
Setelah selesai menikmati surga dunia maka mereka berdua mandi, berhubung kamar mandi kecil jadi mandi secara bergantian.
"bang...mandi sana duluan."kata Mila.
sengaja duluan mandi Andi jadi kalau sudah rapi... pasti cepat selesai.
Tapi kalau Mila yang duluan mandi... pasti minta lagi... minta lagi...
"kamu saja duluan...abang sebentar lagi."kata Andi.
"enggak mau...abang saja duluan."
"kenapa kamu enggak mau duluan?"tanya Andi penasaran.
"kalau Mila duluan mandi... nanti abang enggak kuat lihat nya...mau lagi...mau lagi..."kata Mila
Andi tertawa mendengar jawaban dari istrinya, ternyata Mila cepat juga bisa membaca pikiran nya."kamu itu...tau saja isi hati suami."kata Andi yang langsung bangkit masuk ke kamar mandi.
Lima menit kemudian dia pun keluar,dan bergantian dengan Mila. Tiga puluh menit kemudian mereka berdua pun keluar rumah,tapi sebelumnya Mila merapikan tempat tidur yang acak acakan karena pertempuran mereka.
Andi hanya duduk di ruang tamu sekaligus ruang keluarga,dia membalas what's up yang masuk."besok kamu sudah masuk kerja sayang?"tanya Andi
"sudah bang .. kenapa?"tanya Mila
"enggak apa apa...ya sudah...abang juga besok kerja juga... ngapain juga nganggur di rumah sendirian..."kata Andi.
"jadi besok kita berangkat dari mana?"tanya Mila
"Dari rumah mamak saja, lagian kita bilang sama mama dan ayah mu sayang...kita mau pindahan rumah."kata Andi.
"kapan dong pindahan nya?"tanya Mila.
"mmmhhh... secepatnya...kamu yakin kita tinggal di sini? menurut abang terlalu kecil,cari yang lebih besar ya..."kata Andi.
"ada dana nya?"tanya Mila.
Andi menggaruk kepalanya untuk menjelaskan pada istrinya."sebenarnya...ada beberapa rumah yang bisa kita lihat...type 45, type 54, type 60 dan type 70."jawab Andi.
"abang...itu semua jenis jenis type perumahan."kata Mila.
"sayang... sebenarnya itu semua punya abang...ya sekarang jadi punya kita berdua."kata Andi menjelaskan pada istrinya.
Mila bingung, seperti tak percaya apa yang barusan di dengar nya."maksudnya apa sih bang? Mila jadi bingung dengan penjelasan abang."kata Mila yang lagi menyapu rumah tersebut.
__ADS_1
Andi mendekati istrinya dan mengajak untuk duduk."sini... duduk dulu...biar kita bicarakan."kata Andi.
Mengikuti apa yang di sarankan Andi,tapi masih banyak pertanyaan di atas kepala.
"abang mau ngomong apa? ini mau masuk jam makan siang lho..."kata Mila karena dia sudah lapar.
"sebentar saja...type rumah yang abang sebutkan tadi adalah punya kita... biasanya di beli lalu di jual kemi, ya... seperti investasi. jadi kalau ini kekecilan kita bisa ambil salah satu type rumah yang ada."kata Andi.
"semua itu punya abang? banyak ya rumah abang."kata Mila seperti tak percaya apa yang sudah ada.
"kan sudah di bilang... semua itu untuk investasi kita... untuk bisnis lah..."kata Andi menjelaskan.
"mmmhhh... rumah ini memang kecil sih...ya sudah seperti nya cocok yang type 54 atau type 60, bagaimana?"tanya Mila kembali.
"ya sudah... tapi tidak ada yang tau tentang semua rumah, jadi hanya kita berdua yang tau ya... selain..."kata Andi terputus.
"selain siapa bang..."tanya Mila penasaran.
"selain Dafi... karena dia yang selalu menganjurkan untuk investasi, karena abang adalah orang kepercayaan,kerja Selalu lembur dan banyak tanggung jawab."Andi menjelaskan.
"seperti itu... kalau ada dana kenapa enggak jual beli rumah saja bang?"tanya Mila
"abang enggak bisa meninggalkan Dafi sendirian, sebenarnya sudah lama abang mau mandiri tapi dia tidak izinkan. Mencari teman seperti dia susah... banyak bantuan yang dia berikan selama ini...kira kira mulai tamat SMA. Kalau bukan karena dia, mungkin abang enggak akan tamat kuliah dan kerja seperti saat ini."Andi menjelaskan.
Tanpa terasa ternyata Andi hanyut dengan cerita sehingga tanpa dia sadari setetes air mata jatuh di pipi tapi Mila tidak mengetahui nya.
"ya sudah... sekarang kita Zuhur dulu atau otw langsung."tanya Andi.
"jalan sekarang saja... lalu berhenti di mesjid,jadi Zuhur dulu baru kita makan...tapi di mana?"tanya Mila lagi.
"baik lah kalau begitu...kita jalan sekarang."kata Andi sambil menutup dan mengunci pintu rumah.
Mobil berjalan di bawa oleh Andi sementara Mila memperhatikan mobil yang di bawa."terlalu mewah kalau mobil keluaran Eropa ini kami bawa."kata Mila dalam hati walaupun tidak mengerti tentang mobil tapi dia tau mobil keluaran dari mana,sebab Bu Tati selalu cerita tentang mobil para cowok nya.
Andi yang membawa mobil melihat ke arah Mila yang lagi memperhatikan mobil Andi."kamu kenapa sayang?"tanya Andi.
"setelah melihat dan memperhatikan mobil ini, seperti nya tidak cocok kalau mobil keluaran Eropa untuk kita bang... bagaimana kalau kita jual mobil ini lalu beli keluaran Asia yang sedikit besar."kata Mila
"oh... begitu... nanti kita bicarakan lagi."kata Andi.
"masukkan ya bang... kalau mobil ini hanya untuk empat orang, sementara kita keluarga besar bang , seperti orang pelit saja... keluarga tidak bisa numpang."kata Mila lagi.
"ya sudah... nanti coba di jual...terus beli yang besar...gitu kan sayang..."kata Andi.
__ADS_1
"mmmhhh...iya... sudah mau azan bang,lima menit lagi...kita berhenti di mesjid depan."kata Mila.
Andi pun mengikuti arahan dari istrinya, berhenti di mesjid terdekat. Mereka sholat ikut sholat berjamaah di mesjid. Selesai sholat Andi menunggu Mila yang masih di dalam.
Tak berapa lama Mila keluar dengan seseorang yang bersama nya."siapa ibu tua itu?"kata Andi dalam hati.
Mila mendekati Andi di ikuti oleh ibu tua itu, setelah mendekat ternyata Mila memperkenalkan."Oma...ini suami Mila..."
Andi yang di perkenalkan mengulurkan tangan untuk bersalaman.
"ganteng juga suami ibu Mila, sayang nikah enggak ngundang."kata Oma tersebut.
"hanya nikah saja Oma... enggak ada pesta."jawab Mila.
"Oma do'akan semoga sakinah mawadah warahmah... sampai maut memisahkan."kata Oma.
"a...min..terima kasih Oma atas doanya."kata Mila.
"ya sudah...ini ada voucher nginap di hotel Oma... untuk tiga hari biar cepat dapat momongan."kata Oma tersebut memberikan amplop seperti berisi kertas.
"Alhamdulillah... terima kasih Oma... murah rezeki... sehat sehat..."kata Mila sambil Salim sama Oma.
"a...min...Oma pergi dulu...itu sudah di tunggu supir dari tadi... kalau mau claim voucher... what's up Oma..."kata Oma meninggalkan Mila dan Andi yang penasaran.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like ..like...
add favorit...
komentar yang membangun...
serta
vote... vote... vote..
terima kasih
🙏🙏🙏
__ADS_1
.