
Jadi semua mata melihat ke arah Mila,. sehingga Andi apa lagi Mila bingung karena mereka melihat ke arah nya.
Mamak dan ayah melihat Mila dari atas sampai bawah lalu mereka saling pandang dan senyum, sementara Leli yang tidak mengerti apa apa bertanya pada Bu Nani.
"maksudnya apa ya Tante?"
"mmmhhh...tanya saja mamak dan ayah mu...ya kan Bu?"jawab Bu Nani dan melihat ke arah mamak.
"nanti mamak jelaskan Leli,.Andi...ajak la sesekali ke rumah teman mu ini"lalu memandang Mila
Mila mengangguk dan tersenyum mendengar perkataan mamak sementara Bu Nani yang bersemangat menjodohkan.
"apa lagi yang di pikirkan Andi... secepatnya kamu bawa ke rumah,biar nanti Tante yang ajak mamak mu ke rumah Mila."
Andi menjadi serba salah, maka dia pun membisikkan pada mamak.
"Mak.. nanti kita cerita, sebaiknya mamak pulang aja sekarang "
"baik lah kami pulang dulu ya..."mengajak ayah dan Leli.
Sambil berjalan keluar mamak yang penasaran dengan Mila kembali melihat ke arah nya,Mila dari jauh hanya memberikan senyuman.
Sampai di dalam mobil Leli penasaran dengan kejadian tadi,dia pun duduk dekat mamak di tangah mobil.
"Mak...tadi Bu Nani cerita apa ? kok Leli kepo dengan cerita nya"
Mamak melihat ke arah putrinya yang kepo.
"itu loh... temannya istri Dafi, Bu Nani berniat menjodohkan mereka berdua"
"oh... cewek yang tadi lagi berduaan dengan bang Andi?"
"iya...tapi menurut mama seperti nya Andi sudah dekat dengan anak itu, apakah dia yang Ta'aruf dengan Andi?"
"bisa iya...bisa juga enggak... paling besok bang Andi bisa di tanya karena malam ini bisa saja dia enggak pulang"
Leli yang tau betul dengan tingkah abang nya.
"Huh... betul juga yang kamu katakan,kita tunggu besok saja"
kata mamak.
Nadya yang merasa bersalah karena sudah jam sepuluh malam Mila belum pulang ke rumah,.jadi dia mencari Andi untuk minta tolong mengantarkan sahabatnya pulang ke rumah.
Ternyata Andi lagi ada di luar memeriksa bahan yang mau di bawa oleh pihak EO,
"Bang Andi... minta tolong antar kan Mila pulang ya...tapi pakai mobil saja, sudah malam."
"Boleh...jam berapa sekarang?"
"jam sepuluh bang"
Dafi yang melihat Nadya minta tolong langsung mendekati mereka, sementara Nadya ke dalam memanggil Mila yang lagi di dalam bersama Nisa.
"setelah antar Mila, kembali ke sini... jangan lama lama"
"iya bos...lagian di sini masih banyak kerjaan"
"Ndi... setelah qu perhatikan, kamu dan Mila cocok la...pantas saja mama qu heboh mau menjodohkan kalian berdua"
"ah...itu perasaan bos saja"
__ADS_1
Andi tidak mau bercerita dulu karena takut heboh dan juga masih belum selesai syarat yang di lalui nya.
"bener lho...itu bukti nya Nadya sengaja minta tolong sama kamu... padahal pak Mien masih ada di sini"
Andi mengalihkan perhatian bos sekaligus sahabatnya itu.
"kasihan juga kalau pak Mien bawa mobil malam, takut nya mata nya sudah enggak kuat "
"bisa saja kamu... cobalah pendekatan dengan Mila...lagian umur kita sudah kepala tiga lebih,masa kamu masih sendiri... sementara aqu sudah punya anak"
"iya bos... do'akan saja ya...aqu juga sudah membuka hati...masa gini gini saja tidak ada perubahan sama sekali."
"Alhamdulillah... senang aqu dengarnya"
Dari dalam Nadya dan Mila sudah keluar mendekati mereka, membawa rantang dan lainnya dari tempat acara.
"bang...kasi sama bang Andi kunci mobil,dia mau antar Mila"kata Nadya yang sambil melihat jam di HP.
"sudah sama Andi...kok kamu yang cemas,Bu Mila saja santai"
"nanti takut nya bang Andi banyak di interogasi dengan ayah karena anaknya pulang larut malam"Nadya menjelaskan karena dia tau keluarga Mila.
Mila tersenyum mendengar kecemasan Nadya sahabat nya.
"ya sudah... ayah qu percaya kok lagian di rumah mu Nadya"
"ya sudah... titip salam dengan om dan Tante di rumah"Nadya memeluk sahabatnya
Andi dan Mila masuki mobil dan menyusuri jalan yang sudah gelap dan dingin. Melihat pujaan hati diam maka Andi yang memulai pembicaraan.
"Mila...tadi di dalam, Tante ada menanyakan sesuatu?"
"maksudnya Bu Nani... mertua Nadya?"
"enggak ada bang...tapi dia sibuk mau menjodohkan kita"
"oh...Tante Nani memang seperti itu,trus kamu ada cerita dengan Nadya?"
"belum... karena abang kan masih ada ujian dari ayah... selesai kan dulu aja"
"kira kira sudah satu minggu berjalan, seperti nya sebentar lagi kok... tetap semangat..."
Melihat kesungguhan Andi membuat Mila senang dan mulai menerima kalau memang Andi jadi jodohnya.
"bang... boleh tanya?"
"boleh...mau tanya apa?"
"itu tadi yang sore mau pulang orang tua abang?"
"iya...mamak dan ayah, kalau yang perempuan adik yang tinggalnya balik dinding tapi satu dapur dengan rumah mamak"
"oh... paling kecil?"
"iya...anaknya yang besar sudah SD kelas 2... abang di langkahi"
"mmmhhh... kalau laki laki biasa di langkahi"
"iya... mudah mudahan cepat menyusul "
"a...min..."
__ADS_1
"sama kamu..."
"a...min..."
"sudah siap?"
"tanya pada diri abang... kalau Mila insha Allah siap"
Andi mengangguk dan merenung apa yang di katakan Mila dan tak terasa ternyata mereka sudah sampai di depan pagar.
"terima kasih bang..."
"ya."Andi turun membukakan pintu untuk Mila.
"abang kok turun kan Mila bisa bilang di antar pak Mien"
"kamu... enggak boleh seperti itu,biar abang antar sampai pintu rumah "
Berjalan masuk ke dalam Mila membawa rantang dan Andi membawa bungkusan dari rumah Dafi. Yang membukakan pintu ternyata mama Mila dan tak menyangka yang mengantarkan adalah calon mantu.
"eh...calon mantu...kok bisa ngantar Mila? padahal dia dari rumah Nadya " tanya mama Mila kepo.
"iya Mak...bang Andi kerja dengan suami Nadya...jadi kami jumpa di sana"Mila yang menjawab.
"oh...seperti itu, kalau begitu ayo masuk Andi "
mama yang masih tanda tanya
"maaf Bu... sudah malam, lain kali saja"jawab Andi yang sambil melihat jam di HP.
"ya sudah...lain kali harus masuk ya..."
"ya Bu...insha Allah... kalau begitu Andi pamit dulu... Assalamualaikum..."
"wa'alaikum salam..."
Andi berpamitan kembali ke rumah Dafi sementara Mila yang di interogasi oleh mamanya.
"Mila...kok malam kali...untung ayah lagi keluar dengan agung, kalau tidak pasti jadi runyam "
"ma...Mila enggak enak sama Nadya kalau cepat pulang karena dia enggak ada teman "
"ya sudah... kamu masuk kamar, itu ayah sudah pulang,biar mama yang buka pintu nya"
kata mama kembali membukakan pintu rumah.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like...
add favorit...
komentar yang membangun
serta...
vote...vote... vote...
__ADS_1
terima kasih
🙏🙏🙏