Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.29


__ADS_3

Setelah Andi turun Nadya duduk di kursi depan menemani Dafi. Sementara Nisa sudah tidur di bangku tengah. Selama dalam perjalanan Nadya hanya diam, Dafi melirik sambil menyetir. Tapi pandangan Nadya hanya ke depan. Maka Dafi pun berinisiatif memulai percakapan.


"Sweet heart , kamu enggak apa apa?" tanya Dafi


"menurut Abang bagaimana?" Nadya balik bertanya


"mana Abang tau, tapi kamu kok diam saja. Kalau ada yang mengganjal di hati, bilang aja. Abang enggak bisa menebak" kata Dafi.


"Siska itu siapa?" tanya Nadya


Ternyata kalau di pancing sedikit aja, dia mau cerita."Siska itu rekan bisnis Abang, kenapa?"


"tadi dia mendatangi aqu dan Nisa, waktu Abang enggak kelihatan"


"itu tadi Abang ke toilet, apa kata Siska?" tanya Dafi lagi.


"dia bilang..."


"apa yang di bilang nya ?"


"enggak usah la Abang tau, nanti berantakan pula kerja sama dengan perusahaan mereka" kata Nadya


"enggak begitu sweet heart, jangan di pendam. Abang enggak mau seperti itu. cerita aja, apa kata Siska. kita lagi masa penjajakan, apapun masalah nya kita hadapi. Tapi kuncinya keterbukaan atau jujur, jangan di pendam sendirian" kata Dafi


"Tapi bang, enggak sanggup aqu mengucapkan nya" kata Nadya


"harus sanggup, kalau kamu diam aja persoalan enggak akan selesai"


Lalu Nadya menceritakan pada Dafi."yang membuat aqu enggak bisa terima kata terakhir nya"kata Nadya


"apa yang di katakan Siska?ayo lah cerita" tanya Dafi hampir prustasi


"Dia bilang kalau aqu ini istri siri atau pura pura aja, hiks...hiks...hiks" kata Nadya dengan menangis.


Mendengar Nadya menangis, kebetulan mau melewati SPBU. Dia pun masuk ke area tersebut untuk ngobrol dan menenangkan Nadya.


"Sweet heart, percaya lah sama Abang. Hanya itu pondasi utama hubungan kita" Dafi berkata sambil meraih dan menggenggam tangan Nadya.


"iya, aqu percaya sama Abang. hanya kata katanya itu terlalu tajam dan enggak enak di dengar" kata Nadya


"bisa bisa nya Siska berkata seperti itu"


"Abang enggak percaya?"tanya Nadya sambil cemberut


"percaya lah sama kamu, dari awal jumpa dia memang kelihatan suka Abang" kata Dafi


"oh... seperti itu?"


"iya, makanya proyek kerja sama kita Abang serahkan kepada Andi, tapi..."kata Dafi sambil melihat ke depan


"kenapa?" Nadya penasaran


Mendengar itu Dafi tersenyum dan melirik Nadya." tapi dia mengejar terus, ke kantor, telpon atau wa bahkan kami pernah bertemu di taman komplek rumah.abang enggak tau apakah itu jumpa tidak sengaja atau dia rencanakan" kata Dafi menjelaskan.


"waktu ketemu di taman, Abang ada tanya ngapain dia di situ?"


"tanya la,kok bisa jumpa di situ. katanya baru ke rumah temannya yang ternyata satu kompleks dengan Abang" kata Dafi


"kalau seperti itu, berarti dia modus itu"


"iya..ya.. kemarin Abang juga berpikir seperti itu, tapi ya udah la ngapain di pusingkan" kata Dafi


"ya udah, sekarang kita pulang aja"ajak Nadya


"kamu sudah tenang?"


"sudah" jawab Nadya singkat

__ADS_1


"kita jalan pulang, enggak ada air mata. nanti kalau di lihat ayah dan mama mu jadi enggak enak. Prasangka buruk pula nanti, anak gadis pulang dari dinner kok sembab matanya"


"enggak sembab kok mata qu"kata Nadya


Setelah tenang perasaan Nadya, tangan yang di pegang Dafi tadi di kecup Dafi secepat kilat.


"cup" Dafi mengecup ke dua tangan Nadya


Nadya terkejut sambil mata melotot langsung berkata."apaan sih ni Abang, enggak boleh.bukan muhrim" kata Nadya


"maaf... Abang gemas lihat kamu"


"alasan lain kali enggak boleh"


"oke, tapi lebih baik secepatnya Abang bayar tunai aja"


mendengar itu Nadya tersipu malu, pipinya merah merona. " ngomong apaan sih, ayo kita jalan. aku takut"kata Nadya


" takut apa?"tanya Dafi penasaran


"banyak setan bang"kata Nadya sambil berbisik


"sweet heart buat gemas aja, ya udah kita jalan aja"kata Dafi sambil tertawa


Dafi pun menjalankan mobil nya, menuju rumah Nadya. Sampai di rumah tepatnya jam 22.30 wib. Telat 30 menit dari perjanjian.


"Sudah sampai, tapi Nisa lagi tidur pula di mobil".kata Dafi


"gini aja, Abang turun aja. jumpai ayah" saran Nadya


"kamu enggak turun?"


"jagain Nisa"


"jangan begitu buka aja pintu gerbang parkir di dalam aja. enggak enak kan balikkan anaknya tapi anaknya di luar, apa kata ayah mu nanti" kata Dafi.


tok...


tok...


tok


"Assalamualaikum...."


Wa'alaikum salam


pintu di buka, yang membuka ternyata pintu adalah ayah Nadya."sudah pulang kalian" tanya ayah.


"iya om, maaf telat 30 menit"


"lho anak mu mana Dafi?"


"di dalam mobil om ketiduran dia" jawab Dafi


"oh... Nadya masuk,ayah mau bicara sama nak Dafi


"iya ayah" jawab Nadya sambil melihat Dafi masuk ke dalam rumah.


sementara itu Dafi masuk duduk sebentar, walaupun dalam hati nya tidak tenang karena Nisa di dalam mobil sendirian.


"nak Dafi , sebaiknya besok kita jumpa keluarga" kata ayah Dafi dengan tegas.


"maksud om???" tanya Dafi penasaran


"Om mau ngobrol dengan Bu Nani, bagaimana tentang kalian" kata ayah


"iya om" jawab Dafi

__ADS_1


"tadi om dengar dari Tante kamu ada undangan dinner dengan rekan bisnis'


"iya om, di undang bawa keluarga" jawab Dafi


"nah...di sini masalah nya, jadi Nadya kamu perkenalkan sebagai apa" tanya ayah Nadya


"sebagai istri" jawab Dafi singkat


"sebagai ayah Nadya, om keberatan. karena kalian belum nikah, trus mana tau ada yang kenal sama Nadya dan mereka tau siapa ayah nya, kan jadi membuat orang bertanya tanya" kata ayah Nadya panjang lebar


"maaf om saya enggak berpikir sampai ke situ"


"ya udah, namanya anak muda ya belum sampai ke situ pemikiran nya"


"insha Allah besok saya dan mama akan datang,kira kira jam berapa ???"


"datang lah ba'da magrib"


"baik om, kalau begitu saya pamit dulu"


"oke, jangan lupa besok om tunggu" kata ayah Nadya.


"titip salam sama Tante, saya pamit. Assalamualaikum..."


"iya..nanti salam nya om sampai kan pada tante wa'alaikum salam..." jawab ayah Nadya


Dafi langsung keluar meninggalkan rumah Nadya. Karenanya sudah malam waktu yang di tempuh menuju rumah nya hanya memakan waktu 30 menit.


Sampai rumah ternyata Bu Nani masih belum tidur, dia menunggu kepulangan Dafi. Apa lagi Nisa ikut dengan nya, jadi Bu Nani kepikiran dengan mereka.


"Alhamdulillah...kamu sudah pulang" kata Bu Nani. Setelah melihat Dafi sudah masuk sambil menggendong Nisa


"iya ma" jawab Dafi sambil membawa Nisa mau masuk ke dalam kamar.


"aduh kasian nya cucu Oma, sudah tidur ya? melihat Nisa tidur nyenyak dan pulas.


Nisa enggak dengar suara Oma nya karena memang sudah larut malam. Dafi langsung meletakkan di atas spring bed, lalu melepaskan sepatu dan menggantikan pakaian nya. Setelah semua selesai, Dafi meninggalkan Nisa di kamar.taklupa menyalakan lampu tidur.


Dafi pun langsung keluar kamar, dia mau langsung masuk kamar. tapi karena Bu Nani masih di ruang keluarga/TV, dia menghampiri Bu Nani.


"Belum tidur ma?" tanya Dafi


"sebentar lagi mama masuk kamar" jawab Bu Nani


"ma...besok ada undangan dari ayahnya Nadya ke rumah nya ba'da magrib" kata Dafi


"oh...iya, insha Allah kita datang. Tapi kenapa tiba tiba mengundang dinner???" tanya Bu Nani penasaran


"ada apa ya???"


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like... like...like...


favorit....


vote...vote ... vote....


dan


komentar yang membangun


terima kasih

__ADS_1


🙏🙏🙏


__ADS_2