
Setelah melaksanakan sholat magrib berjamaah di rumah bersama Bu Nilam, Nadya dan Dafi. Mereka pun makan malam bersama, sementara pak Arif hari ini belum pulang kerja.
"mama ayah kok hari ini lama pulang nya?"tanya Nadya pada Bu Nilam
"hari ini ayah lembur, dari tadi pagi sudah bilang"jawab Bu Nilam
Akhirnya makan malam bertiga mereka tanpa ada pak Arif. Terdengar dentingan sendok dari meja makan. Setelah makan malam bersama Dafi menunggu Nadya di ruang keluarga karena Nadya merapikan meja makan setelah makan, karena sendirian dia chart mamanya karena hari ini tidak pulang ke rumah. Lalu memesan taxi on line melalui aplikasi.
Nadya selesai merapikan baru lah dia ke ruang keluarga menemani Dafi."bang lagi ngapain?" tanya Nadya.
"kita siap siap mau pulang"perintah Dafi
"lho...kita jadi pulang? kirain nginap di sini.
"siap siap sana..."kata Dafi
Nadya pun ke kamar untuk bersiap siap
"Assalamualaikum..."suara dari depan rumah
"wa'alaikum salam..."jawab Bu Nilam dari dalam dan membukakan pintu
Ternyata pak Arif pulang ke rumah"ayah... sudah pulang?"kata Bu Nilam sambil menyalim punggung tangan suaminya.
"iya...tas tolong simpan di kamar"pak Arif memberikan tas kerja untuk di simpan di tempat biasa.
Mereka pun masuk ke dalam rumah, sampai di rumah keluarga pak Arif melihat ada Dafi."nak...Dafi ternyata, sudah lama?"tanya pak Arif
Dafi yang di tanya bingung mau memanggil apa dengan pak Arif ."aduh... panggil apa dengan bapak ini ya...???tapi tadi mama qu dengar menyebut ayah" Dafi pun menjawab pertanyaan pak Arif.
"Dari sore saya ke sini ayah"jawab Dafi.
"oh...sudah makan? kalau belum ayo kita makan"ajak pak Arif
"sudah ayah baru saja sama mama dan Nadya"jawab Dafi
"kalau begitu ayah makan dulu"kata pak Arif meninggalkan Dafi sendiri masuk ke ruang makan.
Pak Arif duduk dan makan malam yang di temani istri nya.setelah itu dia duduk bersama Dafi."bagaimana kabar mu Dafi? sudah ingat semua nya?" tanya pak Arif pada menantunya.
"Alhamdulillah... sehat, kalau ingatan belum sepenuhnya. Tapi tadi waktu turun mobil mau masuk ke rumah seperti nya tidak asing"jawab Dafi.
"ayah do'akan kamu cepat pulih seperti sedia kala, dan sekali lagi bapak titip Nadya, jaga dia...memang Nadya sedikit manja, maklum lah dia itu anak paling kecil dan perempuan sendiri, tidak ada saudara perempuan nya"kata pak Arif
"iya ayah, insha Allah saya jaga sepenuh hati"jawab Dafi
Dari kamar Nadya keluar membawa tas bawaan nya tadi pagi. "lho... kalian pulang juga malam ini?"tanya pak Arif pada Nadya yang membawa tas.
"iya ayah, di rumah Nisa pasti cariin terus"jawab Nadya
"siapa yang mau pulang? sudah malam, nginap di sini aja"kata Bu Nilam dari dapur mendekati sumber pembicaraan pulang.
__ADS_1
"besok aja ma.. waktu libur Weeknd aja"kata Nadya
"ya ma... besok kami nginap di sini dengan Nisa"jawab Dafi
"ya sudah kalau begitu"jawab Bu Nilam
Dafi dan Nadya pamitan dengan pak Arif dan Bu Nilam, tak berapa lama taxi on line pesanan Dafi sudah di depan rumah."ayah ,mama kami pamit dulu "kata Dafi sambil bersalaman dan membawa tas bawaan baju mereka.
"hati hati kalian di jalan"kata pak Arif
"iya ayah"jawab Nadya
Mereka pun menaiki taxi tersebut, pak supir membawa Dafi dan Nadya ketempat yang di tuju. Tapi jalan yang di bawa taxi kok tidak mengarah jalan pulang, membuat Nadya bingung."bang ini kok jalan nya lain? kita mau kemana?"tanya Nadya pada suaminya.
"tenang saja, kita ke suatu tempat berdua"jawab Dafi.
"kemana sih...beri tahu...",kata Nadya lagi.
"duduk saja yang manis, enggak jauh kok, sebentar lagi kita sampai"kata Dafi pada istrinya.
Sekitar 30 menit mereka sampai ke tempat tujuan, ternyata Dafi membawa Nadya ke hotel dekat pantai."lho kita kok kemari?"tanya Nadya
"sudah sampai, ayo turun"perintah Dafi sambil membayarkan ongkos mereka.
Nadya mengikuti jalan Dafi saling beriringan.
Sampai di resepsionis Dafi menanyakan kamar pesanan nya.
"mba pesanan atas nama Dafi"
Dafi dan Nadya di antar oleh bellboy hotel sampai depan kamar pesanan,tak lupa Dafi memberikan tips sekedar nya.
Sampai di kamar Nadya kagum dengan kemewahan hotel yang di pesan suaminya."kapan abang memesan kamar hotel ini?"tanya Nadya
"tadi waktu di ruang keluarga di rumah"jawab Dafi sambil memeluk Nadya belakang.
Mendapat pelukan dari Dafi membuat Nadya sedikit terkejut tapi di usahakan nya santai"bagus kali hotel nya bang"kata Nadya
"sengaja pesan yang super karena abang mau menuntaskan yang tertunda dari kemarin, tadi juga"kata Dafi
Mendengar penjelasan dari Dafi membuat Nadya sedikit kasihan, Nadya berbalik menghadap Dafi."oke kita tuntaskan malam ini juga, tapi tadi kita belum isya. jadi sholat isya setelah itu baru sholat 2 rekaat sebelum melanjutkan yang tertunda"kata Nadya pada suaminya.
"Oka sayang, tapi kenapa harus sholat sebelum melakukan hal yang tertunda?"tanya Dafi penasaran.
"biar enggak ada lagi yang mengganggu"jawab Nadya langsung ke kamar mandi mengambil air wudhu.
Setelah itu gantian Dafi yang mengambil air wudhu...
Nadya memang selalu membawa mukena yang tidak terlalu tebal bila bepergian di bawa. Sholat isya dan sunah yang di anjurkan Nadya mereka lakukan bersama.
Setelah sholat Dafi sudah tidak sabar untuk melanjutkan kegiatan mereka yang tertunda."sudah siap sholat kita, jadi kita lanjutkan?"tanya Dafi
__ADS_1
"mau nya abang bagaimana?"tanya Nadya pada suaminya yang sudah tidak sabar.
"jangan di tanya lagi sweet heart, tentu abang sudah dari kemarin tidak sabar"jawab Dafi dengan senyuman menggoda.
"apa... tadi abang bilang sweet heart?"tanya Nadya
"iya...kenapa?"tanya Dafi sambil mengerutkan keningnya.
"bang...itu kan panggilan sayang untuk qu, yang biasa abang sebut. Abang sudah ingat?"tanya Nadya
"aduh... enggak tau lah, keluar begitu saja sebutan itu. Nanti kita bahas, sekarang kita melanjutkan yang tertunda"kata Dafi sambil menggendong Nadya ke atas tempat tidur dan Nadya masih memakai mukena.
Sementara Nadya yang di gendong memeluk Dafi dengan erat. Di tempat tidur Nadya di letakkan, tak lupa Nadya membuka mukena tersebut. Di ambil Dafi mukena dan di lempar sembarang ke lantai."abang sabar napa, enggak akan ada yang mengganggu malam ini.apa lagi ini kan malam Jum'at"kata Nadya
"iya..."jawab Dafi singkat dan langsung mengecup b*b*r Nadya.
C*u*a* yang dalam dan memabukkan ke dua insan tersebut, untuk pertama kalinya mereka melakukan hal tersebut.
Tak lupa Dafi bermain lama di bagian squisy kembar, itu adalah tempat favoritnya
Dafi menuntun semua yang mereka lakukan, mulai dari awal pemanasan sampai ke intinya.
Yang membuat Dafi bingung kok susah menembus intinya Nadya dan membuat Dafi bingung melihat Nadya yang merasa kesakitan.
"sweet heart, sakit?"tanya Dafi
Nadya hanya mengangguk menjawab pertanyaan dari suaminya,"kenapa susah dan kamu kesakitan sweet heart"tanya Dafi
"karena baru ini kita melakukan nya bang, kemarin kemarin hanya pemanasan yang tidak tuntas"jawab Nadya
Mendengar jawaban Nadya seperti tidak percaya tapi kenyataan iya."kok bisa"tanya Dafi
"bang waktu kita menikah aqu masih lumpuh dan abang mau nya aqu sembuh dulu. Dan setelah sembuh abang yang kecelakaan, sampai sekarang masih amnesia"jawab Nadya
Dafi yang mendengar penjelasan istrinya langsung memeluk dan mengecup kening Nadya lama, lalu berkata "Maaf"
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like..
add favorit...
komentar yang membangun
serta
vote... vote... vote...
__ADS_1
Terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏