
Memasuki ruangan ICU perasaan Bu Nani bercampur aduk,sedih, takut kalau memang ternyata itu anaknya Dafi."Bismillah... semoga itu bukan Dafi"kata Bu Nani dalam hati.
Setelah sampai di tempat yang di tunjuk perawat bahwa itu Dafi.
Bagai di sembar petir melihat orang yang di depannya itu adalah anaknya Dafi."ya... Allah...itu kamu nak??? kenapa bisa terjadi??? hiks...hiks..."Bu Nani berkata sendiri sambil menangis melihat kondisi putra nya."ibu jangan ribut ya... pasien perlu tenang biar cepat sembuh"kata perawat pada Bu Nani karena sepertinya terpukul melihat keadaan pasien.
Bu Nani hanya mengangguk diam dan karena tidak tahan melihat keadaan putranya itu dia keluar dari ruangan.
Di luar Andi masih menelpon orang melihat Bu Nani keluar ruangan dalam keadaan lemas mendatangi mama sahabat nya itu."Tante yang sabar, tolong doakan Dafi"membimbing Bu Nani untuk duduk di depan ICU ada beberapa kursi."kenapa bisa terjadi kecelakaan? setahu Tante Dafi itu kalau bawa mobil stabil aja enggak mau kebut kebutan"kata Bu Nani.
"seperti nya ada unsur kesengajaan Tante!"kata Andi.
"maksud kamu?"tanya Bu Nani
"tadi waktu di kantor Dafi datang dia bilang di parkiran ada mobil yang menabrak Nadya kemarin"Andi menceritakan.
"maksud kamu kejadian Nadya kemarin di sengaja? Dafi enggak ada cerita sama Tante"kata Bu Nani
"Mungkin karena dia takutnya salah Tante, makanya dia belum cerita"Andi menjelaskan
"sudah kamu selidiki"tanya Bu Nani
"ini masih di selidiki, tadi waktu di jalan menuju rumah Nadya dia bilang ada yang seperti nya mengikuti nya, sampai rumah Nadya menuju rumah sakit mobil yang sama mengikuti. Waktu kami telponan di Jalan seperti nya mobil tersebut sengaja menabrak kan ke mobil Dafi bawa"Andi menjelaskan lagi
"tolong kamu selidiki Andi, Tante percaya dengan mu.
"terima kasih Tante atas kepercayaan nya, do'akan semoga segera ketahuan siapa di balik dalang semua ini"
"Tante ke mesjid sekitar rumah sakit aja, enggak bisa Tante lama lama di sini",Bu Nani permisi pada Andi
"mari Andi antarkan"
"Tante bisa sendiri kok"kata Bu Nani sambil berjalan menuju mesjid rumah sakit.
Di rumah sakit Andi sibuk mengurus administrasi untuk Dafi dan juga Nadya, tapi untung lah Nadya hanya pingsan saja jadi bisa langsung pulang ke rumah. Setelah siuman Nadya di perbolehkan pulang."Nadya pulang saja biar saya saja di sini. karena masih di ruang ICU jadi kita tidak ada kamar. Hanya saja biar hari ini saya standby jaga,mana tau ada perawat memanggil keluarga.kata Andi
__ADS_1
"iya Nadya kita pulang saja, besok kamu kan terapi lagi.kita gantian yang standby di sini"kata Bu Nilam.
"tapi ma... aqu mau di sini juga"jawab Nadya sedih dengan mengusap air mata di pipi.
"jangan keras kepala, kamu juga jaga kesehatan biar cepat pulih.ingat pesan dokter"pesan Bu Nilam.
"pulang lah... jangan lupa do'akan Dafi biar cepat sembuh"kata Andi.
"ya...sudah kami pulang dulu, kalau ada kabar tolong di calling"jawab Nadya
"iya... untuk saat ini kondisi Dafi sudah stabil tapi masih harus di ruang ICU biar di pantau secara intensif oleh dokter dan perawat"kata Andi.
Nadya dan Bu Nilam pun akhirnya pulang juga naik taxi on line. Dalam perjalanan pulang ke rumah Nadya menangis dan diam saja." Baru saja menikah kenapa ada aja ujian nya?" kata Nadya dalam hati dengan air mata menetes di pipi.
"Nadya... jangan sedih, kami juga harus konsentrasi pada kesembuhan kaki mu.yang kuat harus bertekad cepat sembuh, agar kamu bisa mendampingi Dafi. Kalau kondisi kamu seperti ini, bagaimana bisa mendampingi Dafi?"Bu Nilam menasehati putrinya yang dari tadi menangis terus.
"iya ma...hiks...hiks...hiks..."Nadya menjawab sambil memeluk mama nya.
Tak berapa lama sampai lah mereka di rumah, ternyata pak Arif juga sudah ada di rumah karena dia permisi pulang cepat untuk merapikan rumah yang masih sedikit berantakan acara pernikahan Nadya dan Dafi semalam.
"iya baru pulang dari rumah sakit, Nadya kamu istirahat di kamar ya...."perintah Bu Nilam.
"iya ma..."jawab Nadya
"Nadya...kamu kenapa?kok kelihatan sedih? wajah nya pun sembab"tanya pak Arif
"nanti mama ceritakan, Nadya jangan di tanya dulu. dia harus banyak istirahat"Bu Nilam berkata.
Bu Nilam mengantarkan Nadya ke dalam kamar dan menenangkan anaknya."sayang...kamu jangan sedih, ini cobaan. Allah tidak akan memberikan ujian pada orang yang kuat. Untuk menaikkan derajat seseorang perlu di uji dulu, sesuai dengan kemampuan nya. Kamu di uji seperti ini, karena kami memang bisa dan layak menerima ujian tersebut.Jangan lupa berdoa ya...."kata Bu Nilam sambil memeluk putrinya itu.
Setelah menenangkan Nadya maka Bu Nilam keluar dari kamar agar anaknya bisa istirahat. Sebenarnya Bu Nilam juga sedih melihat Nadya, belum lagi dia sembuh sudah datang cobaan yang baru.
Ternyata pak Arif sudah menunggu di depan kamar Nadya karena dia penasaran apa yang terjadi."ayah... dari tadi di sini ?"tanya Bu Nilam
"ada cerita apa ? kenapa Dafi tidak ikut mengantar pulang? tanya pak Arif
__ADS_1
"tadi pagi setelah pulang kantor Dafi ke rumah menjemput Nadya,tapi ayah kami sudah pergi duluan"Bu Nilam menceritakan pada suami nya."trus setelah itu?"tanya pak Arif
"Pergi lah Dafi menyusul kami, tapi ternyata ada yang mengikuti dia dari tadi dan menabrak Dafi, sehingga dia di bawa ke rumah sakit. Sekarang dia Dafi dalam keadaan koma,di rawat di ruang ICU"
"apa???Dafi lagi koma di rumah sakit?"tanya pak Arif tidak percaya mendengar cerita dari istri nya.
"mama kok enggak telpon ayah dari tadi, kan bisa nyusul ke sana"kata pak Arif lagi.
"Bagaimana mau mengabari, Nadya tadi pingsan juga enggak sanggup mendengar keadaan Dafi. Enggak ingat mama mau telpon, karena di pikiran mama ayah itu kerja pulangnya juga sore"kata Bu Nilam.
"ya sudah besok ayah ikut ke rumah sakit, sekalian mengantarkan Nadya terapi"kata pak Arif.
"kita bertiga aja ke rumah sakit, tadi aqu juga lupa mengabari Nani pulang duluan"kata Bu Nilam kelupaan sama teman nya di rumah sakit."ngerti nya dia karena mama juga menenangkan Nadya yang lagi terpukul"kata pak Arif."kenapa ya... belum selesai satu sudah datang lagi kejadian ini?"Bu Nilam tak sengaja ngomong.
"mama... enggak boleh ngomong seperti itu, itu ujian"pak Arif menasehati.
"Astaghfirullah hal'azim, maaf Ayah...mama enggak sengaja ngomong nya"jawab Bu Nilam.
"kita berdoa semoga masalah ini cepat selesai, Dafi dan Nadya sehat"kata pak Arif.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like...
add favorit...
komentar yang membangun...
vote... vote... vote...
Terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏