Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.204


__ADS_3

Mila yang sedikit kaget sebenarnya tapi dia berusaha untuk santai di hadapan tamu.


Sementara itu Andi yang berhadapan dengan ayah Mila berusaha untuk tenang dan memulai percaya.


"pak... sebelum nya saya mau minta maaf atas kelancangan datang bersama dengan ke dua orang tua tanpa pemberitahuan terlebih dahulu."


"enggak apa apa saling berkenalan dan berkunjung ke rumah kami, bapak...ibu...inilah keadaan rumah kami"


ayah Mila berbicara dengan ke dua orang tua Andi.


"wah...bagus den luas halaman nya, kami berdua ikut hanya sekedar mau berkenalan dan Andi pernah bicara kalau dia sedang ta'aruf dengan seseorang."


"oh... seperti itu... memang ada syarat yang saya ajukan waktu itu, bagaimana Andi? sudah selesai?"


Ayah Mila melihat ke arah Andi


"Alhamdulillah... sudah di jalani dan insha Allah sampai sekarang masih berjalan."


"Alhamdulillah... syukur lah kalau begitu,saya senang mendengar nya.


Mama Mila yang dari dalam mendengar ada tamu penasaran tapi dia ke dapur dulu melihat ke arah putrinya yang biasanya membuatkan minuman.


"Mila...ayah mu bicara dengan siapa?"


"mmmhhh...mama belum ke depan"


Mila yang berpura biasa saja padahal dalam hati sudah entah bagaimana perasaan nya.


"belum... makanya mama tanya dengan mu"


"oh... begitu, yang datang bang Andi bersama orang tua nya ma...?"


"apa...?" kamu kok enggak cerita sama mama dari tadi sore?"


mama Mila yang kaget dan bingung dengan kedatangan Andi dengan orang tua nya.


"ma...Mila juga enggak tau, bang Andi enggak ada cerita tentang ini"


Sambil berlalu membawakan minuman untuk tamu, untung nya Mila berpakaian rapi dan memakai hijab kalau ada tamu walaupun di rumah.


Mila memasuki kembali ruang tamu dan di belakang di ikuti oleh mamanya untuk melihat tamu yang datang.


"eh...ada tamu rupanya..."


mama Mila menyalim mamak, ayah dan Andi tentu nya lalu duduk di dekat mamak Andi.


Sementara Mila meletakkan minuman, setelah itu dia mau kembali di tahan ayah.


"Mila...kamu duduk di sini saja."


Mengikuti apa yang di katakan ayah nya Mila duduk dekat mamanya sementara mamak Andi duduk bersama para lelaki.


Ayah Mila pun kembali berbicara sebagai orang tua dan yang punya rumah.


"terima kasih pada bapak dan ibu orang tua Andi mau ke rumah kami, kemarin Andi memang ada mengutamakan niat baiknya mau ta'aruf dengan anak kami Mila...tapi saya ada mengajukan syarat tersebut. begitu kan Andi?"


"iya...pak..."


jawab Andi dengan singkat sehingga ayah Mila jadi bicara selanjutnya.


"saya membuat syarat tersebut karena melihat Mila juga kaget Andi mengutarakan itu, jadi dengan syarat satu bulan biar mereka berdua berdoa dan memantapkan hati dengan pilihan mereka. Bukan begitu Andi?"


"iya pak..."

__ADS_1


jawab Andi singkat tapi sebenarnya dia juga sudah mantap dan siap."mana mungkin aqu langsung bilang sangat mantap dengan Mila anak bapak"kata Andi dalam hati.


"jadi saya mau tanya, bagaimana dengan hati Andi... apakah masih mantap pilihan nya dengan Mila?"


"insha Allah mantap pak, tapi saya enggak tahu dengan Mila "


kata Andi menjawab pertanyaan dari calon mertua.


Semua tersenyum mendengar jawaban dari Andi yang mantap, semangat dan bersungguh-sungguh. Para orang tua senang mendengar jawaban Andi. Lalu mereka melihat ke arah Mila.


Yang lagi di perhatikan menjadi grogi dan tersipu malu sehingga Mila menundukkan kepalanya."aduh bagaimana ini? kok seperti di hakimi gini?"kata Mila dalam hati.


Mama Mila mendekati anaknya yang seperti terpojokkan oleh yang lain, lalu mereka berdua duduk bersebelahan.


"ayah... sebaiknya kami ke dalam dulu ya...biar saya yang tanyakan."kata mama Mila


"ya sudah...para perempuan boleh ke dalam saja,biar kami bertiga di sini. ma...ajak mamak nya Andi ke dalam."


pesan dari ayah Mila.


"mari Bu... ikut dengan kami"


ajak mama ,Mila dan mamak ke dalam, sementara Andi hanya memperhatikan Mila ke dalam bersama para mama.


Di ruang tamu tepatnya nya di ruang keluarga para perempuan duduk bersama, sebelum bertanya pada anaknya mama Mila malah menyapa mamak Andi.


"maaf Bu...kami enggak ada persiapan untuk menjamu"


"enggak apa apa Bu...ini juga Andi enggak tau, dari siang adiknya si Andi yang menyiapkan semua ini bersama saya, kalau Andi enggak mau bawa kami karena takutnya kecewa mungkin"


mamak menjelaskan sambil melihat ke arah Mila.


"oh... gitu...jadi baru ini jumpa dengan Mila anak saya "


"seperti nya kita pernah bertemu ya..."


"betul Mila...."


mama seperti minta penjelasan pada anak gadisnya.


"iya ...jumpa di rumah Nadya istri pak Dafi"


"oh...iya... waktu acara aqiqah lahiran anaknya... baru ingat mamak"


jawab mamak tidak sungkan sama sekali.


"oh... kirain Andi sudah pernah bawa jalan ke rumah nya"


"Saya selaku mamak Andi sangat senang mendengar Andi lagi menjalani ta'aruf dengan seseorang, abang... kakak dan adiknya sudah capek mencarikan calon untuk nya tapi dia tetap menolak "


mamak bicara tentang Andi.


"mungkin waktu itu belum ada tergerak hatinya "


kata mama Mila.


"mungkin lah Bu...saya yakin dia memang serius dengan nak Mila,hanya ibu mau bertanya apakah Mila bersedia menerima Andi jadi calon imam?"


mamak melihat ke arah Mila yang melihat ke arah mama mila.


"ayo...Mila di jawab... bukannya selama ini kamu sudah berdoa setiap hari "


mama Mila meminta anaknya untuk menjawab pertanyaan dari nya.

__ADS_1


Melihat ke arah dua orang perempuan Mila pun menjawab pertanyaan dari mamak Andi.


"sebenarnya kami sudah lama kenal, tepatnya saat bang Andi ke sekolah memeriksa CCTV kejadian Nadya tabrakan."


"jadi waktu itu bagaimana?"


tanya mamak dengan tidak sabar.


"waktu itu biasa saja seperti teman saja, jadi Mila juga kaget waktu bang Andi ngomong mau ta'aruf dengan Mila. Padahal sebelum sampai rumah kami singgah makan tapi mungkin waktu itu Mila yang enggak sabar mau pulang "


kata Mila lagi.


"jadi bagaimana... apakah kamu menerima Andi?"


"Bismillah...insha Allah saya menerima bang Andi jadi imam Mila"


"Alhamdulillah... terima kasih nak... sudah lama mamak menunggu berita ini dari Andi."


kata mamak dengan senang dan memeluk calon mantu nya itu.


Sementara mama Mila senang dan terharu melihat nya dan sebentar lagi anak gadisnya menjadi istri orang.


"ya sudah... kalau begitu saya akan ke depan menyampaikan jawaban Mila."


"ibu saja yang ke depan saya mau ngobrol dengan Mila dulu "kata mamak Andi.


Masuk ke ruang tamu ternyata para lelaki lagi ngobrol dengan akrab, saat mama Mila masuk seorang diri mereka jadi terdiam sejenak.


Apa lagi Andi yang keluar hanya mama Mila.


"kemana mamak dan mila?kata Andi dalam hati "


"ma...kok sendirian ke sini?"


"mama ke sini mau menyampaikan jawaban dari Mila, dia mungkin malu"


"oh... gitu...apa jawaban Mila"


"Bismillah...insha Allah Mila bersedia menerima Andi sebagai imam nya "


kata mama Mila sambil melihat ke arah Andi yang seperti lagi menunggu sesuatu.


"Alhamdulillah..."jawab ke dua ayah"


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like...


add favorit...


komentar yang membangun


serta


vote... vote... vote..


terima kasih


🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2