
Malam hari di rumah Bu Zubaidah setelah isya dan makan malam tiba tiba datang Seseorang bertamu ke rumah.
"Assalamualaikum...."
suara dari luar rumah sehingga orang yang di dalam keluar melihat siapa yang datang.
"wa'alaikum salam..."
jawab Bu Zubaidah yang terlebih dahulu ke depan pintu untuk melihat siapa yang datang.
"Siti...dan istri pak Anto...ada apa ? ayo masuk..."Bu Zubaidah mengajak tamu masuk ke dalam rumah.
Siti dan mamanya masuk ke dalam rumah karena di persilahkan untuk masuk.
"Bu... sebenarnya kami ke sini mau bertanya sesuatu"kata Siti.
Walaupun Bu Zubaidah lagi ada masalah dengan pak Anto tapi perlakuan nya pada Siti dan mamanya biasa saja, seperti tidak terjadi apa-apa di antara mereka.
"Siti mau tanya apa nak ?"tanya Bu Zubaidah.
"mmmhhh... itu..., tentang ayah yang lagi bermasalah pada ibu dan keluarga"kata Siti dengan ragu ragu.
Wajah Bu Zubaidah jadi sedikit kesal dengan pertanyaan Siti tapi dia berusaha untuk seperti biasa saja."oh...itu...ibu juga tidak tau,kok tiba tiba ayah mu kemarin malam marah marah saat melihat Dedy dan Siska di taman dan dia mengetahui kalau Dedy sudah menikah dengan Siska"kata Bu Zubaidah.
Siti yang tau kalau Bu Zubaidah lagi kesal dengan ayah nya."sebelum nya kami minta maaf Bu...saya dan mama juga baru tau dan bingung juga dengan sikap ayah yang tiba tiba bersikap seperti itu"kata Siti.
"apa yang di katakan Siti betul itu Bu, kami juga enggak tau dan malu atas kejadian ini"kata mamak Siti.
Bu Zubaidah yang melihat ibu dan anak itu tulus dan seperti nya juga jujur. Dia tidak menyalahkan Siti dan mamaknya atas kejadian ini."ibu mau tanya, apakah Siti pernah cerita pada pak Anto kalau mau di jodohkan dengan Dedy?"tanya Bu Zubaidah.
"enggak Bu... enggak pernah tapi kalau ke rumah ini ayah tau kalau sering ke sini"kata Siti menjelaskan.
Dedy yang mendengar seperti ada tamu melihat ke ruangan tersebut, dia melihat Siti dan mamanya yang lagi datang ke rumah."kamu Siti yang datang? enggak takut ke rumah ini?"kata Dedy.
Siti yang memang jadi takut melihat Dedy jadi sedikit gugup."maaf bang...Siti ke sini hanya mau meluruskan masalah saja,biar tidak berlanjut dan salah paham"kata Siti menjelaskan.
"eh...kamu coba pikirkan yang membuat masalah itu pak Anto,dia itu siapa? ayah kamu kan? jadi luruskan masalah pada dia saja jangan dengan kami, percuma... enggak ada gunanya itu"kata Dedy dengan emosi.
Suara Dedy yang keras membuat Siska keluar kamar karena tidak biasa sekuat itu suara suaminya."mas...ada apa? kenapa marah marah begitu?"kata Siska lalu melihat yang datang ternyata Siti.
"kamu masuk saja biar mas dan mamak saja di sini,kamu tidak ada masalah apapun"kata Dedy pada istrinya
__ADS_1
Melihat suasana yang semakin tegang, yang satu lagi emosi dan yang satu lagi ketakutan. Sehingga Bu Zubaidah berinisiatif untuk membubarkan saja pertemuan itu."Bu Anto...Siti... sebaiknya pulang saja, karena saya tidak mau ada keributan lagi di rumah ini sehingga membuat saya menjadi stress"kata Bu Zubaidah.
"iya...Bu... sebaiknya kami permisi dulu, saya doakan semoga masalah ini cepat selesai dan semua pihak tidak ada yang di rugikan"kata Bu Anto.
"a...min... terima kasih banyak atas do'a nya semoga di ijabah oleh Allah..."jawab Bu Zubaidah.
Dua orang tersebut pun pergi meninggalkan rumah Bu Zubaidah, sementara Dedy yang lagi kesal sudah masuk ke dalam dan duduk di ruang keluarga untuk membicarakan masalah ini. Siska juga ikut mendampingi suami dan mamak mertua biar mendapatkan solusi yang terbaik.
Bu Zubaidah duduk juga bersama anak dan menantunya."Dedy...kamu jangan terlalu emosi seperti itu nak..."kata mamak
"ih...mamak... bagaimana tidak emosi,kok dia bisa datang dan santai saja ke rumah ini"kata Dedy.
"Siti dan mamanya itu baik orang nya dan setahu mamak kalau pun pak Anto baik juga,tapi kenapa sekarang jadi seperti itu? pasti ada sesuatu..."kata Bu Zubaidah.
"ya ada lah mak... sesuatu uang bisa membuat orang lupa dan khilaf"jawab Dedy.
Mamak melihat ke arah Siska yang juga lagi memikirkan masalah ini"Siska...mamak minta maaf karena masalah ini kamu jadi ikut terlibat"kata Bu Zubaidah.
"enggak apa apa mak, namanya juga masalah yang datang jadi harus di selesaikan saja"jawab Siska.
"terima kasih nak... enggak salah kalau Dedy memilih kamu jadi istri nya"kata mamak.
Dedy yang lagi berpikir bagaimana mencari uang seratus juta rupiah tapi belum mendapat solusi, kalau pun ada itu uang Siska...dia sebenarnya malu kalau meminjam pada istrinya sendiri."Dedy... bagaimana dengan uang seratus juta rupiah itu? apa kamu punya solusi?"tanya mamak.
Dengan berat hati Dedy menjawab pertanyaan mamak."mmmhhh... belum ada solusi mak"jawab Dedy dengan suara pelan.
"waduh...mamak juga mana ada, uang seratus juta rupiah itu belum pernah mamak pegang langsung apa lagi mempunyai nya"kata Bu Zubaidah dengan polos.
"mak... Siska ada uang di bank,besok kalau mendesak pakai saja dulu.biar masalah tidak berlarut, nanti pasti di ganti mas Dedy"kata Siska perlahan takut mertua dan suaminya tersinggung.
"pakai uang mu... aduh jangan sayang...itu uang mu untuk jaga jaga kalau ada sesuatu dengan keluarga kalian jadi istri bisa membantu"kata Bu Zubaidah.
"mak...apa bedanya dengan masalah sekarang? dari pada makin berlarut, lebih cepat lebih baik kan? selesai masalah nya"kata Siska meyakinkan Bu Zubaidah .
Dedy yang mengetahui kalau uang istrinya itu memang banyak, bagaimana tidak banyak...Siska anak orang kaya atau konglomerat dan dia selama ini kerja di perusahaan pak Kusuma, jadi ada gaji tentu nya.
"bagaimana dengan pendapat istri mu? coba kamu pikirkan Dedy, mamak yakin kamu pasti ada solusi"kata mamak.
"ya mak...kami mau berembuk berdua dulu"jawab Dedy.
"baik lah kalau begitu, sepertinya sudah ada solusi.jadi mamak mau masuk kamar karena mau istirahat"kata Bu Zubaidah berpamitan pada anak dan menantunya.
__ADS_1
"ya mak..."jawab Dedy yang mamak masuk kamar.
Tinggal Dedy dan Siska yang ada di ruangan"kita masuk juga,mas mau bicara"kata Dedy yang mengajak istrinya masuk kamar.
Di dalam kamar ke duanya membersihkan diri masing masing sebelum tidur dan setelah itu mereka naik tempat tidur.
"Siska... uang sebanyak itu kamu enggak sayang hilang begitu saja?"tanya Dedy.
"mas... dari pada masalah berlarut, lebih baik cepat kita selesaikan. Tapi setelah ini aqu ada permintaan mas..."kata Siska
"mmmhhh...kamu mau minta apa?"tanya Dedy
"aqu mau kita kembali ke kota, sudah hampir sebulan lebih kita di sini"kata Siska.
"mmmmhhhhh kalau itu...mas enggak masalah, tapi mas tanyakan dulu sama papi"jawab Dedy sedikit ragu.
"maksudnya apa mas? kok harus menanyakan papi? apa ini semua rencana papi? aqu harus ikut mas?"tanya Siska pada suaminya, sementara Dedy bingung mau jawab yang mana terlebih dahulu.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like... like...like...
add favorit...
komentar yang membangun
bunga mawar yang bermekaran
secangkir kopi hangat
serta
vote... vote... vote...
terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1