Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.44


__ADS_3

Selama Dua hari tidak pulang ke rumah membuat Dafi rindu dengan Nisa, mamanya dan suasana rumah. Walaupun setiap hari juga jarang berada di rumah. Pergi pagi dan pulang sudah malam dan terkadang penghuni rumah sudah tidur. Jumpa lagi di pagi hari itu pun hanya sebentar saja.


Dafi sudah sampai di depan rumah di lihat nya suasana rumah seperti biasa.Dia pun masuk ke dalam rumah."Assalamualaikum..."Dafi mengucapkan selamat,tapi tidak ada orang yang menjawab dia pun masuk aja ke rumah.


"mama...Nisa ..."panggil Dafi


Dafi pun menuju ruang tengah, tidak ada orang.


Di cari nya Bu Nani di kamar.


Tok...


tok...


tok...


Dafi mengetuk pintu kamar, karena tidak di jawab di buka nya aja pintu tersebut.


ceklek...


"mama..."panggil Dafi lagi. Ternyata Bu Nani lagi sholat.melihat Bu Nani sholat Dafi menuju kamar Nisa.


"Princess....ayah pulang"panggil nya sambil membuka kamar. Di lihatnya Nisa lagi tidur siang di kamar. karena Nisa tidur dia pun ke rumah keluarga untuk bersantai sejenak.


"mba Marni" panggil Dafi karena mau minta ambil kan air putih


"iya pak" mba Marni ke ruang keluarga menemui Dafi


"tolong ambilkan air putih, saya haus"perintah Dafi


"baik pak" mba Marni langsung mengambilkan pesanan Dafi ke dapur dan membawa ke ruang keluarga.


"ini pak"kata mba Marni


"terima kasih, setelah ini tolong lihat Nisa di kamar.tadi saya lihat dia sedang tidur"perintah Dafi


"ya pak, tadi badannya sedikit hangat. tapi sudah di beri obat penurun badan sama ibu"kata mba marni.


"oh...iya dia demam, mba di kamar aja nungguin Nisa. kalau ada apa apa kabari"perintah Dafi


"ya pak, saya masuk dulu" jawab mba Marni


Di ruang keluarga Dafi bersantai sejenak, tak berapa lama Bu Nani mamanya keluar kamar mencari keberadaan Dafi.Di lihat nya Dafi lagi sedang istirahat meluruskan badan.


"Dafi... kenapa tidur nya di sini? di kamar aja sana tidur nya"kata Bu Nani


"Dafi mau bicara sama mama"kata Dafi


"mau bicara apa? bagaimana keadaan Nadya? sudah enggak di ICU lagi dia-kan?"tanya Bu Nani


"Alhamdulillah sudah di ruangan, perkembangan nya juga ada kemajuan"jawab Dafi


"syukur lah kalau begitu, apa yang mau kamu bicarakan?"tanya Bu Nani

__ADS_1


"Tadi Dafi bicara sama pak Arif, supaya pernikahan kami di percepat saja" Dafi berbicara perlahan sambil melihat reaksi dari mama nya.


"kok di percepat? kenapa? apakah ini desakan dari pak Arif?"tanya Bu Nani penasaran


"ma.... enggak ada yang memaksa,ide ini dari Dafi sendiri."jawab Dafi


"mama mau tau, apa alasannya?"


"mama enggak setuju?" tanya Dafi


"mama bukannya enggak setuju, tapi mama mau tau alasan mu!"


"ma... percaya lah ini untuk kebaikan bersama"Dafi meyakinkan pada mama nya.


"mama percaya sama kamu, hanya beri alasan yang tepat" Bu Nani berkata sedikit tegas.


"alasan nya karena Dafi sudah yakin sama Nadya, kan mama yang kemarin menjodohkan kami? jadi Dafi sudah yakin dan percaya sama dia." Dafi meyakinkan mamanya


"ya mama yang menjodohkan kamu"kata Bu Nani


"alasan ke dua Dafi memang harus bertanggung jawab terhadap Nadya. Dafi juga mau ikut mengurusi dia, sekarang ini kami bukan muhrim ma, jadi Dafi tidak bisa turun langsung" kata Dafi


Mendengar penjelasan Dafi mamanya Bu Nani tidak menyangka kalau Dafi sudah yakin sama Nadya. Selama ini dia qu jodohkan sama orang tidak ada yang cocok, ada aja alasan nya. Tapi ini Dafi betul betul yakin dengan Nadya walaupun dia lagi tertimpa musibah. Jadi sebagai orang tua aqu harus mendukung Dia.


"kalau kamu sudah yakin mama sebagai orang tua mendukung"kata Bu Nani


Mendengar jawaban mama nya Dafi mendatangi mamanya dan memeluk nya.


"terima kasih ma...Dafi enggak bisa melangkah tanpa restu dari mama",kata Dafi pada mama nya


"terima kasih atas restu nya" kata Dafi


Suasana hening di ruang keluarga, pembicaraan mama dan anak ini begitu hikmat.


"tidur lah di kamar, dari kemarin kamu itu tidurnya tidak nyaman"kata Bu Nani


"iya ma"jawab Dafi


Dafi pun masuk ke dalam kamar nya, badannya terasa capek karena dari kemarin tidur nya tidak nyaman. Di lihat nya tempat tidur spring bed king size-nya yang di rindukannya,Dafi langsung menjatuhkan badannya."ternyata memang nyaman tidur di kamar sendiri"dia berkata sendiri di kamar dan langsung memejamkan matanya.


Tak terasa ternyata Dafi tidur sangat nyenyak sehingga dia bangun pas waktu menjelang magrib."astaghfirullah...sudah mau magrib"di dengar nya terdengar suara ngaji di mesjid komplek dekat rumah nya."ya... Allah aqu enggak sholat ashar" Dia berkata sendiri di kamar. Langsung mandi dan berpakaian rapi menunggu magrib tiba.


Setelah selesai terdengar adzan berkumandang dia pun langsung melaksanakan sholat magrib. Setelah sholat dia keluar kamar.


Di lihat nya suasana sepi, tidak terdengar suara Nisa. Biasanya dia pasti mencari keberadaan Dafi, kok dari tadi tidak ada. tidak terdengar celotehan nya. Nanti aja ke kamar Nisa, sebaiknya aqu makan dulu. sudah rindu masakan rumah.


Masakan pun sudah tersedia, mama pasti masih ngaji di kamar.' Sebaiknya aqu makan dulu'. Dafi berkata dalam hati. Duduk dengan tenang di meja dan langsung menyantap hidangan dan tidak lupa membaca doa.


Setelah siap makan di lihat nya mba Marni ke ruang dapur."mba marni,kok dari tadi Nisa enggak kedengaran suara nya.mana dia?"tanya Dafi pada mba Marni.


"ada di kamar pak, saya mau ambil air untuk mengompres Nisa lagi"kata mba marni


"jadi dari tadi siang dia di kamar terus?"tanya Dafi

__ADS_1


"iya pak"jawab mba marni


", kenapa enggak kasi tau saya?"tanya Dafi


"tadi ibu juga sudah mau kasi tau bapak, tapi kelihatannya bapak capek. Jadi kata ibu kalau Nisa habis magrib enggak turun juga panas nya mau di bawa ke rumah sakit aja"mba marni menjelaskan.


Bu Nani keluar dari kamar mau melihat keadaan Nisa,tapi karena suara di ruang makan dia pun langsung ke ruang makan dahulu.


"kenapa Dafi?" tanya Bu Nani


"Dafi menanyakan kepada mba marni tentang Nisa"jawab Dafi sambil berjalan ke kamar Nisa.


Di lihat nya Nisa yang masih tidur dan memanggil Dafi."ayah...ayah..." Nisa memanggil Dafi tapi matanya terpejam.


"princess ini ayah"jawab Dafi dan langsung memegang kening Nisa dan badan nya panas sekali.


"Astaghfirullah hal'azim... badannya panas sekali" Dafi berkata sendiri.


"mama...mama ...."di panggil nya Bu Nani sambil menggendong Nisa keluar kamar.


"ada apa Dafi?" tanya Bu Nani


"ambil tas mama...kita ke rumah sakit, badan Nisa terlalu panas, Dafi takut terjadi apa apa" kata Dafi langsung menuju mobil.


Sementara Bu Nani mengambil tas dan kunci mobil."marni jaga rumah ya... kunci semua"perintah Bu Nani sambil berjalan mengejar Dafi.


"iya Bu"jawab mba marni.


Dengan sigap Bu Nani menghidupkan alarm mobil aga Dafi bisa langsung masuk.


"ayo...ma... cepat" ajak Dafi


Dengan cepat juga mba marni mengambil baju Nisa di masukkan ke dalam tas dan menyerahkan nya pada Bu Nani.


Mereka pun berjalan menuju rumah sakit membawa Nisa.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like


komentar


add favorit


dan


vote... vote... vote...


Terima kasih

__ADS_1


🙏🙏🙏


__ADS_2