buat teh hangat"tanya Dafi
"boleh tapi gulanya satu sendok teh aja"kata Nadya
"oke..."kata Dafi
Lalu Dafi membuat dua teh manis hangat. satu untuk Nadya dan satu lagi untuk dirinya sendiri."silahkan Bu",kata Dafi
"siapa yang bawa teh manis?"tanya Nadya
"kan memang ada di siapkan di sudut sana, untuk yang jaga dan pasien"kata Dafi
"oh...."
"enak teh nya?"
"pas manisnya"kata Nadya sambil tersenyum.
Mereka pun nge-teh bareng, minum teh hangat terasa nikmat sekali. jadi sedikit rileks karena rutinitas seharian yang melelahkan. Tiba tiba terdengar pintu di ketuk dan ada yang masuk.
Tok...
tok...
tok...
"malam bapak/ibu saya mau mengontrol Nisa dulu"perawat masuk ke ruangan karena jam kontrol untuk Nisa.
"silahkan suster"jawab Dafi sambil mengikuti perawat untuk memeriksa Nisa
Perawat memeriksa Nisa secara perlahan karena dia tidur, takut nanti terbangun. Yang di periksa pada Nisa suhu badan dan kulit nya mana tau ada bintik merah."suhu badan nya sudah turun dari tadi kan pak ? sekarang sudah normal"kata perawat
"iya suster, Alhamdulillah sudah turun dari tadi dan masih tidur"jawab Dafi
"masih tidur karena tadi di beri obat turun panas dan biasanya memang jadi ngantuk pak"
kata perawat
"ada lagi yang mau di periksa suster"tanya Dafi
"sudah pak, saya memeriksa Nisa aja. Kalau Bu Nadya nanti rekan saya yang periksa"kata perawat
"terima kasih suster"kata Dafi.
"saya permisi dulu pak. mari Bu Nadya"sapa perawat
"ya, terima kasih suster"jawab Nadya
__ADS_1
Setelah perawat keluar, Dafi duduk di dekat Nadya kembali."sweet heart ada yang mau Abang bicarakan"kata Dafi.
"mau bicara apa bang? kelihatan nya serius sekali?" tanya Nadya dengan nada sedikit cemas, karena biasanya Dafi tidak pernah seserius ini. ada apa ya?
"bicara tentang kita"kata Dafi lagi
"tentang kita? kenapa?"tanya Nadya
Dafi bingung mau berbicara dari mana, tapi ini harus di sampaikan pada Nadya."maksudnya sebaiknya pernikahan kita di percepat aja"kata Dafi
"kenapa di percepat? kondisi aqu juga belum tau karena ayah juga belum cerita" kata Nadya.
"apa pun kondisi mu sweet heart, Abang mau di percepat. Secara agama dan negara"kata Dafi lagi.
"Abang sudah bicara sama ayah"tanya Nadya
"sudah...tapi katanya mau di bicarakan dulu sama mu"kata Dafi
"tapi ayah belum cerita, mungkin karena belum sempat aja"kata Nadya.
"percaya sama Abang.... enggak ada maksud apa apa.kalau kamu sudah bisa pulang nanti, kita menikah secepatnya"kata Dafi lagi.
"bang...aqu bicara dulu sama ayah dan mama. yang pasti aqu percaya kok sama Abang"kata Nadya.
Dafi tidak mau menceritakan kondisi sebenarnya pada Nadya, biar lah dia dapat kabar dari dokter atau ayah nya sendiri. sekarang dia hanya mau meyakinkan Nadya saja. Karena Nadya seperti nya tidak percaya, Dafi memegang tangan Nadya."sweet heart coba kamu lihat mata Abang. apakah kamu masih ragu?"tanya Dafi lagi
Perlahan Nadya melihat mata Dafi sementara tangannya di pegang erat oleh Dafi. Di lihat nya mata itu...memang tidak ada keraguan. Kalau dia tidak serius pada qu,mana mungkin dia minta di percepat. Mana kondisi masih seperti ini."Bang...aqu percaya sama mu"kata Nadya sambil mata berkaca-kaca karena Dafi begitu serius pada diri nya
"terima kasih sweet heart sudah percaya pada Abang, hubungan kita ini pondasinya adalah saling percaya"Dafi menjelaskan pada Nadya.
Mereka pun saling berpelukan, Nadya menangis di pelukan Dafi.
"terima kasih"kata Dafi sambil sedikit meneteskan air mata bahagia.
"apa pun yang terjadi Abang selalu di sampingmu sweet heart"kata Nadya
Mendengar perkataan Dafi yang sangat menyentuh, Nadya hanya mengangguk sambil menangis.
Tok...
tok...
tok...
Suara pintu kamar di ketuk dari luar, Dafi dan Nadya melepas pelukan mereka dan mengusap air mata masing masing. Ternyata yang mengetuk pintu adalah perawat yang mau memeriksa keadaan Nadya."malam bapak/ibu saya mau memeriksa keadaan ibu Nadya" kata perawat.
"silahkan suster"kata Dafi
Nadya pun langsung di periksa perawat , yang di periksa tensi, suhu badan."tensi normal, suhu badan juga normal Bu"kata perawat
"Alhamdulillah...suster"jawab Nadya
Setelah itu suster membuka selimut Nadya."maaf Bu saya buka selimut nya"kata perawat.
"silahkan suster"jawab Nadya
__ADS_1
Suster pemukul sedikit bagian lutut Nadya."ibu maaf saya pukul sedikit, tolong kasi tau apa rasanya"kata perawat.
Nadya hanya mengangguk saja, sementara perawat sedikit memukul lutut bagian kanan."tidak ada terasa apa apa suster"kata Nadya.
"kalau yang sebelah kiri"tanya perawat
"sama aja suster, tidak terasa apa apa."jawab Nadya
Perawat mencatat semua keluhan dan hasil pemeriksaan pada Nadya."baik Bu sudah siap, besok dokter Ilham yang akan menjelaskan hasil nya"kata perawat.
"apa hasilnya"tanya Nadya
"yang menjelaskan hasil pemeriksaan hanya dokter, karena bukan wewenang saya"kata perawat pada Nadya.
"oke suster... terima kasih"kata Dafi dari kursi sofa.
"ya pak, permisi..."kata perawat sambil berjalan menuju pintu keluar.
"bang... kenapa tidak terasa apa apa waktu suster itu memukul lutut qu"tanya Nadya
"Abang juga enggak tau, besok kita tanya dokter aja"kata Dafi
"aqu penasaran aja",kata Nadya
Mendengar itu perasaan Dafi sedih, tapi bagaimana lagi. biar lah besok Nadya dengar sendiri dari dokter atau ayah nya saja.
"enggak usah di pikirkan, Sebaiknya sweet heart istirahat saja" kata Dafi
"iya bang",jawab Nadya tapi di pikiran nya sudah tidak tenang, kenapa lutut nya waktu di pukul sedikit saja tidak terasa? tidak ada respon?apa sebenarnya terjadi? Nadya bertanya dalam hati.
Sementara Dafi menaikkan kembali selimut Nadya yang tadi di buka perawat.", tidur lah...Abang juga mau istirahat"kata Dafi
"iya... Abang istirahat dimana?"tanya Nadya.
"di sofa, kan bisa di buat menjadi tempat tidur"kata Dafi sambil mengubah sofa menjadi tempat tidur yang nyaman dan tentunya di alasi bawah nya dengan seprei.
"selamat tidur...mimpi yang indah, jangan lupa baca doa",kata Dafi.
"ya"kata Nadya sambil memejamkan mata.
BERSAMBUNG
****
Jangan lupa
vote...vote... vote..
Like... like... like...
Komentar yang membangun
dan add favorit....
Terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏