Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.194


__ADS_3

Setelah selesai melihat kepulangan Mila dari resto maka Andi pun membalas what's up dari bos Dafi mengabarkan dia akan ke rumah sakit.


Sampai di rumah sakit ternyata Nadya sudah bisa pulang, prediksi lebih cepat dari perkiraan Dafi yang besok hari pulang. Makanya dia minta tolong dengan Andi untuk menyelesaikan semuanya karena Nadya yang sudah enggak betah di rumah sakit,dia mau pulang ke rumah agar bayinya seutuhnya dengan nya tidak di bawa beda ruangan.


Dokter pun memperbolehkan pulang, tidak ada masalah yang ada selama setelah melahirkan. Dengan wajah ceria Nadya tidak sabar untuk pulang.


"bang... bilang sama mama, enggak usah ke rumah sakit lagi dengan Nisa. kita kan mau pulang"


"iya... sweet heart, sudah di telpon tadi"


Melihat kehadiran Andi seperti mendapat durian runtuh , yang di tunggu pun duduk di luar untuk menunggu instruksi dari bos Dafi.


"abang mau kemana?"melihat suaminya keluar kamar.


"mau jumpa dengan Andi, abang mau minta tolong dia yang selesaikan administrasi."


Dafi yang selalu mengandalkan Andi, memang semua keuangan Dafi yang pegang tapi kalau masalah pembayaran pasti kartu sakti akan di berikan pada Andi sahabat nya.


"tolong urusin administrasi nya ya... Nadya sudah enggak sabar mau pulang"


"baik bos? ada lagi?"


Dafi berpikir sejenak karena memang ada pesan Nadya, tapi apa ya...


"mmmhhh...ada sih,tapi apa ya...? aqu lupa"


"kalau sudah ingat kabari saja bos"langsung berjalan mau menyelesaikan administrasi.


Baru berlalu jalan Dafi baru ingat."bentar Ndi... tolong carikan kambing yang bagus 2 ekor"


"kambing? untuk apa?"


"Nadya minta buatkan acara aqiqah di hari ke tujuh baby boy"


"oh...iya... aqiqah lahiran "


"iya... tolong carikan, maka nya Ndi... cepat nikah"


"a...min... do'akan saja bos,biar cepat menyusul. itu saja kan? biar aqu urus administrasi"


"ya..."


Andi berjalan menuju bagian administrasi sementara Dafi kembali masuk untuk membantu membereskan barang yang ada di ruangan. Tidak ada ke dua belah pihak ada di sana, jadi mereka melakukan berdua saja.


"Alhamdulillah... kemarin lahirnya normal, kalau SC...bisa lama pulih nya"


"iya...itu pun penuh perjuangan, Alhamdulillah... lahir dengan selamat "


Perawat memasuki ruangan membawa baby boy ke sana.


"Bu Nadya...ini baby nya,coba samakan dengan gelang di tangan"


Nadya menunjukkan gelang di tangan nya dan memang sama. Gelang plastik berwarna biru yang di cocokkan dengan ibu dan anak.


Di rumah sakit memang seperti itu prosedur nya ,setiap pasien melahirkan akan di berikan tanda ibu dan bayi dengan gelang plastik yang sama dan nama ibunya.


"iya suster...sama gelangnya" Nadya melihat tanda tersebut.

__ADS_1


Suster pun menyerahkan bayi tersebut dan Nadya dengan senang hati menerima bayi boy yang sudah sepenuhnya di tangan nya.


"tidak ada yang mendampingi Bu?"


"kami saja tapi mama saya dalam perjalanan, sebentar lagi akan sampai"


"oh... seperti itu, saya akan mengantar sampai ke depan mobil kalau ada yang di tunggu silahkan, tapi kalau mau pulang tolong kabari saya"


"baik suster"


suster memberikan perlengkapan bayi selama di ruangan dan menyerahkan pada pihak keluarga.


"ini dia perlengkapan bayi selama di ruangan, ada susu, popok dan ada sovenir dari rumah sakit"


Suster kembali ke ruang jaga temannya tempat dia di tugaskan agak jauh dari sini, suster tinggal mengantarkan Nadya ke pintu gerbang rumah sakit.


"baik... terima kasih suster "


Tak berapa lama orang tua Nadya sampai juga, orang yang di tunggu sebelum mereka meninggalkan rumah sakit. Bu Nilam dan pak Arif yang baru sampai.


"sudah mau jalan kita?"


"iya ma..."


Bu Nilam mencuci tangan lalu mengambil bayi di pangkuan anaknya.


"mana cucu nenek...maaf nenek dan kakek datang nya terlambat karena terjebak macat"


"Di mana macet ma..."


"oh... gitu, bagaimana bang? jalan kita sekarang?"


"boleh... sambil jalan saja telpon pak Mien"


Mereka pun jalan menuju keluar rumah sakit,tak lupa suster mendorong kursi roda yang diduduki oleh Nadya. Sementara yang lain ikut beriringan bersama.


Dafi dan pak Arif berjalan di belakang Nadya dan Bu Nilam yang menggendong cucu.


Andi yang baru selesai mengambil berkas kelahiran putra bos.


Lalu Andi mengikuti mereka dari belakang untuk menyerahkan berkas tersebut dari pada di bawa ke kantor.


Sampai di depan pintu masuk ternyata pak Mien sudah ada menunggu kedatangan mereka. Dengan cepat pak mien membukakan pintu mobil untuk tuan dan nyonya, yang masuk Bu Nilam, Nadya dan ayah duduk di samping pak Mien.


Semua sudah masuk tinggal Dafi yang bersama Andi di luar.


"ingat Andi... pesanan qu kambing dua ekor dan yang bagus tidak ada cela."


"iya bos...insha Allah aqu carikan yang bagus tanpa cela"


Dafi pun masuk ke dalam mobil, tinggal Andi yang berada di dekat pintu rumah sakit. Setelah kepergian Dafi baru dia berpikir tentang permintaan Dafi.


"cari kambing di mana ya...? masih beberapa hari lagi, besok lah di carikan."


Berjalan keluar lalu memesan ojek ojol biar cepat sampai menuju kantor untuk mengambil kendaraan yang ada di sana.


Naik ojol bisa nyelip dan cepat sampai di tempat tujuan.

__ADS_1


Sampai di kantor para karyawan sudah mau pulang semua sementara Andi malah masuk lagi ke dalam. Andi memang biasa melakukan pekerjaan, sebelum pulang dari akan memeriksa semua ruangan yang satu lantai dengan nya.


Sudah oke dan tidak ada yang mencurigakan maka dia pun keluar dan langsung ke parkiran mengambil sepeda motor kesayangan nya.


Pak satpam yang perhatian berada di pos melihat Andi yang mau keluar dan menyapanya.


"lho...kapan sampai nya? tadi saya enggak lihat pak"


"setengah jam yang lalu"


"oh... mungkin tadi saya di dalam "


"ya pak... temannya tadi di sini,saya duluan pak..."


"oh...iya pak... hati hati di jalan."


Menyusuri jalan yang banyak kendaraan menuju pulang ke rumah, Andi sudah tidak sabar untuk kembali ke rumah dan menunggu siap magrib.


Janjian bertemu dengan ayah Mila membuat dia sedikit dag...dig...dug..., ada rasa senang dan ada juga rasa takut kalau tidak di terima Mila dan keluarganya dengan niat baiknya melakukan ta'aruf.


Sampai di rumah,mamak Andi sedikit heran karena tak biasa nya Andi pulang secepat ini ke rumah. Biasanya malam hari itu pun paling cepat jam delapan malam.


"Assalamualaikum...Mak.."


masuk rumah yang menyambut mamak dan keponakan ada di depan televisi lagi nonton sambil bermain.


"wa'alaikum salam... sudah pulang Andi..."


Mamak mendekati anak kesayangan yang masih sendiri.


"ya mak..."


"kamu lapar? biar mamak siapkan "


"enggak lapar Mak...kalau lapar, nanti Andi ambil. Mau magrib Mak, jadi mandi dulu biar bisa magrib di mesjid."


Mendengar anaknya mau ke mesjid hati mamak senang dan terharu dan berkata dalam hati"rajin juga anak qu sholat...semoga secepatnya mendapatkan jodoh..."


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like...


add favorit...


komentar yang membangun


serta


vote... vote... vote...


terima kasih


🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2