Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.299


__ADS_3

Andi membawa dia ibu hamil di dalam mobil, Mila dan Nadya duduk di belakang jadi otomatis Andi duduk di depan sendiri,dia melihat keadaan istri nya dari balik kaca spion mobil.


Nadya yang juga lagi hamil besar duduk di sebelah Mila, dia berusaha untuk menenangkan dan membantu sahabat nya.


"sabar Mila... banyak istighfar,biar lancar persalinan nya."kata Nadya


Mendengar hal itu Mila tersenyum dan melihat ke arah sahabat nya.


"iya...aku enggak apa apa kok dan lagian enggak sakit."kata Mila


"oh... gitu ya... dulu aku waktu lahiran Arkan, tanda lahirannya bukan air...tapi setiap orang beda beda ya..."kata Nadya


"iya... sebentar lagi kita sampai kok."kata Mila yang sebenarnya sudah enggak sabaran.


Tak terasa mobil sudah masuk area halaman rumah sakit dan Andi langsung memberhentikan mobil di depan ruang IGD, dan perawat menyambut mobil yang berhenti di depan.


Perawatan laki laki membuka mobil untuk membantu pasien keluar mobil, dan melihat ada dua wanita yang lagi hamil. Perawat kelihatan bingung mana yang mau di bantu untuk duduk di kursi roda.


Nadya yang melihat perawat bingung langsung memberitahu.


"teman saya yang mau melahirkan, tolong di bantu."kata Nadya.


Perawat langsung mengikuti instruksi dari Nadya dan langsung menolong, Mila pun langsung turun dari mobil dan duduk di kursi roda. Andi langsung turun dari mobil juga dan minta tolong sama perawat laki laki untuk memarkirkan mobil.


"mas tolong parkirkan mobil saya, biar saya yang bawa istri saya."kata Andi


"baik pak"jawab perawat dan langsung memarkirkan mobil tersebut.


Andi pun mendorong kursi roda dan di ikuti Nadya masuk ke ruang IGD. Sampai di dalam semua mata tertuju pada mereka bertiga karena melihat ada dua wanita hamil di bawa satu orang pria.


"suster tolong istri saya mau melahirkan."kata andi


Ada satu orang perawat dengan cekatan mendekati mereka.


"istri yang mana pak? maksud saya yang mau melahirkan."kata perawat karena melihat Andi seperti nya penuh dengan tanda tanya.


Andi baru sadar kalau ternyata perkiraan perawat di rumah sakit kalau dia punya dua istri yang lagi hamil besar.


"Astaghfirullah hal'azim...jadi di pikiran mereka kalau aku sekarang ini membawa dua istri?"kata Andi dalam hati.


Mila pun di tempat kan di ruang bersalin rumah sakit, tapi sebelumnya dia di periksa terlebih dahulu di ruang IGD tentang kondisi nya sementara dan Andi menunggu di sana di temani oleh Nadya


Perawat mendekati Andi karena menyelesaikan administrasi.


"pak... sebaiknya ke ruang administrasi saja, istri bapak aman kok di sini."kata perawat menjelaskan.


"oh...iya suster,saya titip istri."jawab Andi


"aman pak...dua duanya akan kami jaga."kata perawat.

__ADS_1


Andi tidak mendengar jawaban dari perawat karena sudah berjalan keluar,jadi yang mendengar perkataan suster adalah Nadya dan Mila, sehingga membuat mereka berdua tertawa.


"suster, istri pak Andi yang ini... kalau saya itu temannya Bu Mila yang mau melahirkan."kata Nadya untuk meluruskan


"oh... seperti itu...maaf ya Bu...saya pikir..."kata suster.


"enggak apa kok suster."kata Nadya.


Tak berapa lama dokter kandungan pun datang untuk memeriksa Mila dan Nadya menunggu di luar.


"saya periksa ya Bu... sudah bukaan berapa dan tolong ibunya yang rileks."kata suster.


Mila yang sudah pasrah dan mengikuti perintah dokter, dia pun berusaha untuk rileks.


"masih bukaan empat, karena ketuban sudah pecah maka kita Sinto ya.... sedikit sakit, karena biar cepat proses kelahiran, bahaya kalau terlalu lama dan ibu jangan banyak bergerak biar ketuban nya tidak banyak lagi keluar."kata dokter menjelaskan.


Mila hanya mengangguk dan menjawab.


"baik dokter."


"stamina harus kuat jadi ibu harus makan, nanti saya akan cek lagi, banyak berdoa dan berzikir, biar mudah proses lahiran nya."kata dokter lagi.


"iya dokter."jawab Mila.


Dokter pun meninggalkan Mila karena masih ada pasien yang juga mau melahirkan dan ternyata berpapasan dengan Andi. Melihat dokter kandungan sudah memeriksa istri nya maka Andi bertanya pada dokter.


"bagaimana dengan keadaan istri saya dokter?"kata Andi


"yang mana istri bapak ya...?"


"itu... yang baru dokter periksa."


"oh...Bu Mila... sudah saya periksa, keadaan ibu dan bayi di dalam sehat, dan sudah di suntikan Sinto agar cepat lahirannya. Jadi bapak harus kasi semangat istri dan stamina ibu harus kuat, jangan sempat istri nya lemah."kata dokter.


"oh.... seperti itu....baik dokter, terima kasih atas informasinya."kata Andi.


Setelah ngobrol dengan dokter kandungan maka Andi pun mendekati istrinya yang lagi berbaring di ruang bersalin.


"Mila... bagaimana keadaan mu?"tanya Andi


Mila yang mulai kesakitan karena kontraksi karena obat yang di suntikkan sudah berakhir.


"aduh.... sudah mulai sakit."jawab Mila yang langsung menggenggam dengan sekuat tenaga tangan Andi.


Tak tega melihat istri nya yang menahan rasa sakit, Andi memegang tangan Mila dan menahan rasa sakit juga karena tangan di pegang sekuat tenaga Mila.


"iya... sabar...sabar...Mila...kamu pasti bisa menghadapi ini, Abang akan tetap di sini.",kata Andi.


Kontraksi terjadi tiga puluh menit sekali, ada suster yang lagi melihat Mila yang kesakitan memberikan semangat.

__ADS_1


"ibu... sudah terasa sakit?"tanya suster.


"sudah suster."Mila menjawab dengan cepat.


"berarti obatnya sudah beraksi, nanti rasa sakitnya akan semakin cepat terasa dan artinya baby di dalam sudah mulai mendorong keluar."kata suster menjelaskan.


Andi dan Mila yang tidak mengerti jadi saling berpandangan.


"bapak tolong jaga stamina ibu, bisa di berikan telur ayam kampung di campur madu dan jangan sampai tidak makan ya..."kata suster.


"baik suster."jawab Andi.


Setelah itu suster melewati pasangan suami istri itu, dan Andi jadi berpikir...apa yang dia mau belikan untuk Mila agar stamina tidak drop.


"Mila...kamu lapar?"tanya Andi


Mila yang sudah makan siang,jadi dia pun tidak berselera.


"tadi kan sudah makan bang, jadi Mila masih kenyang."


Andi berpikir sejenak dan mau mencari madu untuk istri nya.


"kamu bisa Abang tinggal dulu karena mau cari madu."kata Andi


Mila yang memang masih merasa khawatir karena mau di tinggal sendiri.


"bang... nanti aja beli madunya, aku enggak mau sendirian di sini."kata Mila


Andi pun mengalah karena Mila takut di tinggal sendiri, jadi Andi pun duduk di sebelah istrinya.


"ya sudah...Abang di sini saja."kata Andi


Tiba tiba ada seseorang pasien yang masuk ke dalam ruang melahirkan, pasien tersebut adalah orang yang mereka kenal.


"ayo Bu...kita periksa sudah bukaan berapa."kata suster.


Mila dan Andi jadi saling pandang melihat suster membawa pasien tersebut.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like


subscribe


komentar yang membangun

__ADS_1


terima kasih


🙏🙏🙏


__ADS_2