Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.215


__ADS_3

Akhirnya Andi pulang jam dua belas seperti perintah dari Dafi bis sekaligus sahabatnya.


Jadi untuk hari ini Dafi yang pulang lama dan memeriksa semua sebelum pulang seperti yang Andi lakukan selama ini.


Dafi yang selalu bergantung pada sahabat nya itu baru menyadari kalau ternyata selama ini Andi yang selalu setia dan banyak berkorban pada dirinya.


"ternyata selama ini Andi benar benar bertanggung jawab... kenapa baru saat ini aku menyadari nya?" kata Dafi dalam hati.


Memang seperti itu lah... kita tidak akan menyadari pekerjaan seseorang sebelum langsung kita sendiri yang mengerjakan nya. Setelah selesai memeriksa semua maka Dafi pun pulang dengan mobil yang di bawanya sendiri.


Menyusuri jalan yang macet karena ini adalah jam pulang kantor orang di sore hari, bagaimana pun Dafi menikmati perjalanan pulang ke rumah seorang diri.


Hampir satu jam lamanya di tempuh saat pulang ke rumah, biasanya memakan waktu hanya tiga puluh menit.


Sampai di depan pintu pagar, kebetulan mba marni yang membukakan pintu.


Sampai di dalam ternyata Nisa yang lagi main dengan Arkan ,. sementara Nadya juga bersama mereka untuk memperhatikan ke duanya.


Masuk ke dalam rumah di sambut oleh princess kesayangan.


"Assalamualaikum..."


"Wa'alaikum salam... ayah... sudah pulang..."jawab Nisa berlari mengejar Dafi yang baru sampai.


Melihat anak anak dan istri di rumah, rasanya hilang capeknya yang seharian di luar rumah untuk kerja.


"eh... princess ayah... lagi ngapain sama adek arkan?"


"kami lagi main...mama juga ada bersama kami..."Nisa menjelaskan pada ayah nya.


Nadya memberikan baby sitter untuk menjaga arka sebab Dafi sudah pulang, ini memang permintaan dari Dafi sebab kalau dia di rumah harus di prioritaskan, untuk sebab itu baby sitter ada


"Sudah pulang bang? kelihatannya capek sekali."


"mmmhhh..."jawab Dafi dengan wajah datar sambil melihat arka setelah menggendong Nisa, setelah itu masuk kamar di ikuti oleh Nadya dari belakang.


Di kamar Nadya langsung menghidupkan air hangat di bathtub untuk mandi suami tercinta,lalu memberikan handuk pada suaminya.


"ni handuk nya...mandi dulu."


Mengambil handuk dari tangan istrinya.


"terima kasih..."


Nadya melayani suaminya dengan baik karena itu pesan dari mamanya Bu Nilam.


"kamu harus memberikan servis terbaik untuk suami karena dia itu seorang CEO, banyak yang mengincarnya di luar sana. Jadi ujian mu itu, buat suami selalu jatuh cinta padamu, bila perlu kamu belajar dari seorang k*p* m*l*m memberikan pelayanan pada customer nya"


Itu selalu di sampaikan oleh mamanya pada Nadya.


Dafi membuka baju yang di bantu oleh Nadya, terlihat ada daki menempel di sana karena susah untuk dijangkau dengan tangan, biasanya Nadya yang membantu membereskan nya.

__ADS_1


Tapi setelah melahirkan dia belum sempat melakukan, kalau dia lakukan pasti suami tercinta akan tergoda melihat nya.


Hari ini di lakukan nya karena sebenarnya sudah selesai masa nifas, hanya saja Dafi belum menyadari nya.


"bang...ini punggung nya perlu di gosok biar bersih"


"masa sih... berarti sudah lama tidak kamu bersihkan"


Nadya menarik nafas panjang karena kalau dia ikut ke kamar mandi pasti ujung ujungnya....


"seperti nya memang begitu..."


"ya sudah kalau begitu bantu bersihkan..."


Menelan Slavina mendengar permintaan dari suami sebab ujung ujungnya nanti dia akan masuk bathub juga, untuk menghindari itu dia mencari alasan yang tepat.


"abang sudah ashar?"


"sudah sweet heart... sebelum pulang abang ashar dulu, sudah mau jam setengah enam... keburu magrib...hanya membersihkan punggung saja kok


."ajak Dafi.


Dafi yang masuk ke dalam kamar mandi,dia pun bercerita tentang Andi dan Mila.


"sweet heart...kamu ada dapat cerita dari Mila teman mu yang guru Nisa."


"yang namanya Mila hanya satu teman ku bang... kenapa?


Deg...


"berarti Mila juga tidak cerita pada Nadya sahabat nya."kata Dafi dalam hati.


"kok diam sih bang...apa yang di pikirkan?"tanya Nadya yang sambil menggosok punggung suaminya yang sudah masuk bathub.


"berarti Mila enggak cerita juga dengan mu."


"cerita apa? sudah lama kami enggak ada hubungan sama sekali, mungkin dia segan karena melihat aku repot dengan arkan."


"oh... seperti itu... kalau yang abang sampaikan ini kamu jangan kaget ya..."


Mila yang penasaran jadi memberhentikan menggosok punggung suaminya dan duduk di samping bathtub untuk melihat wajah suaminya langsung untuk berbicara.


"cerita apa sih bang... membuat aku jadi penasaran saja."


"Besok... Andi dan Mila mau menikah!"


Rasa seperti tak percaya mendengar kabar tersebut karena biasanya Mila selalu bercerita, memang selama Nadya menikah mereka berdua jarang jumpa dan komunikasi di antara mereka berdua juga seperti terputus, jarang saling memberikan berkabar.


"apa...? Mereka mau menikah? kapan mereka jadian ?"


"mmmmm mana abang tau...tadi itu Andi kasi kabar kalau besok mereka menikah... kenapa kamu duduk di situ...mau menggoda suami mu ini" jawab Dafi

__ADS_1


Nadya yang awalnya mau bertanya tentang Andi dan Mila jadi sadar dia kalau posisinya membuat suaminya bisa khilaf.


"Astaghfirullah hal'azim...maaf...aku kok jadi lupa... padahal abang masih masa puasa."kata Nadya


"oh...iya... abang juga lupa... bukannya umur arkan sudah lebih dari empat puluh hari?"


Menghitung kapan arkan lahir,dia merasa sudah lebih dari empat puluh hari, Dafi yang sambil menghitung masa nifas istrinya


Nifas adalah darah yang keluar dari rahim yang disebabkan melahirkan atau setelah melahirkan. Darah nifas keluar selama 40 hari setelah melahirkan. Selama masa nifas, seorang perempuan dilarang untuk salat, puasa, dan berhubungan intim dengan suaminya. 


"iya... sudah empat puluh tujuh hari...tapi aku baru pasang IUD, jadi minta tolong sampai enam puluh hari ya..."


"is...kamu itu... padahal kan bisa enggak sampai ke intinya..."


Dafi yang merasa sudah enggak kuat melihat istrinya yang kelihatan seksi di matanya, padahal Nadya sengaja memakai daster punya mertuanya yang panjang dan lengannya juga panjang.


"sabar ya bang... tinggal tiga belas hari lagi... nanti aku akan mempersiapkan segala sesuatunya, pokoknya servis yang terbaik... untuk yang dua bulan puasa."


Karena merasa sudah bersih area punggung belakang suaminya dia pun keluar dari kamar mandi, sebenarnya Dafi prustasi melihat istrinya meninggalkan dia sendirian."sabar Dafi... sabar... tinggal tiga belas hari lagi..."kata Dafi dalam hati dan berendam sebentar untuk merilekskan tubuh dengan berendam air hangat.


Nadya yang keluar kamar langsung mengganti pakaian yang sudah basah,dia mau melihat keadaan arkan yang hampir satu jam bersama baby sitter.


Tapi sebelumnya dia menyiapkan pakaian lengkap untuk Dafi di atas tempat tidur, setelah semuanya beres dia pun keluar kamar.


Setelah lima belas menit Dafi pun selesai mandi,dia melihat baju sudah di atas tempat tidur, memakai baju tersebut. Terdengar kah azan magrib berkumandang.


Tok...tok...tok...


"ayah...kata nenek di tunggu sholat berjamaah bersama"kata Nisa langsung masuk ke dalam kamar.


"iya... Princess ambil wudhu sana..."


"baik ayah..."


Dafi keluar kamar ke ruang shalat di sana sudah menunggu Bu Nani dan juga Nadya, Dafi baru menyadari kalau Nadya sudah bisa shalat."ternyata sweet heart... sudah bersih..."kata Dafi dalam hati dan langsung menjadi imam shalat magrib.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like...


add favorit....


komentar yang membangun


serta


vote... vote... vote...

__ADS_1


terima kasih


🙏🙏🙏


__ADS_2