
Tanpa terasa hari pun berlalu dan waktu satu bulan yang di tetapkan besok sudah akan terlaksana. Pernikahan Andi dan Mila yang akan terlaksana besok hari.
Hari ini Mila sudah permisi tiga hari untuk menikah dan sudah tidak di perbolehkan untuk keluar rumah, untuk bertemu dengan Andi juga tidak boleh karena ke dua orang tua sudah memingit mereka berdua.
Kata mamak dan mama biar pas nikah ke duanya jadi merindukan. Andi hari ini masih bekerja di kantor karena Dafi meminta hari ini masuk karena ada proyek yang persentase nya Andi lebih mahir menjelaskan dari pada Dafi selaku CEO.
Jam menunjukkan jam 9 pagi dan Andi sudah berada di ruang bos yang mau mengatakan mau permisi untuk izin permisi karena mau menikah besok.
Dafi yang masih sibuk dengan kegiatannya sendiri dan tanpa dia sadari ternyata ada Andi yang lagi berdiri di dekat pintu. Karena tak di perdulikan maka Andi masuk dan duduk di depan bos Dafi.
Dafi baru sadar setelah dia melihat ke depan karena ada yang duduk di sana.
"lho...kamu Ndi? kok enggak ketuk pintu?" merasa Andi masuk tanpa persetujuan nya.
"Astaghfirullah hal'azim...bos...tadi sudah di ketuk pintu,tapi bos saja yang terlalu konsentrasi jadi enggak menyadari kehadiran ku".Andi menjelaskan pada bos sekaligus sahabatnya itu.
"begitu ya...tumben jam segini sudah ke sini? ada masalah apa?" tanya Dafi karena Andi jarang menghadap kalau tidak di panggil.
"begitu bos...besok aku mau permisi enggak masuk kantor."
"besok kan hari Jum'at, harinya singkat...memangnya kamu mau ke mana?"Dafi penasaran dengan Andi yang jarang permisi dan hari Jum'at adalah waktu yang singkat karena sholat Jum'at.
"besok aku mau nikah...?"
"apa? kamu kok enggak cerita...!"
Melihat sahabatnya Dafi yang kaget karena besok Andi mau menikah, memang tidak ada konfirmasi dari Andi.
"kamu apa apaan sih Andi? enggak cerita apapun, yang terakhir waktu jumpa di mall kamu pakai baju cople bersama Mila, aku pikir hanya sebatas pendekatan,tapi ternyata..."
Andi terdiam dengan perkataan sahabat nya itu,sebab betul adanya. Di pemikiran Andi karena sahabat nya itu lagi sibuk dengan anggota baru nya dan kedekatan dengan Mila berjalan seperti air saja.
"sebelumnya aku minta maaf bos...bukan maksud hati tidak bercerita karena menurut ku... bos sudah banyak pikiran dengan anggota baru... kerjaan di kantor."
Dafi hanya terdiam dengan penjelasan Andi, memang belakangan dia itu sibuk di rumah maupun di kantor sehingga tidak begitu melihat Andi yang juga sibuk sendiri dengan kedekatan dengan Mila.
"memang kamu betul... mendengar kamu menikah...aku senang mendengarnya...maaf belakangan aku kurang memperhatikan mu..."
"enggak apa apa bos... do'akan semoga besok ijab kabul berjalan dengan lancar..."
"a...min...jadi kapan kamu ambil cuti?,"
__ADS_1
tanya Dafi karena Andi yang jarang sekali permisi atau mengambil cuti tahunan.
"huh... permisi saja sementara karena aku dan Mila sepakat untuk permisi dan Minggu depan saja ambil cuti nya."
"lho...kok seperti itu? biasanya pengantin baru itu langsung minta cuti langsung."
"ini permainan Mila... karena ada kegiatan di sekolah, enggak enak kalau tidak ikut jadi setelah selesai semua baru ambil cuti."jawab Andi pada sahabat nya itu.
"oh... seperti itu...jadi besok acara nya di mana? atau aku tidak di undang?"
"bos... jangan sensitif gitu lah...mana mungkin tidak di beri tahu, besok acara di rumah Mila...ijab kabul pagi,. tidak ada perayaan pesta hanya tetangga dan kerabat dekat saja yang di undang, bahkan kami tidak ada cetak undangan."
Dafi mendengarkan penjelasan dari sahabat nya yang membuat acara sakral yang hanya sederhana,dia tidak bisa berkomentar karena waktu menikah dengan Nadya dengan acara sederhana juga, tapi dari pada penasaran akhirnya di tanyakan juga.
"kenapa acara sederhana saja?"
"bos...sayang uang nya, kata Mila mending uang nya di bayar untuk cicilan rumah "
"pasti kamu belum jujur pada Mila 100 persen diri mu, aku tau Andi... kalau uang mu sebenarnya banyak... sebaiknya kamu jujur setelah menikah pada Mila."
Andi hanya diam dan menarik nafas panjang karena bukan dia tidak mau jujur atau menyembunyikan sesuatu tapi Andi masih mau membantu mamak dan anggota keluarga lainnya tanpa ada halangan dan ribut di kemudian hari.
"nanti kalau sudah menikah aku akan cerita pelan pelan pada Mila, sekarang fokus pada acara besok. jangan lupa bos datang bersama keluarga."
Dafi menanyakan pada sahabat nya tentang kado dari nya mana tau mau sesuatu.
Andi yang bingung dan tak bisa menjawab jadi di serahkan kembali pada Dafi.
"terserah bos saja ..tapi jangan repot repot."
"ya sudah... nanti di rumah aku konsultasi pada Nadya ,mana tau dia ada ide."
"baiklah kalau begitu aku permisi dulu ke ruangan untuk menyelesaikan pekerjaan karena besok tidak masuk."
"ya sudah... silahkan...jadi jam berapa hari ini pulang?"
Andi berpikir sejenak karena dari tadi mamak mengingatkan untuk cepat pulang tapi di lain sisi mana mungkin meninggalkan Dafi dengan menumpuk pekerjaan nya.
"seperti biasa pulang nya bos"
Mengerutkan kening mendengar jawaban dari sahabat nya itu , tak mungkin Andi hari ini pulang seperti biasa,mana tau ada sesuatu hal yang terlupakan bisa dikerjakan sekarang.
__ADS_1
"ada ada saja kamu Andi... nanti jam dua belas kamu pulang saja... persiapkan diri mu untuk besok."
Andi sedikit terharu dengan perhatian sahabat nya, yang mengizinkan untuk pulang. Di rumah memang sudah pada rame untuk mempersiapkan acara pernikahan Andi dan Mila.
Karena tidak menjawab maka Dafi dengan serius mengatakan.
"tidak ada alasan atau bantahan, laksanakan apa yang di perintahkan sekarang juga."
"baik bos... terima kasih banyak..."kata Andi dan berdiri mendekati bosnya itu.
Lalu mereka berdua pun berpelukan, terharu karena sahabat nya mau menikah.
Persahabatan mereka yang dari putih abu abu sampai dengan sekarang ini.
"insha Allah aku datang bersama keluarga dan kalau ada yang kira kira ku lakukan, katakan saja... jangan sungkan."
"sudah lah bos... semua sudah aman dan terkendali, jangan lupa besok bawa tante ya..."
"oh... tentu... mendengar kamu mau menikah pasti dia heboh dan historis, sudah bisa di bayangkan."
Andi juga sudah bisa membayangkan bagaimana reaksi Bu Nani yang selalu heboh dan semangat.
"alamat besok banyak pertanyaan dari tante Nani aku besok..."
"ya...itu derita lu..." kata Dafi pada Andi yang keluar dari ruangan.
BERSAMBUNG
*****
jangan lupa...
like....like...like...
add favorit...
komentar yang membangun
serta
vote... vote... vote...
__ADS_1
terima kasih
🙏🙏🙏