
Setelah selesai suster membantu untuk membersihkan jell di perut , Nadya turun dari tempat tidur dan duduk di sebelah Dafi.
Menunggu dokter memberikan resep tapi Dafi tidak sabar untuk mengetahui hasilnya dan dia bertanya terlebih dahulu.
"dokter... bagaimana dengan hasilnya? apakah istri saya hamil lagi?"tanya Dafi.
Dokter tersenyum mendengar pertanyaan dari Dafi, lalu dia pun menjelaskan hasil dari pemeriksaan hari ini.
"sudah enggak sabar pak Dafi dengan hasilnya."kata dokter
"begitu lah dokter... karena anak kami umurnya baru lima bulan, jadi masih kecil."jawab Dafi.
"yang lima bulan anak nomor berapa?"tanya dokter
Dafi yang bingung menjawab karena anak biologis nya yang pertama adalah arkan sementara Nisa adalah anak adiknya, yang sebenarnya adalah keponakan nya .
Tapi dari awal dia merasa kalau Nisa adalah anaknya sendiri, tidak boleh di anggap keponakan tapi dia anggap sebagai anak.
"anak kedua dokter yang kemarin."jawab Dafi.
Melihat ke arah Dafi dan Nadya lalu dokter meletakkan pulpen nya.
"masih dua kok anaknya, jadi bisa tambah satu lagi."kata dokter
Deg ..
Jantung Dafi seperti mau copot mendengar nya, lalu dia menenangkan diri nya sendiri dengan cara menarik nafas panjang.
"tenang dafi... apapun yang keluar dari mulut dokter... harus di terima dengan lapang dada."kata Dafi dalam hati.
Sementara Nadya hanya santai saja mengahadapi dokter,tapi dia ingat dengan Arkan yang masih bayi di rumah.
"maaf dokter... maksudnya apa ya...?"tanya Dafi akhirnya.
"selamat...bapak dan ibu akan menambah anggota keluarga satu lagi."kata dokter mengulurkan tangannya pada Dafi.
Seperti antara percaya atau tidak Dafi menerima uluran tangan dokter, tapi tiba tiba Nadya yang menanyakan pada dokter.
"tapi dokter...saya pakai IUD...kok bisa hamil?"tanya Nadya.
Dokter pun menjelaskan pada pasien yang ada di depan matanya.
"hanya 2 orang pemakai IUD hormonal yang gagal dari 1000 pemakai di tahun pertama pemasang, jadi di antara 2 itu mungkin salah satunya adalah ibu."kata dokter
Dafi yang penasaran bertanya pada dokter
"kok bisa hamil? kan sudah pakai IUD dokter?"
Dokter tersenyum dengan pertanyaan dari Dafi karena wajar saja karena penasaran.
__ADS_1
"IUD harus tetap berada di dalam rahim untuk mencegah kehamilan. Namun terkadang, IUD bisa keluar dari tempatnya dan masuk ke leher rahim kita, yang letaknya berada di bawah rahim. Jika ini terjadi, kemungkinan untuk terjadi kehamilan lebih besar. Kejadian ini sering disebut dengan ekspulsi IUD."jawab dokter panjang lebar.
Dafi dan Nadya saling pandang karena mereka juga tidak tau maksud dari penjelasan oleh dokter.
"Ekspulsi IUD ini terkadang tidak menimbulkan tanda dan gejala apapun, sehingga banyak perempuan yang tidak sadar bahwa dirinya sedang hamil."kata dokter lagi.
Nadya yang bingung tapi dia menanyakan pada dokter.
"jadi dokter... kalau saya hamil IUD yang ada di dalam... apakah tidak berpengaruh terhadap perkembangan bayi kami?"
"sebaiknya di keluarkan saja karena takutnya akan mengganggu janin yang ada di dalam, tapi ada juga sebagian orang tidak masalah...pas melahirkan nanti...akan keluar dengan sendirinya."jawab dokter
Panjang nya penjelasan oleh dokter membuat Dafi bingung yang bercampur, bingung karena nambah anak sementara arkan masih bayi, Nadya sudah hamil tapi IUD masih ada di dalam.
"jadi dokter sebaiknya bagaimana? di keluarkan atau biarkan saja sampai bayi ini lahir."tanya Dafi
"maaf sebelumnya saya bertanya karena lupa, kemarin lahir nya normal atau operasi Caesar?"tanya dokter
Wajar kalau dokter bertanya seperti itu karena banyak nya pasien yang dia hadapi setiap hari dan silih berganti.
"saya melahirkan normal dokter."jawab Nadya.
Dokter berpikir sejenak dan seperti memikirkan sesuatu, lalu dia menjelaskan kembali.
"sebaiknya kita cabut saja,mau normal atau pun operasi... sebaiknya di cabut karena takut beresiko ke janin."jawab dokter.
Dokter mengerti dengan kekhawatiran yang ada pada pasien nya, jadi dia memberikan saran yang terbaik sebab masih banyak pasien yang mengantri di luar.
"Bu...coba siapkan dulu mental nya untuk mencabut IUD, tapi jangan terlalu lama berpikir, jadi saya kasi waktu satu minggu ke depan."kata dokter.
Dafi yang juga merasa kalau Nadya belum siap, jadi dia yang menjawab dokter.
"baik lah dokter... paling lama minggu depan kami kembali, terima kasih atas informasinya."kata Dafi.
"sama sama pak... nambah satu itu wajar kok pak... lagian bapak dan ibu masih muda."kata dokter sambil memberikan sepucuk resep yang harus di tebus di apotik.
"baik dokter...kami akan tebus obat ini."kata Dafi sambil mengikuti Nadya yang sudah keluar.
Nadya yang jalan duluan sepertinya sedih, takut dan kecewa. Dafi melebarkan langkah nya untuk menyamakan langkah istri nya.
"Nadya... tunggu."kata Dafi.
Tapi Nadya tetap berjalan menuju parkiran mobil, dengan cepat Dafi mengeluarkan kunci dan membuka nya agar Nadya bisa masuk ke dalam mobil.
Setelah Nadya masuk lebih dahulu baru akhirnya Dafi ikut masuk juga, menghidupkan mesin mobil setelah itu dia melihat ke arah istrinya.
"sweet heart...kamu marah?"tanya Dafi
Diam sejenak dan hening di dalam mobil , keluar juga isakan tangis Nadya.
__ADS_1
"Sweet heart...abang salah... minta maaf...tapi bagaimana lagi? kita sudah KB tapi Allah yang menitipkan anak pada kita, apakah kamu tidak mau menerima anak itu? kita ini pasangan sah... bukan orang yang pacaran... khilaf tak sengaja lalu hamil."kata Dafi
Deg...
jantung Nadya berdetak karena mendengar perkataan dari suaminya, mereka bukanlah pasangan yang haram.
"maaf...aku hanya kasihan melihat arkan."kata Nadya.
"bagaimana lagi? abang juga sayang sama arkan...kita seharusnya bersyukur karena di berikan amanah dari Allah.."kata Dafi lagi.
"ini semua gara gara abang lah kayaknya..."kata Nadya sambil mencubit pinggang suaminya.
Dafi mendapatkan cubitan dari istrinya yang artinya dia sudah tidak begitu marah lagi.
"bagaimana lagi sweet heart...kamu usia produktif dan subur... begitu juga suami mu... tokcer kata orang..."kata Dafi sambil memeluk istrinya.
Nadya menerima pelukan dari suami nya, dia senang karena Dafi selalu memberikan kenyamanan terhadap nya. Perbedaan usia yang lewat dari lima tahun mampu menjadi pelindung untuk suaminya.
"sudah malam bang...kita pulang sekarang... kasian dengan Arkan."kata Nadya.
Kalau sudah seperti ini berdua membuat Dafi ingin di manja istrinya.
"enggak mau...sun dulu baru mobil nya bisa jalan."kata Dafi.
"ih... genit... posisi seperti ini kalau di kamar... pasti membuat aku hamil."kata Nadya
Cup...
Nadya mengecup kening suaminya dan Dafi memenuhi janjinya yaitu menjalankan mobil.
"gitu dong...kan jadi semangat lagi."
BERSAMBUNG
Jangan lupa
like...
subscribe...
komentar yang membangun
serta
bintang lima nya
terima kasih
🙏🙏🙏
__ADS_1