Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.36


__ADS_3

"Dafi yang salah ma... hiks...hiks...hiks..."kata Dafi sambil menangis.


"enggak boleh menyalahkan diri seperti itu, sudah sana ganti dulu baju mu" kata Bu Nani


Belum sempat Dafi ke toilet untuk mengganti baju, Pak Arif dan Bu Nilam menghampiri mereka dengan jalan terburu buru."Dafi..." panggil pak Arif


Dafi dan Bu Nani melihat ke arah suara memanggil nama Dafi.Pak Arif langsung mendatangi Dafi dengan penuh emosi, dia langsung memegang kerah baju dengan ke dua tangan nya."Apa yang terjadi, cerita kan" kata pak Arif penuh dengan emosi.


"Sabar Ayah,kita dengar penjelasan Dafi" Bu Nilam berkata sama pak Arif agar jangan ada keributan.


Pak Arif tidak mendengar kan nasehat dari Bu Nilam."kamu harus tanggung jawab" kata pak Arif


"i...ya...iya...pak"kata Dafi dengan suara tersendat karena pak Arif masih memegangi kerah baju Dafi.


"Pak Arif jangan seperti ini, kejadian ini juga tidak di inginkan Dafi dan kita semua"kata Bu Nani,dia kasian melihat anak nya di perlakukan seperti itu.


"istighfar ayah, kita do'a kan yang terbaik untuk Nadya, jangan terbawa emosi"kata Bu Nilam pada pak Arif sambil menarik tangan nya supaya Dafi bisa bernapas.


Mendengar keributan di luar, perawat rumah sakit melihat keadaan luar. Di lihat nya ada keributan."ada apa ini ? mohon tenang, nanti pasien bisa terganggu. Kalau bapak ibu mau ribut, mohon di luar sana" kata perawat dengan tegas.


"maaf mbak, masalah keluarga" kata Bu Nilam pada perawat.


"oke Bu , kalau masih ribut juga nanti saya panggilkan security" jawab perawat tegas


"iya mbak"jawab Bu Nani kali ini.


Mendengar perawat marah pak Arif melepaskan genggaman tangan nya pada Dafi."uhuk...uhuk...uhuk..."Dafi batuk karena pak Arif melepaskan genggaman nya dan Dafi pun terduduk di lantai.


Melihat anaknya tak berdaya, Bu Nani menghampiri nya dan berkata" Dafi bersih kan dulu diri, ganti baju mu" kata Bu Nani.


Dafi pun bangkit di papah mama-nya, mereka mencari toilet terdekat.


Sementara itu pak Arif mendatangi perawat yang ada di ruang ICU."suster, bagaimana keadaan anak saya" tanya pak Arif pada perawat yang menangani Nadya.


"maaf pak, saya tidak ada wewenang untuk menjawab pertanyaan Bapak. Kalau mau bapak tanya kan sama dokter yang menangani anak bapak"kata perawat menjelaskan.


"Di mana dokter yang menangani anak saya" tanya pak Arif


"tadi yang memeriksa pasien masih di bagian umum, sebentar lagi dokter ortopedi menangani"kata perawat.

__ADS_1


"terima kasih suster, saya ke dokter bagian umum dulu" kata pak Arif


"silahkan ke bagian IGD ya pak"perawat menjelaskan.


Pak Arif pergi ke bagian IGD sementara itu Bu Nilam menunggui Nadya di depan ruangan ICU.


Sampai di IGD pak Arif mencari dokter yang menangani Nadya tadi."dokter saya mau tanya yang menangani anak saya yang di tabrak lari tadi" tanya pak Arif


"oh...iya pak,ada yang bisa saya bantu?"tanya dokter bagian umum.


"saya mau tanya bagaimana keadaan anak saya"tanya pak Arif


"Kita do'akan semoga pasien bisa melewati masa kritis nya dulu" dokter menjelaskan.


"terima kasih dokter atas informasinya"kata pak Arif


"sama sama pak" jawab dokter


"di mana saya mau bayar tagihan rumah sakit"tanya pak Arif


"di samping pak, tapi setahu saya sudah di bayarkan"kata dokter


"kok dokter tau"tanya pak Arif


"terima kasih atas informasinya" kata pak Arif


Mendengar informasi dari dokter pak Arif terdiam sambil berjalan."ternyata Dafi sudah menyelesaikan administrasi nya"kata pak Arif dalam hati."kenapa aku tadi terlalu emosional. Ya Allah... tolong selamatkan lah anak hamba" pak Arif berkata dalam hati sambil berjalan mencari musholla di rumah sakit untuk mendo'akan Nadya.


Sementara seorang perempuan berwajah cantik dan tampil elegan memasuki bengkel mobil yang lengkap. Dia mau membersihkan dan menyalon mobil di tempat langganan nya.


"selamat datang Bu, ada yang bisa saya bantu?" tanya pemilik bengkel.


"Seperti biasa, saya mau mencuci mobil sekalian salon juga ya..." kata Siska


"baik Bu"kata pemilik bengkel


Pemilik bengkel memperhatikan mobil Siska yang terlihat ada sedikit noda darah. Karena penasaran dia menanyakan ke Siska."Bu, ini kenapa ada noda seperti nya darah?tanya pemilik bengkel.


"itu lah tadi saya menabrak kucing"jawab Siska dengan santai

__ADS_1


"wah... kalau kita nabrak kucing harus di kubur Bu pakai baju kita alas nya"kata pemilik bengkel


"sudah"jawab Siska asal saja


"syukur kalau begitu, dulu saya juga pernah nabrak kucing trus kata nenek saya harus di kubur pakai baju kita sendiri, kalau tidak?"


"kalau tidak apa" tanya Siska penasaran.


"nanti kita kena sial Bu"pemilik bengkel menjelaskan.


"ada ada aja kamu, bereskan aja mobil saya"kata Siska sambil menyerahkan kunci dan berjalan menuju kantin yang ada di bengkel mobil itu.


Sampai di kantin Siska duduk dan memesan makanan ringan aja, kentang goreng dan jus jeruk."saya pesan kentang goreng dan jus jeruk dengan sedikit gula"kata Siska sama pelayan kantin.


"baik Bu"jawab pelayan kantin


"gak pakai lama"kata Siska ketus.


Sebenarnya dalam hati Siska menunggu berita tentang Nadya."mudah mudahan istri Dafi itu tidak tertolong" Siska berkata dalam hati. Dia itu hanya jadi penghalang hubungan qu dengan Dafi. Padahal tinggal selangkah lagi, hanya karena ada dia jadi tujuan dari awal jadi kacau.


Kalau aqu telpon Dafi menanyakan keberadaan nya dimana? oh... tidak... tidak...bisa bisa Dafi bisa curiga sama qu. Kalau ke kantor nya paling jumpa sama si Andi yang ganjen itu. Sebaiknya aqu seperti biasa aja, enggak usah menanyakan kabar istri nya itu. Siska bertanya dan berbicara dalam hati. Dia yang nanya dia juga yang menjawab pertanyaan dirinya sendiri. Seperti seorang buron aja.


Pelayan kantin pun datang mengantarkan pesanan Siska." Bu...ini dia pesanan nya" kata pelayan kantin. Tapi karena di lihat nya Siska seperti melamun, dia pun berinisiatif untuk memukul pundak Siska , supaya menyadari pesannya kentang goreng dan jus jeruk sudah siap.


Karena pundaknya di pegang pelayan toko, Siska pun terkejut dan kaget."ada apa mba?" tanya Pada pelayan kantin."ini pesanan nya sudah siap"kata pelayan kantin


"letakkan aja situ"kata Siska sambil menunjuk meja."baik Bu"jawab pelayan toko. Setelah itu Siska pun menikmati pesanan yang sudah ada di meja.


*****


Jangan lupa vote... vote... vote...


like..like... like...


add favorit...


komentar yang membangun...


Boleh lah hadiah bunga, kopi dll.

__ADS_1


Terima kasih


🙏🙏🙏


__ADS_2