
Siska yang penasaran ke depan melihat siapa yang datang,"Rahma...kamu lagi ngapain"kata Siska yang berpura mencari keberadaan adik iparnya.
"sini kak ada tamu... kenalkan ini kak Siti..."kata Rahma memperkenalkan.
Siska melihat tamu yang bernama Siti, Siska tersenyum dan duduk di antara mereka. Mamak yang melihat Siska pun memberi tempat duduk untuk menantunya tersebut.
Setelah duduk Siti terlebih dahulu mengulurkan tangan untuk berkenalan."Siti..."
Siska menyambut tangan dari Siti,"Siska..."jawab Siska.
Siti yang penasaran keberadaan Siska menanyakan pada Bu Zubaidah."mak...Siska saudara dari mana? baru ini Siti lihat"kata Siti.
Mamak yang di tanya sedikit bingung untuk menjawab dan Rahma melihat itu,maka dia berinisiatif untuk menjawab pertanyaan Siti.
"kak...ini kak Siska... istrinya bang Dedy..."kata Rahma.
Mendengar perkataan Rahma yang memperkenalkan sebagai istri Dedy, rasanya seperti di sambar petir."kakak... istrinya bang...Dedy...? kapan nikah nya...?kok aqu baru dengar"kata Siti yang seperti kaki tidak menginjak bumi.
Siska yang mau menjawab tapi di larang mamak dengan memberi kode karena dia yang akan menjelaskannya."Siti... mereka menikah di kota... sudah hampir dua bulan, kami saja baru tau"kata mamak.
"oh... gitu ya mak..."kata Siti.
"iya... mungkin karena mereka sudah jodoh"kata mamak.
Siti yang matanya seperti berkaca kaca karena dia menahan air mata", jangan sempat kamu menangis... jangan..."kata Siti dalam hati.
Rahma yang mengetahui kalau Siti merasa sedih mendengar abang nya sudah menikah di kota, dia pun menenangkan Siti.
"kak...kami juga baru tau juga kalau bang Dedy sudah menikah di kota"kata Rahma.
Siti tidak menjawab apa yang di katakan Rahma, dia hanya diam dan melihat mamak serta Siska. Karena merasa tidak nyaman dengan perasaan maka dia permisi pulang ke rumah.
"Mak, Rahma, kak Siska...aqu permisi dulu, ada urusan lain"kata Siti.
"ih...kak Siti kok buru buru...kan kita belum cerita"jawab Rahma.
"besok kita cerita lagi, kak Siti ada yang mau di kerjakan"jawab Siti.
"ya... sudah...kakak janji ya... besok kita ketemu"kata Rahma.
"iya... permisi mak...kak Siska..."kata Siti sambil menyalim semua nya.
__ADS_1
Siti pergi meninggalkan rumah Bu Zubaidah dengan hati hancur karena mendengar Dedy orang yang selama ini di tunggu dan di janjikan Bu Zubaidah sudah menjadi milik orang lain.
Dalam perjalanan tak terasa air mata menetes di pipi."Siti...kamu yang kuat... mungkin dia bukan jodoh mu... masih banyak laki laki di luar sana..."kata Siti dalam hati.
Siti yang perasaan hancur pulang ke rumah sendiri dengan mengendarai motor."kenapa selama ini aqu percaya dengan janji Bu Zubaidah,tanpa menanyakan langsung pada bang Dedy?" Siti...Siti ..kamu memang tidak berpikir sampai ke situ"kata Siti dalam hati.
Sementara di rumah Bu Zubaidah seperti biasa saja, tapi Siska yang penasaran mau menanyakan langsung pada Dedy suaminya.
Yang mau di tanya ternyata masih di ruang keluarga sambil menonton TV."mas...ke kamar sebentar, ada yang mau aqu tanyakan"kata Siska.
Dedy tidak menjawab tapi langsung saja ke kamar mendengar perintah dari Siska. Di dalam kamar Siska yang duduk di pinggir tempat tidur, Dedy mendekati istrinya."ada apa Siska?"tanya Dedy mendekati istrinya.
"aqu mau tanya,Siti itu siapa?"tanya Siska.
"oh...Siti itu yang orang yang tinggal di kampung ini, Rahma suka bermain dengan dia dari kecil. mungkin karena mereka satu tempat mengaji, jadi akrab lah mereka"kata Dedy menjelaskan.
Siska yang melihat suaminya,mau melihat jawaban di sana. Apakah betul jawab tersebut"benar hanya sekedar itu saja?"kata Siska.
Dedy yang bingung pertanyaan istrinya"maksud kamu apa?"tanya Dedy.
"masa hanya sekedar itu saja,tadi saat di perkenalkan Rahma...aqu sebagai istri mas, si Siti seperti tidak percaya dan kelihatan sedih."kata Siska.
"jadi karena dosa dengan aqu makanya langsung nikah?"kata Dedy.
"sssstttt... sudah jangan di ingat lagi, bukannya sekarang kita sudah mulai dari nol?"kata Dedy sambil menutup bibir istrinya dengan tangan telunjuk.
Siska yang awalnya marah dan mau meledak hanya diam saja dengan wajah yang marah."kamu kalau marah cantik juga,apa lagi lihat bibir mu yang manis"kata Dedy dan dengan cepat menc*u* b*b*r seksi istrinya.
Semula Siska mau menolak karena marah, tapi perlakuan lembut Dedy sehingga membuat dia menikmati c*u*m*n lembut dari suaminya.
C*u*a* lembut itu lama sehingga keduanya menginginkan lebih, dari bibir turun ke leher jenjang Siska dan membuat dia geli tapi mau yang lebih."ahg..ahg...ahg..."keluar dari mulut Siska sehingga membuat hasrat Dedy.
Sehingga Siska tertidur di atas tempat tidur akibat perlakuan Dedy."maaf...aqu terbawa suasana"kata Dedy yang takut melanjutkan lebih jadi dia mau keluar kamar.
Tapi Siska memegang tangan Dedy dan dia tidak mau suaminya keluar."mas... jangan keluar..."kata Siska.
"aqu takut khilaf Siska... karena aqu mau kamu nyaman melakukan nya, jangan seperti kesalahan kemarin"kata Dedy.
"mas...aqu senang kok kalau mas sekarang ini khilaf..."kata Siska.
Dedy tersenyum senang mendengar perkataan istrinya yang memberi lampu hijau."jadi boleh...?"kata Dedy.
__ADS_1
"mmmhhh..."jawab Siska sambil mengangguk.
Mendengar jawaban dari istrinya maka di lanjutkan kembali aktifitas yang tertunda,lalu di bukanya kancing baju istrinya satu persatu. Sehingga terlihat dua buah apel kembar yang masih tertutup b*a, lalu dengan cepat di bukanya pengait yang di depan.
Setelah terbuka tanpa sadar keluar slavina dari mulut Dedy karena melihat pemandangan indah, di r*m*s-nya ke dua lalu satu persatu di k*c*pnya. Sehingga membuat istrinya mengeluarkan suara"ahg...ahg...agh..."menahan hasrat sehingga ke duanya menikmati nya dan menuntun untuk melanjutkan.
"tok...tok...tok..."
Terdengar suara pintu kamar di ketuk tapi keduanya mengabaikan.
"kak Siska...buka pintu...Rahma mau numpang mandi di bathtub..."kata Rahma sehingga membuat konsentrasi Dedy pecah.
"aduh...itu Rahma mau mandi di bathtub,kamu sih tadi menjanjikan.."kata Dedy dengan kesal.
"mas... bagaimana lagi? itu kan adik mu... sabar ya .. nanti kita lanjutkan lagi..."kata Siska sambil mencium bibir suaminya yang lagi marah dan kesal akibat ulah adiknya.
Sementara Siska yang merapikan bajunya kembali sebelum membukakan pintu kamar."iya... sebentar Rahma..."jawab Siska...
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa...
like... like... like...
add favorit...
berilah bunga mawar yang indah
kopi manis biar author tidak ngantuk
komentar yang membangun
serta
vote... vote... vote...
Terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1