
Di ruangan rawat inap Dafi terlihat masih tidur. Dokter yang menangani Dafi berada di sana yang lagi memeriksa kondisi Dafi."dokter bagaimana dengan keadaan anak saya"tanya Bu Nani.
"Alhamdulillah... ibu seperti nya sudah ada kemajuan, kondisi fisik pun normal. Tapi psikis nya masih dalam observasi"jawab dokter.
"maksud dokter?"tanya Bu Nani.
"begini lho Bu... kemarin itu kejadian tabrakan jadi kami masih pantau semua nya, apakah pasien sering pusing? apakah masih ingat dengan semua orang yang datang menjenguk? apakah dia masih bisa mengingat kejadian yang menimpanya? Jadi ibu bersabar ya... Do'akan pak Dafi sehat sehat, biasanya do'a seorang ibu mujarab, di izabah Allah."dokter menjelaskan panjang lebar.
"iya dokter... pasti saya Do'akan yang terbaik untuk anak saya"jawab Bu Nani
"Alhamdulillah... insha Allah kami memberikan pelayanan yang terbaik juga ibu"kata Dokter
"terima kasih dokter"kata Bu Nani
"seperti nya pak Dafi masih istirahat, jangan di ganggu. Nanti saya datang lagi ibu"kata dokter sambil meninggalkan ruangan.
"iya dokter"jawab Bu Nani
Andi yang duduk di kursi tamu hanya mendengarkan dan melihat interaksi Bu Nani dan dokter. Setelah dokter pergi Andi mendekati Bu Nani dan bertanya."tante...apa kata dokter tadi?"
"kamu enggak dengar tadi ?" melihat Andi karena Bu Nani merasa kalau Andi mendengarkan penjelasan dari dokter.
"Andi tidak jelas mendengarkan penjelasan dokter tadi"Andi menjawab.
"pasti kamu tadi sibuk karena HP"kata Bu Nani
"tahu aja tante"jawab Andi sambil garuk kepala yang tidak gatal.
Mendengar Penjelasan dari Andi, Bu Nani geleng kepala dan melihat sahabat anaknya itu."tadi kata dokter masih proses observasi, Alhamdulillah... keadaan fisik nya tidak ada masalah, tapi keadaan psikisnya belum tahu, makanya di observasi dahulu supaya tahu penanganan lebih lanjut"Bu Nani menjelaskan.
"Alhamdulillah... kalau begitu Tante, mudah mudahan keadaan Dafi baik baik saja"jawab Andi
"amin...amin...iya kamu Do'akan Dafi agar sembuh seperti sedia kala"jawab Bu Nani
"tante Andi permisi dulu mau ke kantor karena jam istirahat sudah habis"Andi melihat hampir jam 1 siang dan sebagai pengganti Dafi sementara dia harus memberikan contoh yang baik kepada anggota di kantor.
"iya... hati hati di jalan , sering sering lihat Dafi, jaga kantor nya yang benar"Bu Nani memberi wejangan pada Andi.
Andi pun keluar dari ruangan itu dan menuju kantor.
Tak berapa lama Nadya pun masuk ke ruangan Dafi."Assalamualaikum...ma..."Nadya masuk memberi salam
"wa'alaikum salam... Nadya sudah selesai terapi nya?"tanya Bu Nani
"sudah ma...siap terapi tadi konsultasi dengan dokter lalu sholat Zuhur di musholla rumah sakit"kata Nadya
"kamu sudah makan?"tanya mertua nya itu
"belum ma..."jawab Nadya
"ya sudah kamu makan dulu nak, mama mu mana?"tanya Bu Nani
"mama tadi langsung pulang ada kerjaan"jawab Nadya
__ADS_1
Nadya pun duduk di kursi tempat tamu untuk makan siang yang di bawa Bu Nani dan mamanya Bu Nilam."mama sudah makan?"tanya menantu ke mama mertua
"belum, mama masih kenyang, mama mau jagain Dafi dulu"jawab Bu Nani.
"ma...ayo lah makan bersama biar selera, kalau sendiri mana enak. Nadya juga nanti enggak selera juga"kata Nadya
Bu Nani melihat ke arah Nadya dan mendatangi nya, "ya sudah kita makan bersama saja"
Mereka berdua pun makan siang bersama sambil menjaga Dafi, karena berdua jadi lahap makan nya."Alhamdulillah... sudah siap kita makan ma..",kata Nadya sambil merapikan tempat makan yang ada."iya... mungkin karena berdua jadi banyak mama makannya"kata Bu Nani."Nadya pun banyak makan hari ini"kata menantunya.
Nadya pun membuang sisa makanan mereka yang di dalam plastik ke tempat sampah dengan berjalan pelan pelan. Melihat itu Bu Nani sedikit terkejut,"Nadya...kamu sudah bisa berdiri dan berjalan?"tanya Bu Nani
Nadya senyum saja karena masih mau membuang sampahnya dan duduk kembali."iya ma...tapi masih perlahan dan harus di biasakan"jawab Nadya
"Kalau Nisa lihat kamu sudah bisa jalan pasti dia akan mengajak mu ke rumah"kata Bu Nani
"Minggu depan Nadya pindah ke rumah mama, Nisa pasti senang"kata Nadya
"Bukan Nisa aja yang senang, mama juga nak. semoga Dafi juga bisa secepatnya pulang ke rumah. Jadi kita jadi keluarga yang utuh, kalau semua sudah normal mama mau buat acara pesta pernikahan kalian"kata Bu Nani
"amin... semoga bang Dafi cepat pulih kembali",kata Nadya
Setelah selesai perbincangan mereka Bu Nani pun mau keluar."Nadya...mama mau sholat Zuhur dulu dan pulang sebentar karena Nisa telpon terus,jadi kemungkinan sore mama kembali lagi"Bu Nani permisi sama menantunya.
"kasian Nisa pasti kesepian di rumah, Nadya aja yang jagain bang Dafi"usul menantunya
"kamu enggak apa apa sendirian?"tanya Bu Nani
"ya sudah...mama titip Dafi, kalau ada masalah telpon mama ya..."kata Bu Nani
"iya percaya sama Nadya insha Allah aman saja"jawab Nadya
Bu Nani pun bersiap untuk pulang ke rumah dan membawa perlengkapan makan mereka yang sudah di makan tadi."mama pulang dulu ya, Assalamualaikum..."kata Bu Nani
"wa'alaikum salam...tapi mama pulang naik apa"tanya Nadya
"pak Mien sudah menunggu di bawah 30 menit yang lalu,mama suruh aja tunggu. pas antar Nisa aja nanti dia ke sini"jawab Bu Nani sambil keluar ruangan Dafi.
Dalam ruangan hanya ada Nadya dan Dafi. Sementara Dafi yang masih tidur, Nadya duduk di sofa tamu untuk meluruskan kaki dan melihat Dafi dari jauh. Sampai sampai Nadya ketiduran menunggui suaminya itu. Tapi tiba tiba terdengar suara batuk.
Huk
huk
huk
Membuat Nadya terjaga dari tidurnya, lalu di lihat nya Dafi yang sudah terbangun."Abang... sudah bangun? Alhamdulillah..."kata Nadya sambil mendekati suaminya.
Sementara Dafi hanya diam dan melihat Nadya,
"Abang mau minum?"tanya Nadya
Dafi mengangguk saja dan memperhatikan gerak gerik Nadya yang mengambil air putih untuk nya."di minum dulu bang..."kata Nadya
__ADS_1
Karena Dafi masih berbaring di letakkan Nadya dulu minumannya di meja lalu membantu Dafi duduk supaya minumnya mudah dan tidak tumpah. Minuman tadi di minum Dafi sampai habis."haus bang?mau lagi?"tanya Nadya.
"tidak... terima kasih"kata Dafi.
Dafi hanya melihat Nadya dari atas sampai bawah tapi diam saja,dia mencari sesuatu. Lalu Nadya bertanya."Abang cari siapa?"tanya Nadya
"mama mana?"tanya Dafi
"oh...mama tadi pulang, nanti sore datang lagi dengan Nisa"jawab Nadya
Dafi seperti memikirkan sesuatu tapi tidak di utarakan nya."masih jam 3 bang, bagda ashar nanti mama ke sini lagi"Nadya menjelaskan.
"oh..."jawab Dafi
"Abang lapar? mau makan?"tanya Nadya
"apa yang ada?"tanya Dafi lagi
"nasi dan lauk,roti atau buah biar di potong"tanya Nadya
"roti saja pakai selai yang ada saja"kata Dafi
Nadya pun mengambil roti, memberi selai coklat,mengoles dan memberikan pada suami nya.
"terima kasih"kata Dafi lalu memakan roti dan minum air putih. Setelah selesai makan Dafi melihat Nadya."Abang perlu sesuatu lagi?"tanya Nadya.
Dafi hanya menggeleng dan bertanya kepada Nadya."Kamu siapa"tanya Dafi pada Nadya.
"Apa?"kata Nadya karena dia terkejut dengan pertanyaan dari suaminya. Bagaimana Nadya menjawab pertanyaan suaminya
eng
ing
eng
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
vote... vote...vote..
like...like...like...
add favorit...
komentar yang membangun
Terima kasih
🙏🙏🙏
__ADS_1