Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.84


__ADS_3

"ayo cepat sarapan nya, jangan lama lama"kata Bu Mona melihat dua insan yang akan kena sidang sebentar lagi.


Salsa dan Dedy mendengar itu jadi saling pandang dan langsung menghabiskan makanan mereka masing masing.


Setelah selesai makan mereka berdua duduk di ruang tamu. Pakaian yang dikenakan Dedy sangat sederhana sekali, tapi bagaimana lagi?hanya itu yang ada.


"Duduk"perintah pak Kusuma pada mereka berdua.


Siska dan Dedy duduk tapi tidak berdekatan. Bu Mona memberikan sebuah amplop pada suaminya",Dedy... ini gaji mu "kata pak Kusuma.


"maaf pak...tapi tolong jangan pecat saya, kasihan ibu dan adik saya di kampung" kata Dedy.


Pak Kusuma hanya diam saja karena dia sangat malu dengan perbuatan putri nya sendiri."makanya kalau melakukan sesuatu harus di pikirkan terlebih dahulu"nasehat Bu Mona.


"ambil saja amplop itu"kata Bu Mona.


Dengan ragu ragu Dedy mengambil di meja dan duduk ke tempat semula. Bibi ART menemui Bu Mona dan berkata sesuatu"Bu...ada seseorang yang datang"


"suruh masuk dan bawa ke sini"jawab Bu Mona.


"baik nyonya"kata bibi ART.


Tamu tersebut masuk dan bergabung dengan mereka."silahkan duduk pak"pak Kusuma menyambut tamu tersebut


Tamu tersebut duduk dan langsung menanyakan perihal keluarga tersebut memanggil nya ke rumah tersebut.


"pak ada apa gerangan memanggil saya ke rumah ini"tanya tamu tersebut


"begini pak saya mau menikahkan anak saya hari ini"jawab pak Kusuma.


"oh... sudah lengkap semua rukun nikah-nya?"tanya tamu yang tak lain adalah penghulu orang yang menikahkan.


"sudah pak"jawab pak Kusuma.


Siska tiba tiba bangkit dari kursi nya",tapi papi?"tanya Siska.


"pak penghulu, bisa kami ngobrol sebentar?"tanya pak Kusuma


"oh... silahkan, tapi jangan lama lama karena saya masih ada jadwal ke tempat lain pak"jawab pak penghulu.

__ADS_1


"baik lah",kata pak Kusuma.


Akhirnya pak Kusuma, Bu Mona, Siska dan Dedy ke dalam ruang kerja pak Kusuma. Di dalam ruangan tersebut mereka membicarakan ide gila papinya itu."papi apa maksudnya menikahkan qu tanpa bertanya terlebih dahulu?"tanya Siska.


"papi tak perduli setelah melihat ulah mu tadi pagi, kamu sudah mencoreng dan mempermalukan papi. Jadi kalau kamu masih menganggap saya ini papimu jadi ikuti semua perintah papi, kalau tidak semua fasilitas yang ada akan di cabut sekarang juga"kata pak Kusuma dengan tegas.


Mendengar penjelasan dari papi nya itu membuat Siska tidak bisa memilih, mana mungkin dia mau kehilangan semua fasilitas selama ini."aduh... bagaimana ini, mana mungkin aqu bisa kehilangan semua fasilitas dari papi? atau qu terima saja, kan menikah di bawah tangan"kata Siska dalam hati.


"Dan kamu Dedy, tadi istri saya memberikan gaji mu bulan ini untuk mahar menikah dengan anak saya"kata pak Kusuma.


"iya...pak"jawab Dedy singkat karena takut melihat calon mertuanya itu."aduh... bagaimana ini? seperti mimpi saja aqu ini"kata Dedy dalam hati.


"Tapi ingat pernikahan kalian ini sah di mata Allah dan besok secepatnya di sah kan di negara, makanya saya memanggil pak penghulu langsung hari ini"kata pak Kusuma


"baik", jawab Siska dan Dedy bersamaan.


"kamu Dedy yang tadi itu gaji kamu satu bulan jadi mahar untuk Siska, dan kamu hitung terlebih dahulu supaya nanti pas ijab kabul tidak salah"


"baik pak"


Dedy menghitung semua isi amplop dan ternyata yang di terima dua kali lipat dari gaji ya selama ini"pak ini kebanyakan uangnya"kata Dedy.


"mulai bulan ini gaji mu jadi segitu,tapi ingat jangan sempat kamu menyakiti anak saya"


"iya pak"hanya itu jawaban dari Dedy.


Setelah pembicaraan mereka selesai Akhirnya mereka keluar dari kamar dsn mengganti pakaian yang sudah di persiapkan. Siska mengganti pakaian di kamar sementara Dedy mengganti pakaian di ruang tamu dengan baju yang sudah di siapkan Bu Mona dengan memesan di butik langganan dan di antar langsung ke rumah.


Mana mungkin Bu Mona tega melihat putri satu-satunya menikah dengan pakaian apa adanya jadi tadi langsung saja di pesannya melalui wa ke tempat langganan nya.


Setelah oke semua mereka kembali ke ruang tamu.


Pak penghulu sebenarnya sudah tidak sabar menunggu ke dua mempelai, tapi bagaimana lagi, pak Kusuma sudah besar membayarnya. jadi mau tak mau dia harus sabar menunggu.


kedua mempelai sudah siap, akhirnya pak penghulu bertanya"sudah lengkap semua rukun nikah nya? mempelai laki-laki, mempelai wanita, wali, saksi dari ke dua mempelai dan shighat atau mahar"kata pak penghulu menjelaskan.


"sudah pak lengkap semua"kata pak Kusuma


Yang jadi saksi dari mempelai laki-laki adalah atasan Dedy dari kantor. Pak Kusuma yang jadi wali nikah putri nya Siska.

__ADS_1


Tak menunggu waktu lama dan hanya sekali saja ijab kabul pun sah di ucapkan.


"Alhamdulillah... kalian berdua sekarang sudah sah menjadi pasangan suami dan istri"kata pak penghulu.


Setelah menikah ada sedikit ceramah yang di berikan oleh pak penghulu dan selesai semua penghulu pamit untuk menikahkan yang lain lagi.


Tinggallah empat orang di ruang tamu yaitu pak Kusuma, Bu Mona , Siska dan Dedy. Sekarang pak Kusuma yang memberikan wejangan pada ke dua mempelai."Siska... ingat kamu sudah menjadi seorang istri, jadi kami harus patuh dengan nya"kata pak Kusuma.


Sebenarnya Siska tidak bisa menerima pernikahan yang mendadak seperti ini, tapi bagaimana lagi? mau di tolak nanti papi nya pasti menarik semua fasilitas yang lengkap."huh... rasanya seperti mimpi buruk saja"kata Siska dalam hati.


"Siska...kamu dengar papi bicara?"kata pak Kusuma tegas membuat se orang Siska ketakutan."iya papi Siska dengar kok", jawab Siska."bagus kalau begitu"jawab papi.


"kamu juga Dedy sudah menjadi suami Siska, jadi kamu harus bimbing dia ke jalan yang baik."kata pak Kusuma.


"iya pak"jawab Dedy.


"mami, Siska...bisa tinggalkan kami berdua. Kami mau bicara sebagai seorang laki laki"kata pak Kusuma pada istri dan anaknya.


"baik lah"kata Bu Mona dengan mengajak Siska ke tempat yang lain agar mereka tidak mendengar pembicaraan antara papi dan menantu.


Di tinggal berdua dengan pak Kusuma yang notabene nya adalah sebagai pimpinan perusahaan tempat nya bekerja selama ini seperti mimpi saja tapi dia juga sedikit takut pada mertuanya itu karena mereka selama ini tidak pernah ada pertemuan dalam masalah pekerjaan di kantor tempat dia bekerja.


apa yang akan di bicarakan pak Kusuma???


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like...


add favorit


komentar yang membangun


serta


vote... vote...vote...

__ADS_1


Terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2